ads

Orang Tua yang Kurang Menyadari Pentingnya Pemeriksaan Mata Sejak Dini, Sebabkan Anak Memiliki Minus Tinggi!

Dwi Retno - Kamis, 16 Januari 2025
VIO Optical Clinic meluncurkan program PERMADANI (Periksa Mata dari Dini), bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya deteksi dini gangguan penglihatan pada anak-anak (Foto : Ist)
VIO Optical Clinic meluncurkan program PERMADANI (Periksa Mata dari Dini), bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya deteksi dini gangguan penglihatan pada anak-anak (Foto : Ist)
A A A

Kesadaran akan pentingnya pemeriksaan mata sejak dini masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Hal ini tercermin dari kisah Ibu Mira Galuh dan putranya, Athalla, yang mengungkap betapa pentingnya deteksi dini untuk kesehatan mata anak. “Anak saya sejak usia 6 tahun sudah minus tinggi, yaitu -6.00 dan silinder -2.00. Kaget banget dan sedih pas tahu anak minusnya setinggi itu. Tapi untungnya dapat solusi dari VIO dengan menggunakan Ortho K. Sekarang anak saya udah bebas dari kacamata, sekolah dan belajar juga lancar-lancar aja sekarang tanpa ada hambatan,” ujar Ibu Mira.

Athalla adalah salah satu dari 50 persen anak yang terkena gangguan penglihatan karena kurangnya kesadaran orang tua terhadap pentingnya pemeriksaan mata sejak dini. Data survei kesehatan mata yang dilakukan oleh tim VIO Optical Clinic di berbagai sekolah di kawasan Jabodetabek menunjukkan fakta mengejutkan: lebih dari setengah anak usia 4 hingga 17 tahun memiliki kondisi mata minus yang tidak terdeteksi, baik oleh mereka sendiri maupun oleh orang tua mereka. Temuan ini menjadi peringatan penting bagi masyarakat mengenai dampak rendahnya kesadaran terhadap pemeriksaan mata rutin. Gangguan penglihatan seperti ini tidak hanya memengaruhi kemampuan anak dalam belajar, tetapi juga memengaruhi konsentrasi, kemampuan sosial, hingga kualitas hidup mereka secara keseluruhan.

Sebagai tanggapan atas kondisi ini, Optical Clinic ini meluncurkan program PERMADANI (Periksa Mata dari Dini). Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya deteksi dini gangguan penglihatan pada anak-anak. Melalui program ini, mengadakan rangkaian edukasi, pemeriksaan mata gratis di sekolah-sekolah, dan kampanye sosial untuk mendorong orang tua lebih peduli terhadap kesehatan mata anak.

Peningkatan kasus mata minus, yang dikenal dengan istilah Myopia Boom, telah menjadi perhatian serius, terutama karena pengguna gadget selama pandemi menjadi salah satu faktor pemicu utama. Aktivitas jarak dekat yang semakin intens selama beberapa tahun terakhir berkontribusi pada lonjakan angka gangguan refraksi pada anak-anak. Kondisi ini menuntut adanya tindakan pencegahan yang lebih efektif untuk membantu mengontrol perkembangan mata minus sejak dini.

Menurut prediksi para ahli kesehatan mata internasional, prevalensi mata minus diperkirakan akan meningkat hingga 49,1 persen dari populasi dunia pada tahun 2050. Artinya, hampir separuh penduduk dunia diperkirakan akan mengalami gangguan refraksi ini. Selain mata minus, anak-anak juga rentan terhadap kondisi mata lainnya, seperti astigmatisme (silinder), amblyopia (mata malas), hingga strabismus (mata juling), yang kerap kali dipengaruhi oleh faktor genetik atau pola hidup.

“Meningkatnya kasus gangguan refraksi, terutama pada anak-anak usia sekolah, adalah fenomena yang perlu segera ditangani. Lebih dari 50 persen anak di berbagai wilayah sudah mengalami mata minus tinggi tanpa disadari, yang jelas memengaruhi kemampuan belajar mereka. Melalui program PERMADANI, kami ingin memberikan edukasi kepada para orang tua dan guru bahwa pemeriksaan mata sejak dini adalah langkah krusial untuk mencegah dampak jangka panjang akibat gangguan penglihatan,” ujar Dr. Andri Agus Syah, OD, FPCO, FAAO, FIALVS, pendiri sekaligus dokter optometri VIO Optical Clinic pada talkshow yang dilakukan di cabang Green Lake City, Cipondoh, Kota Tangerang.

Untuk membantu mengontrol perkembangan mata minus pada anak-anak, Optical Clinic ini menyediakan berbagai layanan non-operasi yang dirancang khusus, seperti Terapi Ortho-K. Terapi ini memungkinkan anak-anak mendapatkan penglihatan yang lebih baik tanpa harus menggunakan kacamata sepanjang hari. Selain itu, tersedia juga lensa khusus seperti MiyoSmart yang terbukti klinis dapat menghambat laju peningkatan minus. Selaian itu Optical Clinic ini juga melayani anak-anak dengan kebutuhan khusus melalui solusi seperti scleral lens, RGP lens, atau hybrid lens, yang dirancang untuk memberikan kenyamanan maksimal sekaligus menjaga kesehatan mata.

VIO Optical Clinic mengajak seluruh orang tua untuk lebih peduli terhadap kesehatan mata anak-anak mereka. Pemeriksaan mata rutin dapat menjadi langkah awal untuk memastikan penglihatan yang sehat demi mendukung masa depan mereka. Lindungi masa depan anak Anda dengan pemeriksaan mata. “Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan mata masih rendah. Banyak orang tua baru menyadari masalah ini setelah gejala memburuk. Padahal, dengan diagnosis dini, hingga 80 persen gangguan penglihatan pada anak dapat dicegah atau dikontrol dengan baik. Kami berkomitmen untuk memberikan layanan kesehatan mata terbaik dengan pendekatan personal yang didukung teknologi terkini,”  tutup Dr. Andri.

Kids Zone
Zona di mana buah hati Anda dapat menikmati kisah-kisah seru dalam bentuk cerita dan komik, mengeksplorasi artikel pengetahuan yang menyenangkan, serta permainan yang menarik untuk mengasah pemikiran buah hati.
Masuk Kids Zone
Latest Update
Selengkapnya
img
Donasi Perlengkapan Tidur untuk Panti Jompo dan Panti Asuhan
img
Dari Layar Lebar ke Rumah, Ini Deretan Film Baru Sepanjang 2025
img
Pasar Properti Jakarta di Tahun 2024 Tunjukkan Ketahanan dan Pertumbuhan di Berbagai Sektor
img
Mau Jadi Pengusaha Sukses? Ikuti Program yang Sudah Digelar ke-15 Kalinya