Saat Toko Kelontong Indonesia Naik Kelas dan Lampaui Pencapaian Global
Suasana meriah menyelimuti Lido Music & Arts Center (LMAC), Bogor, pada Senin (26/01/2026). Ribuan pelaku UMKM dari seluruh penjuru Indonesia berkumpul dalam satu semangat yang sama, merayakan transformasi toko kelontong melalui Pesta Retail 2026. Acara yang diinisiasi oleh Sampoerna Retail Community (SRC) ini bukan sekadar seremoni, melainkan bukti nyata ketangguhan ekonomi rakyat di era digital.
Hadir dalam acara tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memberikan apresiasi tinggi terhadap ekosistem yang kini menaungi lebih dari 250.000 toko kelontong. Dalam sambutannya, ia mengungkapkan fakta yang membanggakan bagi Indonesia.
Ya, siapa sangka kalau warung kelontong langganan kita di ujung gang, ternyata punya kekuatan yang bikin geleng-geleng kepala. Bukan cuma sekadar tempat beli beras atau sabun, toko kelontong di Indonesia sekarang sudah bertransformasi jadi "pahlawan ekonomi" yang modern.
Lebih Besar dari Amerika Serikat
Menko Airlangga menyebutkan bahwa skala jaringan retail tradisional ini merupakan pencapaian yang luar biasa, bahkan di tingkat dunia.
"Di Amerika saja hanya ada sekitar 220 ribu jaringan serupa. Dengan jumlah yang mencapai 250 ribu, Indonesia terbukti lebih besar. Ini adalah kebanggaan nasional karena Bapak dan Ibu pemilik toko adalah pahlawan ekonomi yang menjaga resiliensi ekonomi kita," ujar Airlangga di depan ribuan perwakilan anggota.
Airlangga juga menyoroti bagaimana sektor konsumsi dan retail tetap tumbuh kuat (real sales index tumbuh 6,3% di akhir 2025), yang salah satunya digerakkan oleh perputaran uang di toko-toko kelontong ini.
Transformasi Digital dan "The Power of Emak-Emak"
Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk., Ivan Cahyadi, menjelaskan bahwa kunci keberhasilan ini terletak pada pendampingan yang konsisten. Lewat platform digital, toko kelontong tradisional kini telah berevolusi menjadi toko modern yang terintegrasi dengan sistem pembayaran digital (QRIS) dan layanan produk digital lainnya.
Data menarik pun terungkap:
- 90% Anggota Terdigitalisasi: Mayoritas toko sudah menggunakan teknologi untuk operasionalnya.
- Pemberdayaan Perempuan: Lebih dari 54% pemilik toko adalah perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga.
- Jagoan QRIS: Transaksinya nggak perlu ribet cari kembalian, tinggal scan saja. Pertumbuhan pengguna QRIS kita bahkan salah satu yang tercepat di Asia!
- Ekspor Teknologi: Platform digital AYO yang dikembangkan di Indonesia kini mulai digunakan dan diekspor ke berbagai negara lain.
Jadi sekarang, jangan bayangkan toko kelontong yang gelap dan berantakan, ya. “Ini bukan cuma soal bisnis, tapi soal kebersamaan. Lewat 10.000 Paguyuban, para pemilik toko saling bantu, berbagi ilmu manajemen, sampai bareng-bareng belajar literasi digital,” ungkap Ivan Cahyadi.
Dukungan Penuh Pemerintah melalui KUR dan Koperasi
Mewakili Menteri UMKM Maman Abdurrahman, Riza Damanik kembali menegaskan komitmen pemerintah untuk terus menyuntikkan modal bagi pelaku usaha mikro. Pada tahun 2026, plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) disiapkan lebih dari Rp300 Triliun dengan bunga rendah 6% agar pelaku UMKM bisa terus ekspansi.
Selain modal, pemerintah juga mengajak para anggota untuk menjadi fasilitator dalam pembentukan Koperasi Merah Putih. Inisiatif ini bertujuan memperkuat kegotongroyongan di desa-desa, di mana para pengusaha yang sudah memiliki jiwa kewirausahaan tinggi ini diharapkan bisa menularkan ilmunya kepada masyarakat sekitar.
Momentum Solidaritas Nasional
Pesta Retail 2026 ditutup dengan semangat kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan mitra strategis seperti BUMN. Mempertegas bahwa toko kelontong bukan lagi sekadar usaha sampingan, melainkan fondasi kokoh menuju visi Indonesia Emas 2045.
Inisiatif seperti Sapa UMKM dan Entrepreneur Hub juga disiapkan agar semua data UMKM terintegrasi. Jadi, kalau Moms punya produk home-made yang oke, akses untuk masuk ke pasar yang lebih luas bakal makin terbuka lebar.
Toko kelontong adalah bukti kalau ekonomi Indonesia itu resilient alias tahan banting karena kita punya semangat gotong royong. Jadi, kalau nanti Moms belanja di toko kelontong berlogo SRC, ingat ya kalau Moms juga lagi bantu pahlawan ekonomi nasional!
Dengan digitalisasi yang matang dan dukungan akses modal yang luas, toko kelontong Indonesia kini siap berdiri sejajar, bahkan melampaui retail modern global.