ads

Ribuan Pelari Ikut 5K Charity Run, Rp 1,7 Miliar Didonasikan untuk Pendidikan Anak Usia Dini dari Keluarga Rentan

Efa Trapulina - Senin, 31 Agustus 2026
Melalui Generali Lion Heart Run 2026, Generali Indonesia salurkan Rp1,7 Miliar untuk perluas akses pendidikan anak usia dini dari keluarga rentan (Foto: Ist)
Melalui Generali Lion Heart Run 2026, Generali Indonesia salurkan Rp1,7 Miliar untuk perluas akses pendidikan anak usia dini dari keluarga rentan (Foto: Ist)
A A A

Pukul 05.00 WIB di hari Minggu (30/8), Plaza Barat Taman Mini Indonesia Indah (TMII) sudah ramai dengan para peserta lari Generali Lion Heart Run (GLHR) 2026. Area venue dipenuhi sosok-sosok berbalut jersey berwarna merah. Padahal, pintu masuk para peserta baru dibuka 30 menit sebelumnya.

Menit demi menit, satu per satu peserta lari semakin berdatangan. Sebagian datang bersama teman, ada pula yang sendiri, dan ada pula yang bersama keluarga. Tak hanya orang dewasa, para peserta anak pun tampak semangat. Jelang flag off yang baru dimulai pukul 06.00 WIB, para peserta banyak yang melakukan pemanasan sendiri maupun dipandu oleh MC. Dan ketika akhirnya resmi dimulai, ribuan pelari melewati garis START dengan semangat. Bahkan, ada beberapa ayah yang berlari sambil mendorong putra atau putri-nya yang duduk di atas stroller. Menakjubkan!

Sepanjang jarak 5 km, ada yang berlari dengan ritme cepat sekaligus mengejar podium pemenang. Ada pula yang berlari santai sambil mengobrol bersama teman. Para orang tua yang membawa anak juga tampak menikmati perjalanan mereka sendiri.

Pemandangan itu membuat ajang lari pertama dari PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia tersebut terasa lebih dari sekadar perlombaan. Ya, ini adalah 5K charity run yang melibatkan ribuan pelari. Di balik setiap langkah lari para peserta, ada misi sosial yang ikut dibawa.  Seluruh hasil penjualan tiket dan pendapatan acara didonasikan 100% untuk mendukung program The Human Safety Net (THSN).

Generali Lion Heart Run 2026
Para peserta lari 5k charity run bersiap-siap di garis START (Foto: Efa)

Melalui GLHR dan berbagai inisiatif lainnya, berhasil terkumpul donasi senilai Rp1,7 miliar. Donasi disalurkan langsung kepada mitra non-governmental organization (NGO) Komunitas Ibu Profesional (Yayasan Jarimatika) untuk mendukung pendidikan 1.000 anak usia dini di berbagai kota di Indonesia. Nilai donasi tersebut meningkat lebih dari 40 persen dibandingkan donasi yang berhasil dihimpun pada tahun sebelumnya.

Seremoni penyerahan donasi dilakukan oleh Rebecca Tan selaku President Director dan CEO Generali Indonesia kepada Septi Peni Wulandani sebagai Founder Komunitas Ibu Profesional (Yayasan Jarimatika). Prosesi ini turut dihadiri oleh para jajaran manajemen, karyawan, tenaga pemasar dan berbagai mitra bisnis yang turut berkontribusi dalam penggalangan dana.

Rebecca mengungkapkan, “Kami percaya bahwa investasi terbaik adalah investasi pada generasi masa depan. Melalui GLHR 2026, kami berupaya membangun kolaborasi dengan berbagai stakeholder dan masyarakat luas untuk menghadirkan dampak nyata bagi anak-anak dari keluarga rentan, sambil terus menjalankan hidup sehat. Donasi tahun ini terus meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, yang menjadi bukti bahwa kepedulian yang dilakukan bersama dapat memberikan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan,” katanya.

Di balik angka donasi 1,7 Miliar, terdapat persoalan yang lebih besar mengenai akses pendidikan anak usia dini.

(ki-ka) Rebecca
(ki-ka) Sesi penyerahan donasi diwakili oleh Rebecca Tan kepada Septi Peni Wulandani

Laporan United Nations Children's Fund (UNICEF) bersama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa 37,4% anak Indonesia mengalami deprivasi multidimensi, yaitu tidak memiliki akses yang memadai pada sedikitnya dua aspek kesejahteraan dasar seperti pendidikan, kesehatan, gizi, perlindungan, air bersih, sanitasi, dan informasi.

Pada saat yang sama, hampir 40% anak usia 5-6 tahun belum mengikuti layanan Pendidikan Anak Usia Dini, sehingga berpotensi kehilangan kesempatan mendapatkan stimulasi pembelajaran yang optimal pada masa emas perkembangan mereka. Padahal, hingga 90% perkembangan otak anak terjadi sebelum usia 5 tahun, menjadikan pendidikan anak usia dini sebagai fondasi penting dalam membentuk kemampuan belajar, keterampilan sosial, serta karakter anak di masa depan.

Septi menambahkan bahwa kolaborasi yang telah terjalin selama bertahun-tahun telah memberikan manfaat nyata bagi banyak anak dan keluarga rentan. “Melalui ajang charity run ini, kami melihat bagaimana semangat hidup sehat dapat berjalan beriringan dengan semangat berbagi. Kami haturkan terima kasih dan mengapresiasi komitmen seluruh pihak yang telah berpartisipasi, serta berharap kolaborasi ini terus berkembang agar anak-anak Indonesia dapat meraih potensi terbaiknya," katanya.

Melalui GLHR 2026, dana Rp1,7 miliar yang terkumpul menjadi kontribusi untuk memperluas akses pendidikan bagi 1.000 anak usia dini dari keluarga rentan. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari perayaan 18 tahun perjalanan Generali Indonesia di Tanah Air dengan semangat “Every Step Empowering Lives”.

Dan mungkin, itulah makna paling sederhana dari berlari pagi itu: kadang-kadang, kita berlari bukan hanya untuk diri sendiri. Ada langkah orang lain yang ikut kita bawa menuju masa depan.

  

Kids Zone
Zona di mana buah hati Anda dapat menikmati kisah-kisah seru dalam bentuk cerita dan komik, mengeksplorasi artikel pengetahuan yang menyenangkan, serta permainan yang menarik untuk mengasah pemikiran buah hati.
Masuk Kids Zone
Latest Update
Selengkapnya
img
Ribuan Pelari Ikut 5K Charity Run, Rp 1,7 Miliar Didonasikan untuk Pendidikan Anak Usia Dini dari Keluarga Rentan
img
Hearts2Hearts Ajak Eksplorasi Rasa Baru Lewat Semangat ‘New Taste, New Vibe’
img
Dari Konser hingga Traveling, Begini Cara Memaksimalkan Kamera Smartphone
img
Lewat Beauty Performs Under Pressure: Empat Perempuan Indonesia Buktikan Ketahanan Fisik dan Mental di HYROX Bangkok