Penyakit Kritis Meningkat, Ini Alasan Mengapa Proteksi Berdasarkan Fungsi Organ, Penting!

Efa Trapulina - Jumat, 22 Maret 2024
Tampak kiri-kanan: Edy Tuhirman (CEO Generali Indonesia), Jutany Japit (Direktur dan COO Generali Indonesia), serta Dr. dr. Vito A. Damay SpJP(K), MKes, AIFO-K, FIHA, FICA, FasCC
Tampak kiri-kanan: Edy Tuhirman (CEO Generali Indonesia), Jutany Japit (Direktur dan COO Generali Indonesia), serta Dr. dr. Vito A. Damay SpJP(K), MKes, AIFO-K, FIHA, FICA, FasCC
A A A

Kesehatan itu mahal. Moms dan Dads setuju dengan pendapat tersebut? Ya, bagaimana tidak, penyakit kritis di Indonesia, jumlahnya terus meningkat.

Data terbaru mengungkapkan 8 (delapan) penyakit yang paling menghabiskan biaya hingga puluhan triliun masuk dalam kategori penyakit kritis yakni jantung, kanker, stroke, gagal ginjal, hemofilia, thalassemia, leukemia, dan sirosis hati.

Siapa yang bisa menebak datangnya musibah, termasuk diagnosis penyakit kritis. Yang bisa kita lakukan adalah menjalani gaya hidup sehat untuk mencegah risiko penyakit, dan mempersiapkan diri dengan keuangan yang stabil. Sehingga, ketika penyakit datang, kita punya dana untuk pengobatan penyakitnya.

Namun, tak semua orang memiliki tabungan dalam jumlah sangat besar. Apa jadinya ketika tabungan puluhan juta atau ratusan juta yang dikumpulkan demi memenuhi impian, hilang begitu saja ketika penyakit kritis yang biaya pengobatannya sangat bombastis, menyerang. Ironisnya, jumlah dana tersebut, bahkan belum mencukupi untuk pengobatan optimal.

Biaya Pengobatan yang Sangat Mahal

Ketika Moms dan Dads ke rumah sakit, coba perhatikan daftar-daftar penyakit di sana. Pasti ada banyak sekali nama organ tubuh bagian dalam tercantum di papan, semisal Hati, Jantung, Ginjal, Paru-paru, dan sebagainya beserta jenis-jenis penyakitnya. Rata-rata, penyakit yang menyerang organ dalam tersebut, membutuhkan biaya pengobatan yang sangat tidak sedikit.

Sebut saja penyakit jantung koroner. Penyakit yang disebut ‘silent killer’ ini membutuhkan biaya pengobatan relatif mahal jika harus melewati tahap bedah. “Biayanya tergantung kasus ya, bisa mulai dari 100 juta hingga 500 juta, bahkan lebih!” imbuh Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, Dr. dr. Vito A. Damay SpJP(K), MKes, AIFO-K, FIHA, FICA, FasCC saat menjelaskan tentang  “Evolusi Penyakit di Era Masa Kini: Perspektif Medis” di Jakarta, Kamis (21/3/24).

Perkembangan globalisasi, urbanisasi dan perubahan lingkungan, kata Dr. Vito, telah memberikan perubahan dengan munculnya penyakit-penyakit infeksi baru (new emerging infectious diseases).

“Penyakit-penyakit ini dapat muncul secara tiba-tiba dan menyebar cepat di masyarakat. Indonesia, sebagai negara kepulauan yang luas dan memiliki beragam ekosistem serta perkotaan padat, telah menciptakan peluang interaksi antara manusia, hewan, dan vektor penyakit. Hal ini juga yang menjadikan kita memiliki kerentanan tersendiri dan telah menghadapi berbagai penyakit baru yang muncul,” imbuhnya.

Baca juga: Tahun 2023 Penyakit Kritis Meningkat dan Bervariasi, Yuk Hindari dan Siapkan Proteksi di Tahun Ini!

Asuransi Tambahan Penyakit Kritis

Cepat tanggap mengikuti perkembangan kesehatan dan sigap melihat tantangan yang dihadapi masyarakat, PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia (Generali Indonesia) meluncurkan produk asuransi tambahan penyakit kritis, Multi-stage Critical Illness Protection atau MCI Pro.

Peluncuran produk asuransi terbaru MCI Pro di Jakarta, Kamis (21/3/24)
Peluncuran produk asuransi terbaru MCI Pro di Jakarta, Kamis (21/3/24)

Edy Tuhirman, CEO Generali Indonesia mengatakan, “Berbeda dari perlindungan penyakit kritis lainnya, perlindungan MCI Pro memperkenalkan manfaat inovatif yang bukan berdasarkan diagnosa nama penyakit yang terdaftar dalam polis, namun perlindungan berdasarkan sistem dan fungsi organ sehingga memiliki perlindungan yang lebih luas. Hal ini mengingat semakin berkembangnya penyakit kritis dan bahkan diduga masih banyak penyakit kritis yang belum teridentifikasi.”

Lebih lanjut, Edy menuturkan manfaat yang bisa Moms dan Dads dapatkan jika membeli produk asuransi tersebut, apa saja?

  1. Melindungi 7 sistem organ dari penyakit kritis, tanpa batasan jumlah penyakit. Adapun 7 sistem organ yang dimaksud adalah sistem kardiovaskular dan fungsi jantung, sistem dan fungsi hati, sistem dan fungsi ginjal, sistem pernapasan dan fungsi paru, sistem pencernaan, sistem sensorik, serta sistem saraf dan fungsi neuromoskular
  2. Uang pertanggungan penyakit kritis hingga 315%
  3. Perlindungan komprehensif dari mulai tahap awal hingga katastropik, dengan konsep proteksi unik organ-based coverage
  4. Melindungi penyakit kanker, stroke, serangan jantung, terminal ilness dan komplikasi diabetes

“Produk asuransi tambahan ini merupakan produk asuransi yang memberikan perlindungan penyakit kritis dan perlindungan terhadap beragam gangguan penyakit kritis hingga usia 85 tahun,” lanjut Edy.

Untuk diketahui, perusahaan asuransi terkemuka tersebut mencatat klaim penyakit kritis di tahun 2023 mengalami peningkatan sebesar 32.35% dari sisi jumlah kasus, dan sebesar 34.16% dari sisi nominal klaim. Beberapa jenis penyakit kritis dengan kasus terbanyak adalah kanker payudara, gagal ginjal kronis, sumbatan pembuluh darah jantung dan serangan jantung, serta stroke.

Untuk itu, kehadiran inovasi asuransi tambahan penyakit kritis disambut positif oleh dr. Vito. “Saya merasa senang bahwa ada perusahaan asuransi yang sudah jeli melihat ke arah sana, dan saya merasa inovasi perlindungan ini belum pernah ada sebelumnya. Saya berharap, perlindungan ini bisa menjadi jawaban atas kekhawatiran masyarakat sambil terus kita edukasi bersama tentang pentingnya gaya hidup sehat sejak dini dan terus perkuat imunitas tubuh,” imbuh dr. Vito.

“Kami hadir untuk melindungi keluarga Indonesia agar bisa lebih tangguh mempersiapkan masa depan. Risiko penyakit kritis semakin besar baik di masa kini maupun masa depan dan masih berpotensi munculnya berbagai penyakit misterius baru. Untuk itu, perlu disadari bahwa perencanaan keuangan perlu disiapkan untuk mengantisipasi risiko finansial dari potensi penyakit yang mengganggu sistem dan fungsi organ tubuh,” tutup Edy.

Kids Zone
Zona di mana buah hati Anda dapat menikmati kisah-kisah seru dalam bentuk cerita dan komik, mengeksplorasi artikel pengetahuan yang menyenangkan, serta permainan yang menarik untuk mengasah pemikiran buah hati.
Masuk Kids Zone
Latest Update
Selengkapnya
img
Ingin Mulai Berinvestasi? Catat 5 Tipe Investasi yang Cocok Berdasarkan Karakter
img
Stress Awareness Month: Cara Melawan Stres di Media Sosial
img
Prediksi Esports 2024: Hilang atau Semakin Gemilang?
img
No Mbak, No Worries! Hadapi Lebaran Tanpa Bantuan ART di Rumah!