Spelling Bee; Ajang Seru untuk Mengasah Kemampuan Berbahasa Inggris Anak
Spelling Bee atau kompetisi mengeja kata dalam bahasa Inggris ini bukan hanya menyenangkan, tapi juga sangat bermanfaat untuk perkembangan bahasa dan keterampilan anak. Spelling Bee adalah kompetisi di mana peserta, biasanya anak-anak, diminta mengeja kata dalam bahasa tertentu. Kata-kata yang diberikan sering kali memiliki tingkat kesulitan yang berbeda-beda, mulai dari kata sederhana hingga yang cukup rumit. Tidak hanya sekadar menghafal, anak juga belajar memahami struktur kata, asal kata, dan pelafalannya.
Kompetisi ini populer di banyak negara sebagai sarana untuk melatih kemampuan berbahasa, terutama dalam bahasa Inggris. Selain itu, Spelling Bee juga sering dikemas dalam suasana kompetitif yang menyenangkan, sehingga anak-anak bisa belajar tanpa merasa tertekan.
Melalui Spelling Bee, anak-anak akan mengenal lebih banyak kosakata, cara pelafalan, serta ejaan yang benar. Ini sangat berguna, terutama jika orang tua ingin si kecil lebih mahir berbahasa Inggris.
Mengingat pelajaran bahasa Inggris akan menjadi wajib di sekolah dasar (SD) mulai kelas 3 pada tahun ajaran 2027/2028, sesuai Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbudristek) Nomor 12 Tahun 2024, sebagai bagian dari Peta Jalan Pendidikan Nasional untuk mempersiapkan siswa berdaya saing global.
Oleh sebab itu, perusahaan multinasional sekaligus jaringan sekolah bahasa Inggris, English 1, kembali menghadirkan kompetisi mengeja kata bertajuk Kompetisi Nasional Spelling Bee ke-18 di Balai Sarbini, Jakarta, Sabtu (10/1). Tahun ini menjadi tonggak penting karena untuk pertama kalinya kompetisi ini diselenggarakan dengan identitas baru. Setelah beroperasi selama 30 tahun dengan nama EF Kids & Teens, rebranding menjadi English 1.
President Director English 1, Matthew Kenley menyebutkan ada 1.300 murid yang memenuhi kualifikasi (eligible) untuk mengikuti kompetisi tingkat nasional ini, yang mewakili kategori grup untuk murid SD kelas 1 hingga SMP kelas 3. Mereka adalah finalis terbaik yang lolos seleksi dari kompetisi regional Spelling Bee, yang melibatkan 19.500 murid di 58 kota penyelenggara.
“Tahun ini bukan sekadar kompetisi. Ini adalah momen penting yang menandai awal dari era baru. Setelah tiga dekade hadir, kami membawa energi baru, cara pandang baru, dan komitmen yang lebih kuat untuk mempersiapkan generasi muda Indonesia menghadapi dunia global. Spelling Bee ke-18 ini menjadi simbol bagaimana kami terus memimpin, berinovasi, dan memberikan standar kualitas tertinggi dalam pendidikan bahasa Inggris,” ungkapnya.
Tak hanya itu saja, untuk pertama kalinya, sertifikat pemenang di kompetisi nasional ini akan didaftarkan ke Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). “Pendaftaran sertifikat peserta ke Puspresnas adalah terobosan terbesar kami tahun ini. Dengan pengakuan resmi ini, sertifikat kompetisi nasional Spelling Bee ini berada pada level yang sama dengan sertifikat kompetisi prestasi lain yang tercatat di Puspresnas, seperti Olimpiade Sains Nasional dan berbagai ajang prestasi tingkat pelajar lainnya. Inisiatif ini memberikan nilai akademik yang signifikan bagi peserta dan dapat digunakan untuk keperluan jalur prestasi, seleksi sekolah, hingga peluang beasiswa di masa depan,” imbuhnya.