Tahukah, Moms? Lebih dari 10 Juta Remaja Putri Masih Hadapi Tantangan Kesehatan Menstruasi, Ini Solusinya
Pernahkah Moms membayangkan bagaimana rasanya jika hal paling alami yang dialami oleh setiap Perempuan yaitu menstruasi, justru menjadi beban berat dan sumber kecemasan bagi buah hati kita?
Faktanya, hari ini lebih dari 10 juta remaja putri di Indonesia masih harus menghadapi tantangan besar terkait kesehatan dan kebersihan menstruasi, mulai dari keterbatasan fasilitas sanitasi hingga minimnya edukasi yang benar.
Nah, dalam rangka memperingati Hari Kebersihan Menstruasi (Menstrual Hygiene Day) dan sebagai bentuk kepedulian mendalam terhadap masa depan generasi muda, Kimberly-Clark Softex Indonesia bersama Project HOPE, Yayasan Project HOPE, dan RISE Foundation terus memperkuat komitmen kolaboratif mereka.
Bersama-sama, mereka bergerak untuk meningkatkan kesadaran kesehatan menstruasi sekaligus memberikan dukungan nyata bagi perempuan dan remaja putri di berbagai penjuru tanah air melalui inisiatif HER WAY (Healthy, Educated, and Resilient Wellbeing for Every Adolescent Girl and Young Woman).
Menstruasi bukan hanya tentang kebersihan, tetapi juga tentang martabat, akses, Kesehatan, dan kesejahteraan. Permasalahan ini menjadi semakin serius bagi mereka yang tinggal di kawasan dengan akses kesehatan yang kurang memadai, di bantaran sungai yang tercemar, atau di wilayah pedesaan dengan infrastruktur sanitasi dan kebersihan yang terbatas.
Beberapa remaja perempuan bahkan terpaksa menggunakan kain bekas tanpa proses pembersihan yang memadai, alternatif yang tidak aman yang dapat meningkatkan risiko infeksi serta gangguan kesehatan reproduksi jangka panjang. Selain itu, beban finansial untuk membeli produk menstruasi turut memperparah keterpinggiran remaja perempuan dari keluarga kurang mampu.
Menurut UNESCO, keterbatasan akses terhadap kebutuhan menstruasi menjadi salah satu alasan utama jutaan remaja perempuan di seluruh dunia putus sekolah.
Menstruasi adalah bagian alami dari kehidupan, namun bagi banyak remaja perempuan di Indonesia, topik ini masih diselimuti oleh keheningan, stigma, dan keterbatasan akses terhadap informasi yang akurat. Satu dari empat anak perempuan mengalami menstruasi pertamanya tanpa pengetahuan sebelumnya, hal ini menunjukkan betapa mendesaknya kebutuhan akan edukasi kesehatan menstruasi yang lebih mudah diakses dan komprehensif.
Sebagai merek perawatan feminin terkemuka di Indonesia, perusahaan percaya bahwa peningkatan kesehatan menstruasi tidak hanya tentang penyediaan produk. Upaya ini membutuhkan edukasi berkelanjutan, sistem dukungan komunitas yang kuat, serta kolaborasi antar sektor untuk menciptakan dampak jangka panjang yang berkelanjutan.
Inisiatif HER WAY dirancang sebagai program berbasis siklus kehidupan yang mendukung remaja perempuan, perempuan, dan ibu baru pada tahapan penting dalam kehidupan mereka, mulai dari pubertas hingga masa awal menjadi ibu. Program ini juga selaras dengan prioritas kesehatan nasional yang berfokus pada pemberdayaan remaja, kesehatan ibu, dan kesejahteraan keluarga.
Febrina Herlambang, Head of Communications and Corporate Affairs Kimberly-Clark Softex Indonesia, menyatakan, “Kami percaya bahwa kemitraan yang kuat dan komitmen bersama terhadap masyarakat merupakan kunci untuk menciptakan dampak yang berkelanjutan. Melalui kolaborasi dengan Project HOPE, kami bertujuan untuk memperluas akses terhadap edukasi kesehatan menstruasi dan kesehatan ibu sehingga perempuan dan remaja perempuan di seluruh Indonesia dapat hidup lebih sehat dan percaya diri. Kami juga memberikan donasi produk, termasuk popok Sweety dan pembalut, kepada komunitas melalui Yayasan Project HOPE.”
Tahun ini, inisiatif tersebut mengusung tema Dignity for Every Mother, yang menekankan pentingnya lingkungan yang mendukung bagi perempuan di setiap tahap kehidupan. Melalui kelas persiapan ibu dan sesi peer-to-peer, program ini menghadirkan ruang aman bagi para perempuan untuk berbagi pengalaman, mengakses informasi yang terpercaya, serta membangun jaringan dukungan yang kuat bagi keluarga dan komunitas.
Laura Brye, Senior Program Specialist, Global Health Asia Region, Project HOPE, menyampaikan, “Kami sangat menghargai kelanjutan kemitraan ini dalam memasuki fase baru Program HER WAY. Fokus utama kami adalah memperkuat kesadaran akan kesehatan menstruasi bagi perempuan dan remaja perempuan di Indonesia. Kami yakin bahwa edukasi yang lebih baik, kemudahan akses terhadap fasilitas sanitasi, serta pemberdayaan masyarakat akan menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan suportif. Langkah ini tidak hanya berkontribusi pada siklus hidup yang lebih sehat, tetapi juga meningkatkan kualitas kesehatan ibu secara keseluruhan.”
MENSTRU-WISE: Cerdas tentang Menstruasi, Bijak dalam Menjaga Kesehatan
Sebagai bagian dari perluasan program tahun ini, diluncurkan MENSTRU-WISE (Smart About Period, Wise About Health), sebuah kampanye yang dirancang untuk mendorong remaja perempuan agar lebih memahami tubuh mereka, mengenali tanda-tanda awal terkait masalah kesehatan menstruasi, serta mengambil keputusan yang tepat terkait kesehatan mereka.
Kesehatan menstruasi tidak hanya terbatas pada kebersihan, tetapi juga berkaitan erat dengan kesehatan fisik dan mental. Namun, masalah seperti ketidakteraturan menstruasi, kesehatan hormonal, dan kesejahteraan emosional sering terabaikan, sementara stigma terus menghambat diskusi terbuka.
Fannie Zhang, President Director Kimberly-Clark Softex Indonesia, menambahkan, “Kesehatan menstruasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kesehatan secara keseluruhan dan membutuhkan upaya bersama. Melalui edukasi berkelanjutan dan kemitraan yang kuat, kami bertujuan untuk membantu menghilangkan stigma, serta memastikan setiap perempuan memiliki akses terhadap pengetahuan, dukungan, dan layanan kesehatan yang layak mereka dapatkan.”
Mendorong Dampak melalui Edukasi dan Pelibatan Komunitas
Melalui program HER WAY, mereka akan menjangkau 220.000 remaja perempuan di seluruh Indonesia melalui inisiatif kampanye digital, edukasi berbasis sekolah, serta pelibatan komunitas yang dipimpin oleh RISE Foundation.
Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk memperluas akses terhadap pelayanan kesehatan menstruasi dan kesehatan ibu di Indonesia. Dengan mengadopsi pendekatan siklus kehidupan, program ini berfokus pada edukasi kesehatan menstruasi, layanan persalinan yang berkualitas, serta dukungan kesehatan mental dari masa remaja hingga awal masa keibuan.
Diimplementasikan di sejumlah wilayah utama, termasuk Tangerang, Bandung, Sidoarjo, dan Banyuwangi, kemitraan selama dua tahun ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi lebih dari satu juta perempuan dan remaja perempuan di seluruh Indonesia.
RISE Foundation berkomitmen penuh untuk menempatkan generasi muda, khususnya remaja, sebagai agen perubahan utama, bukan sekadar penerima manfaat. Melalui program ini, RISE tidak hanya membuka ruang bagi partisipasi mereka, tetapi juga membangun ekosistem yang suportif dengan melibatkan para guru melalui intervensi berbasis sekolah serta memperkuat dukungan antar teman sebaya melalui program Heroes Goes to School and Community.