ads

Rumah Sakit Jiwa Kembali ke Panggung, Lakon Teater Koma yang Tetap Relevan Setelah 35 Tahun

Efa Trapulina - Sabtu, 11 Juli 2026
Cuplikan adegan Rumah Sakit Jiwa (Foto: Ist)
Cuplikan adegan Rumah Sakit Jiwa (Foto: Ist)
A A A

Tiga puluh lima tahun setelah pertama kali dipentaskan, Rumah Sakit Jiwa kembali hadir di panggung. Lakon karya N. Riantiarno yang menjadi salah satu karya penting Teater Koma ini dipentaskan kembali melalui kolaborasi dengan Bakti Budaya Djarum Foundation pada 30 Juli hingga 2 Agustus 2026 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki.

Produksi ke-237 Teater Koma ini kembali mengangkat kisah tentang manusia, relasi kuasa, dan keberanian mengubah sistem yang telah mengakar. Lewat ceritanya, penonton diajak mempertanyakan, benarkah dunia yang kita tinggali perlahan berubah menjadi sebuah "rumah sakit jiwa"?

Cerita berpusat pada dr. Rogusta, dokter baru di sebuah rumah sakit jiwa yang dipimpin Profesor Sidarita. Berbekal keyakinan bahwa pendekatan yang penuh persahabatan mampu membantu proses penyembuhan pasien, Rogusta mulai menerapkan cara yang perlahan mengubah kehidupan di rumah sakit tersebut. Namun perubahan itu justru memicu konflik dengan sistem yang telah lama berjalan dan mereka yang merasa posisinya terancam.

Program Manager Bakti Budaya Djarum Foundation, Billy Gamaliel, mengatakan seni pertunjukan teater tetap memiliki tempat istimewa di tengah banyaknya pilihan hiburan saat ini. "Teater menghadirkan pengalaman yang hanya dapat dirasakan ketika penonton dan pemain berbagi ruang dan waktu yang sama. Kami terus mendukung karya-karya seperti Rumah Sakit Jiwa yang tidak hanya menawarkan kualitas artistik, tetapi juga mengajak penonton merefleksikan berbagai persoalan yang masih dekat dengan kehidupan kita," ujarnya.

Menurut sutradara Rangga Riantiarno, Rumah Sakit Jiwa sejak awal bukan semata bercerita tentang sebuah institusi, melainkan tentang manusia dan berbagai persoalan yang mengitarinya. Untuk menghadirkan karakter yang kuat, para pemain tidak hanya berlatih membaca naskah, tetapi juga melakukan observasi ke rumah sakit jiwa serta berdiskusi dengan psikolog klinis dan psikiater. "Proses tersebut menjadi bagian penting agar apa yang disaksikan penonton lahir dari empati dan pemahaman yang utuh," imbuhnya.

Perhatian pada detail juga terlihat dari rancangan kostum karya Samuel Wattimena dan Rima Ananda. Samuel menegaskan kostum bukan sekadar pelengkap visual. "Setiap rancangan dibuat untuk membantu penonton mengenali karakter, latar belakang, hingga perubahan yang dialami masing-masing tokoh sepanjang cerita," jelasnya.

Pementasan ini menjadi momen istimewa bagi Ratna Riantiarno yang kembali memerankan Ibu dr. Rogusta setelah 35 tahun, sekaligus bertindak sebagai produser. "Naskahnya tetap sama, tetapi pengalaman hidup selama puluhan tahun membuat saya melihat Rogusta dengan sudut pandang yang berbeda dan menemukan banyak lapisan baru dalam karakternya. Seluruh proses itu membuat Rumah Sakit Jiwa menjadi pertunjukan yang istimewa bagi saya," ungkapnya.

Didukung tata musik garapan Fero A. Stefanus, tata artistik, tata cahaya, tata suara, kostum, multimedia, dan puluhan pemain lintas generasi, Rumah Sakit Jiwa akan dipentaskan pada 30 Juli-2 Agustus 2026.

Pertunjukan berlangsung pukul 19.30 WIB, dengan tambahan jadwal pukul 13.30 WIB pada 1 dan 2 Agustus. Tiket dibanderol mulai Rp100.000 hingga Rp850.000 dan dapat diperoleh melalui situs resmi Teater Koma maupun Loket.

Kids Zone
Zona di mana buah hati Anda dapat menikmati kisah-kisah seru dalam bentuk cerita dan komik, mengeksplorasi artikel pengetahuan yang menyenangkan, serta permainan yang menarik untuk mengasah pemikiran buah hati.
Masuk Kids Zone
Latest Update
Selengkapnya
img
Rumah Sakit Jiwa Kembali ke Panggung, Lakon Teater Koma yang Tetap Relevan Setelah 35 Tahun
img
Dapat Pesan Manis dari BTS, Keseruan Baru Menikmati Perpaduan Jajanan Tradisional Korea Bersama Si Kecil di Rumah
img
Ada Sentuhan Indonesia Timur dalam Lirik “Sepanjang Jalan” yang Dibawakan Lyodra, Amora, dan Silet Open Up
img
Menggugah Selera, Menggali Makna: Ketika Pangan Lokal Jadi Tren Gaya Hidup Sehat Masa Kini