ads

Saatnya Jadi Inovator! My Digital Space Beri Hadiah Pelatihan Coding untuk 90 Ribu Pelajar Indonesia Selama 5 Tahun

Efa Trapulina - Kamis, 21 Agustus 2025
UOB bermitra dengan Ruangguru untuk membekali 90.000 pelajar  Indonesia dengan keterampilan digital melalui program UOB My  Digital Space (Foto: Efa)
UOB bermitra dengan Ruangguru untuk membekali 90.000 pelajar Indonesia dengan keterampilan digital melalui program UOB My Digital Space (Foto: Efa)
A A A

Moms, bayangkan jika anak-anak kita tidak hanya sibuk main game di gadget, tapi juga bisa menciptakan game mereka sendiri. Gambaran ini bukan lagi sekadar mimpi. Pada 20 Agustus 2025 lalu, di Balai Sarbini Jakarta, UOB Indonesia bersama Ruangguru meluncurkan program besar bernama UOB My Digital Space, sebuah inisiatif lima tahun yang akan membekali 90 ribu pelajar di 38 provinsi dengan keterampilan digital, dari coding hingga literasi teknologi. Program ini sebenarnya bukan hal baru. Sejak diperkenalkan pada 2021, My Digital Space telah hadir di empat negara Asia, menjangkau lebih dari 101 ribu pelajar, dan kini semakin diperluas dengan cakupan lebih besar di Indonesia.

Peluncuran yang dihadiri pejabat pemerintah, termasuk Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof. Abdul Mu’ti dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Prof. Pratikno,  juga diikuti lebih dari seribu peserta. Suasananya meriah, penuh optimisme bahwa anak-anak Indonesia tidak hanya akan menjadi pengguna teknologi, tapi juga penciptanya.

“Peluncuran My Digital Space bersama Ruangguru adalah wujud komitmen kami untuk mendukung pendidikan sekaligus mendorong kemajuan ekonomi dan transformasi digital Indonesia,” ujar Hendra Gunawan, President Director UOB Indonesia, dalam sambutannya. Ia menekankan bahwa keberhasilan bisnis harus berjalan seiring dengan kemajuan masyarakat, dan pendidikan menjadi pintu utama.

UOB Ruangguru My Digital Space
Program My Digital Space akan berlangsung selama 5 tahun dan menjangkau 90.000 pelajar Indonesia

Program ini memang hadir di saat yang tepat. Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) 2024 menunjukkan tingkat literasi digital nasional baru mencapai 43,34 persen, hanya sedikit meningkat dibanding 43,18 persen tiga tahun sebelumnya. Angka ini menandakan masih banyak PR untuk menyiapkan generasi muda menghadapi dunia yang semakin dikuasai kecerdasan buatan (AI).

Lalu, seperti apa bentuk nyata program ini? Menurut Belva Devara, CEO Ruangguru, setiap jenjang pendidikan mendapatkan pengalaman belajar yang disesuaikan. Anak SD akan belajar membuat animasi dan game interaktif sederhana melalui block programming. Untuk siswa dan siswi SMP, mereka akan didorong untuk mengembangkan aplikasi mobile sederhana. Begitu di SMA, tantangannya lebih serius: belajar bahasa pemrograman Python lengkap dengan struktur data, conditional, loop, optimasi algoritma, hingga capstone project. Setiap jenjang menjalani 48 sesi pembelajaran per tahun, dibagi dalam enam unit, dan di akhir tahun siswa diwajibkan menghasilkan karya nyata, entah berupa animasi, aplikasi, atau proyek Python.

Belva menjelaskan lebih jauh bahwa dalam lima tahun ke depan, program My Digital Space ini akan menjangkau 250 hingga 500 sekolah setiap tahunnya, tersebar di sekitar 60 kota dan kabupaten di 38 provinsi. “Program ini akan memberikan beasiswa pelatihan coding kepada 90.000 siswa SD, SMP, dan SMA di seluruh Indonesia,” katanya. 

Menariknya, seleksi siswa cukup ketat. Dari puluhan ribu pendaftar, hanya sekitar 31,2 persen yang diterima, dengan prioritas diberikan kepada mereka dari kalangan keluarga sosial ekonomi menengah ke bawah. Angkatan pertama tahun ajaran 2025/2026 bahkan sudah mulai sejak awal Agustus di lebih dari 100 sekolah, dan ratusan sekolah lainnya segera menyusul sepanjang Agustus–September.

Belajar coding di sini bukan sekadar teori. Program ini dilengkapi dengan showcase, kompetisi coding, hingga demo proyek bersama orang tua. Metode pengajarannya pun unik: menggunakan model dua guru yakni satu subject matter expert dari Ruangguru dan satu guru sekolah setempat yang sudah dilatih. Semua materi disajikan melalui Learning Management System (LMS) Ruangguru, lengkap dengan pre-test dan post-test, laporan belajar khusus untuk orang tua dan sekolah, hingga fitur gamifikasi bernama Star Chance yang membuat anak lebih semangat belajar mandiri.

“Bagi kami, penghargaan sesungguhnya bukan sekadar masuk daftar internasional, tapi melihat dampak nyata bagi anak-anak Indonesia,” ujar Belva. Ia menambahkan bahwa Ruangguru ingin menciptakan virtuous cycle: anak-anak belajar coding, kemudian memamerkan karya mereka, lalu ikut kompetisi, dan akhirnya semakin percaya diri untuk melangkah lebih jauh.

Kolaborasi ini juga menjadi cara UOB merayakan ulang tahunnya yang ke-90 di Asia. Alih-alih pesta besar, bank ini memilih memberikan “hadiah digital” berupa akses pendidikan untuk ribuan anak Indonesia. Sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo untuk meningkatkan kualitas SDM, program ini diharapkan bisa menjadi katalis perubahan, membuka kesempatan belajar lebih merata, dan menyiapkan generasi yang tidak hanya bisa mengikuti zaman, tapi juga menciptakan masa depannya sendiri.

Bagi Moms dan Dads, ini artinya kita punya alasan baru untuk lebih bersemangat mendukung anak-anak ketika belajar di depan layar. Karena siapa tahu, dari layar itu kelak lahir karya animasi, aplikasi, atau bahkan inovasi digital besar yang bisa membanggakan bangsa.

Kids Zone
Zona di mana buah hati Anda dapat menikmati kisah-kisah seru dalam bentuk cerita dan komik, mengeksplorasi artikel pengetahuan yang menyenangkan, serta permainan yang menarik untuk mengasah pemikiran buah hati.
Masuk Kids Zone
Latest Update
Selengkapnya
img
Memahami Anak Neurodivergent dengan Pendekatan dan Pendidikan Inklusif yang Tepat
img
Mengenalkan Toleransi Sejak Dini, Kenapa Enggak? Ini Langkah Mudahnya!
img
Siapkan Talenta Global, Integrasi AI dan Sentuhan Humanis dalam Pendidikan Pariwisata Nasional
img
Waspada Ancaman Siber, Tips Mengunci Pintu Bagi Peretas dan Malware