Messi Gusti dan Myesha Lin, Ajak Teman –Teman Berani Bermimpi Sejak Dini
Sore itu, disebuah perumahan di daerah Lebak Bulus suasananya berbeda dari hari biasanya. Bangunan rumah yang kesehariannya sebagai kantor Mahakarya Picture, kedatangan tamu - tamu cilik. Satu persatu, anak – anak ini berdatangan ditemani Mama dan Papanya. Disebuah ruangan yang disulap seperti tempat nobar, mereka berkumpul bersama. Kira-kira mereka ngapain ya?
Ya! Hari itu, anak-anak ini menjadi reporter cilik dalam sesi acara spesial “Bumi Bertanya, Mars menjawab” bersama Messi Gusti (14 tahun) dan Myesha Lin (6 tahun), pemeran Pelangi di film Pelangi di Mars.
Sejak awal, suasana terasa hangat. Para reporter cilik ini semula terlihat malu-malu mulai mengangkat tangan. Pertanyaan mereka sederhana dan spontan, mulai dari planet Mars itu seperti apa? Apakah pelangi punya teman di Mars? Susah tidak syuting itu? Hingga sosok Messi dan Myesha yang baru mereka kenal. Suasana santai memang sengaja dibangun agar anak-anak merasa nyaman untuk berinteraksi dan bertanya.
Selama sesi interaktif, Messi dan Myesha atau yang akrab disapa Echa, berbagi pengalaman dengan para reporter cilik. Keduanya mengaku juga pernah merasa gugup dan harus mengulang adegan saat proses syuting. “Aku juga sempat deg-degan waktu pertama syuting. Tapi ya dicoba lagi pelan-pelan,” ujar Messi.
Dalam film ini, Messi memerankan Pelangi Besar, sosok yang digambarkan belajar berani menghadapi tantangan. Sementara Echa sebagai Pelangi Kecil merepresentasikan anak yang masih bertumbuh dan terus mencoba memahami hal-hal baru. Echa pun mendorong teman-teman untuk tidak ragu mencoba hal yang mereka suka. “Kalau kita suka sesuatu, coba aja dulu. Nanti pelan-pelan juga bisa,” katanya.
Pengalaman syuting membuat Messi belajar lebih dari sekadar akting, ia memahami arti keberanian dan mimpi. Messi belajar menghadapi tantangan, sekaligus mendorongnya menceritakan mimpi pribadinya. “Pelangi punya misi penting di Mars, aku juga punya mimpiku sendiri. Dari Pelangi aku belajar, kalau berani coba dan nggak gampang nyerah, mimpi bisa jadi nyata,” kata Messi.
Kak Dendi Reynando, sang produser mengatakan pendekatan partisipatif ini bagian dari misi film untuk benar-benar mendengarkan perspektif anak. “Kami ingin masuk ke dunia anak-anak dengan mendengarkan mereka. Dari respons yang muncul, kita bisa melihat cara pandang anak yang sering berbeda dari orang dewasa,” ujarnya.
Selain itu, Kak Dendi menekankan bagaimana genre sci-fi film ini bisa membangkitkan imajinasi anak tentang masa depan. “Lewat Pelangi di Mars, kami ingin anak-anak bisa merasakan keseruan, melihat kemungkinan baru, dan mulai berpikir tentang masa depan dengan cara mereka sendiri,” tambahnya.
Program ini menjadi bagian dari rangkaian aktivasi menuju penayangan Pelangi di Mars pada Lebaran 2026, sekaligus menegaskan positioning film sebagai tontonan keluarga yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menghargai suara anak.