ads

Seberkas Cahaya di Tengah Krisis Sampah Plastik, 12 Sosok Inspiratif para Penggerak Plastic Smart Cities

Novita Sari - Senin, 08 Desember 2025
Dewi Lestari Yani Rizki dan Veronica Tan berfoto bersama dengan ke-11 local champion, para penggerak Plastic Smart Cities, Senin (08/12/2025) di Tugu Kunstkring Paleis, Menteng, Jakarta Pusat. Foto: Dedy Suripto/WWF-Indonesia
Dewi Lestari Yani Rizki dan Veronica Tan berfoto bersama dengan ke-11 local champion, para penggerak Plastic Smart Cities, Senin (08/12/2025) di Tugu Kunstkring Paleis, Menteng, Jakarta Pusat. Foto: Dedy Suripto/WWF-Indonesia
A A A

Sampah plastik. Kata ini bukan hanya sekadar isu, melainkan sebuah krisis global yang mencekik. 

Setiap tahun, lautan kita dibanjiri sekitar 8 juta ton plastik, mengancam ekosistem dan masa depan kehidupan di Bumi. 

Di Indonesia, tantangan ini semakin kompleks. Sebagian besar sampah berakhir di TPA, alih-alih diolah menjadi potensi ekonomi yang berkelanjutan.

Namun, di tengah bayang-bayang masalah yang masif ini, muncul inisiatif dan kolaborasi yang membawa harapan. Sebuah cahaya di tengah krisis.

Inisiatif Plastic Smart Cities

Dalam kesempatan Peluncuran & Bedah Buku “Seberkas Cahaya di Tengah Krisis Sampah Plastik” pada Senin, 08 Desember 2025 di Tugu Kunstkring Paleis, Menteng, Jakarta Pusat, Dewi Lestari Yani Rizki, Chief Conservation Officer WWF Indonesia mengatakan, sejak tahun 2018, mereka telah meluncurkan inisiatif global Plastic Smart Cities (PSC) sebagai upaya konkret untuk mengatasi badai sampah plastik. 

"Tujuan utamanya adalah mendorong kota-kota di dunia, termasuk di Indonesia, untuk menerapkan solusi nyata, mengurangi konsumsi plastik sekali pakai, meningkatkan daur ulang, dan yang terpenting, mencegah kebocoran plastik ke lingkungan," ujar Dewi.

Di Indonesia, PSC telah berjejaring dan bekerja sama dengan mitra di kota-kota seperti Jakarta, Kota Bogor, dan Kota Depok. Melalui kolaborasi ini, praktik terbaik dalam pengelolaan dan pengurangan sampah plastik mulai bersemi. 

Meskipun setiap kota menghadapi tantangan unik, terutama terkait perbedaan regulasi dan kebijakan, jejak keberhasilan telah terukir.

Pahlawan Lokal di Garis Depan

Di balik capaian program ini, terdapat kisah-kisah luar biasa dari individu-individu yang dijuluki Local Champions

Mereka adalah para penggerak sejati di tingkat akar rumput, yang menolak diam dan memilih untuk bertindak. Mereka mendedikasikan diri untuk merancang dan menerapkan solusi lokal, menjadi katalis perubahan di komunitas masing-masing.

Kisah para pahlawan ini kini terabadikan dalam sebuah buku bertajuk "Seberkas Cahaya di Tengah Krisis Sampah Plastik: Jejak Para Penggerak Plastic Smart Cities".

Dari lebih dari 30 mitra program PSC WWF, terpilih 11 mitra dengan 12 sosok inspiratif yang didokumentasikan dalam buku ini.

Pemilihan sosok-sosok ini sebagian besar dilakukan oleh mitra itu sendiri, memastikan bahwa yang tertulis adalah individu-individu terpilih yang secara aktif menggerakkan perubahan signifikan dalam pengelolaan sampah di areanya.

Buku yang ditulis oleh jurnalis senior, Sonya Helen Sinombor ini disebut sebagai perayaan atas hasil yang dicapai melalui proses berliku dan penuh tantangan.

Namun, bagi WWF-Indonesia, peluncuran buku ini adalah "perayaan memenangkan satu nilai yang terus kami perjuangkan, yaitu kolaborasi."

Langkah-langkah Program Plastic Smart Cities hanya akan bermakna jika kolaborasi terbangun secara kokoh bersama para mitra. Ini adalah pembangunan hubungan kelembagaan yang setara dalam semangat perlindungan lingkungan dan konservasi.

Veronica Tan, Wamen PPPA dan Dewi Lestari, WWF Indonesia. Foto: Dedy Suripto/WWF-Indonesia
Veronica Tan, Wamen PPPA dan Dewi Lestari, WWF Indonesia. Foto: Dedy Suripto/WWF-Indonesia

Veronica Tan, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang turut hadir, menyebut, perubahan ini membutuhkan "hati yang kuat" dan "urgensi yang kuat." 

"Tanpa dorongan internal yang teguh, tekad untuk memulai setiap hari, perubahan masif tidak akan pernah terwujud. Apresiasi ini bukan hanya ditujukan kepada 11 Champion yang terangkum dalam buku, namun kepada setiap individu yang berani mengambil langkah," kata Vero.

"Saya gak yakin hari ini kita punya acara ini, kalau tidak punya hati yang kuat dan tidak punya urgency yang kuat dan tidak punya istilahnya bangun tidur pagi ya udah saya mulai, bangun tidur buka mata ya udah saya mulai," tambah Vero.

Merangkul Ketahanan Lokal dan Kedaulatan Pangan

Diskusi ini meluas melampaui isu plastik, menyentuh pentingnya membangun ketahanan lokal dan kedaulatan pangan, terutama di tengah isu krisis bahan pokok yang mungkin dihadapi di masa mendatang.

Veronica pun turut memperjuangkan penguatan perempuan melalui inisiatif kebun komunitas pangan lokal. Ini adalah model terkecil yang berfokus pada individu di tingkat akar rumput, khususnya perempuan yang telah melakukan pekerjaan baik namun seringkali tidak memiliki akses dan pengakuan.

Melalui upaya ini, kebudayaan menanam umbi-umbian lokal seperti singkong, jagung, dan ubi-ubian lainnya kembali dibudidayakan. 

Hal ini sejalan dengan kearifan nenek moyang, yang menanam berdasarkan iklim dan kesesuaian tanah. Budaya ini juga mencakup praktik permaculture dan restorasi lingkungan yang tidak merusak.

Ini adalah langkah progresif: membangun ketahanan lokal bukan dengan instruksi pemerintah, melainkan dengan memulainya dari tingkat komunitas. Program ini bahkan berani menargetkan 20.000 kebun pangan lokal perempuan, sebuah langkah agresif yang harus dilakukan agar hasilnya terlihat nyata.

Pada akhirnya, isu sampah plastik dan krisis pangan memiliki benang merah yang sama: perluasan kolaborasi, aksi dari hati yang kuat, dan pengembalian kedaulatan serta ketahanan di tingkat lokal.

Kids Zone
Zona di mana buah hati Anda dapat menikmati kisah-kisah seru dalam bentuk cerita dan komik, mengeksplorasi artikel pengetahuan yang menyenangkan, serta permainan yang menarik untuk mengasah pemikiran buah hati.
Masuk Kids Zone
Latest Update
Selengkapnya
img
Rayakan Hari Perempuan Internasional dengan Pengalaman Spesial untuk Keluarga
img
Remaja Jakarta 5 Kali Lebih Empati Setelah Melaporkan Kebaikan Teman
img
Saat Inspirasi Takjil Ramadan Lintas Generasi dan Semangat UMKM Lokal Bertemu di Takjell Festival 
img
Seni Mengatur Keuangan Bareng Pasangan Tanpa Bikin Ribut