Nabung Sampah jadi Saldo, Begini Cara Asyik Lawan Masalah Sampah
Pernahkah kamu membayangkan kalau tumpukan botol plastik atau kardus bekas di sudut rumah, bisa berubah menjadi saldo dompet digital?
Kalau dulu sampah dianggap sebagai masalah yang bikin pusing, sekarang sampah bisa jadi "aset" yang menguntungkan.
Yuk, simak bagaimana cara asyik melawan masalah sampah sambil mendapatkan cuan!
Mengubah Stigma: Dari Kotor Jadi Gaya Hidup
Selama ini, memilah sampah sering dianggap sebagai pekerjaan yang merepotkan dan kotor. Namun, kehadiran Waste Station modern seperti kolaborasi BCA Digital, Bluebird Group, dan Rekosistem, mengubah total persepsi tersebut.
Terbaru, di Jimbaran, Bali, tempat penitipan sampah disulap menjadi area yang estetik dengan sentuhan mural karya seniman lokal Bali, Monez. Melalui gaya Pop-Art cerahnya, menciptakan mural bertema karakter berbusana adat Bali di tengah suasana tropis, melambangkan harmonisasi antara manusia dan alam.
Mengunjungi tempat sampah kini tak lagi jadi beban, melainkan bagian dari gaya hidup urban yang keren dan bertanggung jawab.
Diperkaya dengan kreativitas lokal, ini menjadi bukti bahwa perubahan besar dapat dimulai dari aksi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
“Kami ingin menumbuhkan kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab dan mendorong perkembangan ekonomi sirkular di Indonesia. Langkah konkretnya adalah dengan menghadirkan waste station bersama para mitra. Kami juga berikan insentif berupa saldo dari konversi Rekopoin, sehingga partisipasi masyarakat dapat berjalan lebih mudah dan terasa manfaatnya secara langsung,” ujar Nariswari Yudianti, Head of Corporate Communications BCA Digital.
“Hal ini searah dengan fokus regulator, khususnya OJK, yang kini tengah memperkuat implementasi ESG di sektor keuangan. Dengan demikian, langkah yang kami ambil bukan hanya berangkat dari niat baik, tetapi juga menjadi bagian dari agenda nasional mendorong praktik keberlanjutan,” tambah Nariswari.
Indonesia sendiri masih menghadapi persoalan sampah yang kompleks. Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) 2024, timbulan sampah mencapai lebih dari 37 juta ton per tahun, namun baru 33% yang berhasil dikelola.
Di Bali, timbulan sampah tahun 2024 mencapai 1,2 juta ton, dengan Kota Denpasar sebagai penyumbang terbesar. Kondisi ini menegaskan urgensi kolaborasi lintas sektor untuk memperbaiki sistem pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir.
“Kehadiran Waste Station Bali sangat selaras dengan perjalanan kami dalam menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab dan mudah diakses masyarakat,” ujar Panca Wiadnyana, General Manager Bluebird Group Bali & Lombok.
“Ekonomi sirkular hanya bisa berjalan jika setiap pihak membawa perannya masing-masing. Kemitraan ini menjadi langkah penting untuk menumbuhkan kebiasaan #PilahKemasSetor secara konsisten. Kami bangga menjadi bagian dari inisiatif yang bertujuan meningkatkan tingkat pemulihan sampah, terutama untuk material anorganik yang menjadi fokus pengolahan program kolaborasi ini,” ujar Angga Adhitya Fritz Aradhana, Senior VP of Business Growth & Partnership Rekosistem.
Menegaskan bahwa isu lingkungan tidak dapat ditangani oleh satu sektor saja, perpaduan kemampuan logistik transportasi, teknologi pengelolaan sampah, layanan digital banking, serta sentuhan kreatif dari seniman lokal, telah menghadirkan solusi konkret yang menjangkau publik secara lebih luas lagi.