Myopia Menjadi Masalah Mata Paling Banyak Terjadi Pada Anak, Optical Clinic Ini Luncurkan Kampanye PERMADANI : Periksa Mata Dari Dini

Dwi Retno - Sabtu, 15 Juni 2024
Lakukan periksa mata dari dini untuk mendeteksi masalah penglihatan lebih cepat agar bisa mendapat perawatan yang lebih baik (Foto : Ist)
Lakukan periksa mata dari dini untuk mendeteksi masalah penglihatan lebih cepat agar bisa mendapat perawatan yang lebih baik (Foto : Ist)
A A A

Sebagai komitmen pencegahan dan penanggulangan kasus kesehatan mata anak di Indonesia, VIO sebagai optical clinic yang profesional dan terpercaya, menghadirkan kampanye “PERMADANI” (Periksa Mata Dari Dini) untuk meningkatkan kesadaran orang tua dan anak tentang kesehatan mata menjadi lebih berkualitas dalam penglihatan dan memiliki kehidupan yang lebih cerah di masa depan.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Optical Clinic ini terhadap 2.322 anak di 3 sekolah yakni sekolah SD/SMP PAHOA di Tangerang, Global Prestasi School di Bekasi, SD Negeri Jakasampurna 2 Bekasi, dan SDN 01 Menteng Jakarta Pusat, sebanyak 40 persen murid belum pernah melakukan pemeriksaan mata dan 37 persen mengalami gangguan refraksi salah satunya myopia. Jika kondisi ini dibiarkan, WHO memprediksi 50 persen dari penduduk dunia akan mengalami myopia atau rabun jauh (mata minus) pada 2050.

“Hasil tersebut bagi kami cukup mengkhawatirkan mengingat di rentang usia tersebut anak-anak memasuki sekolah dasar dan periode tersebut merupakan tahap perkembangan yang penting secara fisik, kognitif, sosial, dan emosional yang tentunya akan melibatkan seluruh panca indera, salah satunya adalah mata. Untuk itu, melalui kampanye ‘PERMADANI’ ini kami berinisiatif untuk mendorong masyarakat melakukan pemeriksaan mata sedari dini secara berkala di tempat perawatan mata yang profesional dan terpercaya untuk mendeteksi masalah penglihatan lebih cepat agar bisa mendapat perawatan yang lebih baik,” ujar Susana, Head of Marketing VIO Optical Clinic.

Merupakan optical clinic pertama yang menyediakan treatment vision therapy yakni solusi masalah penglihatan tanpa operasi, tanpa penggunaan obat-obatan, dilakukan secara alami dan aman digunakan mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Dalam terapi kontrol myopia, Optical Clinic ini memiliki 2 pilihan yakni terapi Ortho-k dengan tingkat efikasi 80 persen untuk menghambat laju minus dengan membentuk ulang kornea mata menggunakan lensa kontak khusus serta produk lensa kacamata kontrol myopia MiYOSMART dengan teknologi D.I.M.S yang efektif menahan kenaikan mata minus hingga 60 persen. Kedua terapi ini efektif dilakukan pada anak dan remaja untuk mencegah kenaikan mata minus yang terlalu tinggi pada masa pertumbuhan.

Tidak hanya itu, Optical Clinic ini merupakan satu-satunya optik di Pulau Jawa yang menyediakan fasilitas terapi kontrol myopia menggunakan optical biometry, yang berfungsi untuk mengukur panjang bola mata pasien dan memprediksi pertumbuhannya untuk mengetahui tingkat kenaikan mata minus pasien dimasa yang akan datang. Jadi dengan alat ini dan ditunjang dengan kontrol rutin, diharapkan bisa segera mencari solusi yang tepat untuk mencegah pertumbuhan myopia sejak dini.

Andri Agus Syah, OD, FPCO, FAAO, FIALVS selaku Founder & Chief Doctor VIO Optical Clinic memaparkan, “Beberapa gangguan mata yang sering dialami anak-anak adalah kelainan refraksi, amblyopia (mata malas), konjungtivitis serta yang paling banyak adalah myopia. Semakin cepat masalah mata ditemukan, semakin cepat juga anak bisa mendapatkan perawatan dan dukungan yang dibutuhkan. Data menunjukan bahwa terdapat peluang 81 persen gangguan penglihatan dapat dihindari jika diagnosis dan diobati sejak dini.  Hal ini tentunya menjadi perhatian kami agar masyarakat bisa turut serta dalam upaya pencegahan gangguan kesehatan mata dengan rutin melakukan pemeriksaan minimal 6 bulan sekali di tempat yang tepat”.

Berdasarkan riset dan survei yang dilakukan, banyak anak yang tidak menyadari bahwa mereka memiliki masalah penglihatan. Hal ini sering kali karena mereka menganggap kondisi penglihatan mereka sebagai 'normal' atau karena kurangnya pemahaman mengenai tanda-tanda masalah penglihatan. Tanpa diagnosis dan intervensi yang tepat, masalah penglihatan bisa mempengaruhi kemampuan mereka untuk belajar dengan efektif, yang pada gilirannya dapat menurunkan motivasi dan prestasi akademik.

Namun, banyak masyarakat baru merasakan urgensi untuk melakukan pemeriksaan bila mulai mengalami penglihatan yang rabun atau gejala lain yang tak biasa. Beberapa kendala seperti kurangnya akses terhadap informasi dan fasilitas kesehatan khusus mata juga menjadi salah satu faktor kurangnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan mata.

Hal ini diamini oleh Vibriyanti, Founder Komunitas Smartsmumsid dan orang tua dari pasien myopia anak. “Saya mungkin adalah satu dari sekian banyak orang tua yang awalnya kurang peduli pada kesehatan mata anak sampai mengalami sendiri ternyata anak saya terdeteksi myopia. Sejak itu saya mulai mencari berbagai informasi dan akses fasilitas kesehatan khusus mata yang terpercaya dan memiliki layanan yang cukup lengkap agar bisa mendapatkan perawatan yang terbaik untuk anak saya.”

Sebagai komitmen untuk mengurangi peningkatan tingkat gangguan mata pada anak di Indonesia khususnya myopia, Optical Clinic ini juga didukung oleh dokter spesialis mata (opthamologist) yang bekerja sama dengan dokter optometri pertama dan satu-satunya yang tersertifikasi secara internasional dengan gelar Fellow of the American Academy of Optometry (FAAO) dan Fellow International Association of Low Vision Specialist (FIALVS) yakni Andri Agus Syah, OD, FPCO, FAAO, FIALVS.

“Saat ini hanya terdapat kurang dari 5000 dokter mata yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Rumah sakit khusus mata juga masih sangat sedikit, bahkan persebaran dokter mata di rumah sakit umum juga belum merata. Meskipun optik sudah mulai ada di hampir setiap daerah, namun optik yang didukung dengan dokter spesialis mata masih sangat jarang. Kami adalah salah satu optik yang memiliki dokter spesialis mata dan dokter optometri,” lanjut dr. Andri.

Sejalan dengan upaya membantu menuju masa depan cerah tanpa hambatan, HOYA Vision Care sebagai perusahaan lensa kacamata global terdepan mendukung kampanye “PERMADANI” dengan menyediakan teknologi inovatif untuk menangani masalah mata terutama perkembangan miopia dengan solusi mudah dan non-invasif melalui lensa kacamata. “Tentunya kami sangat mendukung kampanye ini, melalui inovasi terkini kami yang dapat mengurangi tingkat pertumbuhan myopia di Indonesia khususnya anak-anak,” ujar Dodi Rukminto Amd.RO, S.T., M.M., Managing Director PT HOYA Lens Indonesia. 

Kids Zone
Zona di mana buah hati Anda dapat menikmati kisah-kisah seru dalam bentuk cerita dan komik, mengeksplorasi artikel pengetahuan yang menyenangkan, serta permainan yang menarik untuk mengasah pemikiran buah hati.
Masuk Kids Zone
Latest Update
Selengkapnya
img
Seru-seruan di Explore Wonderland Bersama si Kecil, Optimalkan Tumbuh Kembang Anak di Periode Emasnya 
img
Lidah Dunia Puji Kelezatannya, Mi Instan Indonesia Raih Penghargaan Bergengsi
img
Rahasia Dapur Terbongkar! Demo Masak Inspiratif Bareng Chef Nicky Tirta Bersama Dua Komunitas Ibu dan Gadis
img
Kembali Digelar, Bandung – Lembang Bakal Jadi Saksi 308 Pelari Perjuangkan Hak Anak di Run To Care 2024