Saat Hobi Berlari Bantu Wujudkan Masa Depan Pendidikan dan Lingkungan
Berlari bukan hanya soal menjaga kebugaran. Ketika dilakukan bersama dengan tujuan yang lebih besar, setiap langkah juga dapat menjadi bagian dari upaya menciptakan perubahan positif. Semangat inilah yang hadir dalam Deloitte Indonesia Runify 2026, yang berhasil menggalang dana lebih dari Rp170 juta untuk mendukung pendidikan dan masa depan berkelanjutan di Indonesia.
Digelar di Plaza Sudirman, Gelora Bung Karno, Jakarta, kegiatan ini diikuti lebih dari 600 karyawan Deloitte, klien, mitra, dan anggota komunitas. Para peserta dapat memilih rute lari sejauh 5 kilometer atau 10 kilometer yang melintasi kawasan Car Free Day (CFD) Jakarta.
Lebih dari sekadar aktivitas fitness dan wellbeing, Runify 2026 menjadi ruang bagi berbagai pihak untuk bergerak bersama dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Dana yang dihimpun melalui penjualan tiket dan donasi akan digunakan untuk mendukung program pendidikan bagi pelajar dari kelompok masyarakat kurang mampu.
Dari Langkah Kecil untuk Masa Depan Pendidikan
Ajang lari kali ini melanjutkan keberhasilan penyelenggaraan tahun sebelumnya sekaligus memperkuat komitmen untuk menciptakan dampak positif di luar lingkungan kerja.
Kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif WorldClass perusahaan, yang berfokus pada perluasan kesempatan melalui pendidikan dan pengembangan keterampilan bagi masyarakat di berbagai belahan dunia.
Brian Indradjaja, Indonesia Leader sekaligus Presiden Direktur PT Deloitte Konsultan Indonesia, mengatakan besarnya dana yang terkumpul menunjukkan kekuatan kolaborasi ketika banyak orang bergerak untuk tujuan yang sama.
“Kami sangat bangga atas dampak yang dihasilkan bagi masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. Tahun ini, kami ingin kegiatan ini mencerminkan arah Indonesia ke depan, yaitu masa depan yang ditandai oleh teknologi, keberlanjutan, dan tujuan bersama,” ungkap Brian.
Menurut Brian, kontribusi peserta, karyawan, klien, relawan, pendukung, hingga para donatur bukan hanya mendukung sebuah kegiatan olahraga, tetapi juga membantu memperluas akses pendidikan bagi generasi muda Indonesia.
Semangat tersebut menjadi penting karena pendidikan dan keterampilan merupakan salah satu fondasi untuk membuka peluang yang lebih luas bagi generasi mendatang. Dengan akses yang lebih baik, generasi muda diharapkan memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensi dan mempersiapkan diri menghadapi perubahan dunia.
Impact Month: Mengubah Kepedulian Menjadi Aksi
Ajang ini pun menjadi bagian dari Impact Month 2026, sebuah rangkaian kegiatan yang mendorong karyawan untuk berkontribusi melalui aktivitas kerelawanan dan donasi.
Tidak hanya berlari dalam satu hari, lima charity runners secara bersama-sama menempuh jarak 1.038 kilometer sepanjang bulan sebagai bagian dari dukungan terhadap program tersebut.
Semangat berbagi kemudian diperluas melalui berbagai kegiatan yang menggabungkan kepedulian sosial dengan isu lingkungan.
Sejalan dengan komitmen WorldClimate, mereka menggandeng Jejakin untuk mengukur jejak karbon Runify 2026. Pengukuran mencakup emisi yang dihasilkan dari aktivitas peserta, transportasi, hingga operasional acara.
Jejak karbon yang dihasilkan kemudian akan dikompensasi melalui penanaman mangrove sebagai bagian dari upaya konservasi lingkungan dalam jangka panjang.
Langkah ini memberikan gambaran bahwa sebuah acara dapat dirancang tidak hanya dengan mempertimbangkan keseruan dan partisipasi, tetapi juga dampaknya terhadap lingkungan.
Memberi Kehidupan Kedua bagi Limbah Elektronik
Kepedulian terhadap lingkungan juga diwujudkan melalui pengumpulan limbah elektronik atau e-waste. Karyawan diajak mengumpulkan perangkat elektronik yang sudah tidak digunakan agar memiliki kesempatan kedua dan tidak langsung berakhir di tempat pembuangan akhir.
Bersama Olah Plastic, limbah plastik dan elektronik yang dikumpulkan dari kantor mereka kemudian diolah menjadi berbagai elemen acara yang kreatif sekaligus fungsional. Material tersebut antara lain dimanfaatkan untuk membuat medali finisher, elemen panggung, dinding foto, hingga instalasi seni.
Upaya tersebut sekaligus memperkenalkan konsep ekonomi sirkular, yaitu pendekatan yang berupaya memperpanjang masa guna suatu produk dan material melalui penggunaan kembali, pengolahan, atau pemanfaatan ulang.
Dengan cara ini, benda yang sebelumnya dianggap sebagai sampah dapat kembali memiliki nilai dan fungsi.
Sebanyak 50 karyawan juga mengikuti lokakarya upcycling. Dalam kegiatan tersebut, keyboard komputer yang sudah tidak digunakan diubah menjadi gantungan kunci.
Selain menghasilkan produk baru, lokakarya tersebut menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya pengelolaan limbah elektronik secara bertanggung jawab dan bagaimana kreativitas dapat menjadi bagian dari solusi lingkungan.
Keberlanjutan Dimulai dari Kebiasaan
Balim, Growth Leader, Deloitte Indonesia, mengatakan keberlanjutan tidak cukup berhenti pada gagasan, tetapi perlu diterjemahkan menjadi tindakan nyata.
“Keberlanjutan menjadi bermakna ketika diwujudkan dari niat menjadi tindakan. Melalui Impact Month 2026, karyawan kami menunjukkan bagaimana kreativitas, kolaborasi, dan berbagai pilihan kecil dalam keseharian dapat menciptakan dampak yang lebih besar,” tutur Balim.
Menurutnya, memberikan kehidupan kedua bagi keyboard, plastik, dan limbah elektronik bukan hanya membantu mengurangi jumlah sampah. Lebih dari itu, kegiatan tersebut mendorong perubahan pola pikir mengenai konsumsi yang bertanggung jawab dan ekonomi sirkular.
Pada akhirnya, ajang lari ini menunjukkan bahwa kontribusi terhadap masyarakat dan lingkungan dapat hadir melalui berbagai cara. Dari berlari 5 atau 10 kilometer, menyisihkan donasi untuk pendidikan, mengukur dan mengompensasi jejak karbon, hingga mengubah limbah elektronik menjadi benda yang kembali berguna.
Setiap langkah mungkin terlihat sederhana jika dilakukan sendiri. Namun, ketika ratusan orang bergerak bersama dengan tujuan yang sama, langkah tersebut dapat berubah menjadi dampak yang jauh lebih besar, membuka akses pendidikan bagi generasi muda sekaligus menumbuhkan kesadaran untuk menjaga lingkungan.
Inilah pesan utama yang dibawa. Masa depan yang lebih baik dibangun bukan hanya dengan mimpi, tetapi dengan langkah-langkah nyata yang dilakukan bersama.