Tak Sekadar Bermain, The Hardest Farming Game Bawa Dampak Nyata dari Dunia Virtual ke Petani Indonesia
Anak Moms suka main game di Roblox? Platform game ini memang menawarkan banyak pilihan permainan dan pengalaman yang bisa dimainkan anak.
Nah, bagaimana jika aktivitas bermain tersebut sekaligus mengajak anak mengenal profesi, memahami sebuah proses, dan memberikan dampak nyata bagi orang lain?
Gagasan tersebut menjadi salah satu latar peluncuran CLEVO World: The Hardest Farming Game, pengalaman bermain interaktif di Roblox yang dihadirkan oleh CLEVO, brand minuman susu UHT di bawah PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk, yang juga membawa komitmen mendukung tumbuh kembang anak melalui nutrisi dan pengalaman bermain.
Diluncurkan pada 10 September 2026 di Rumah Kenanga, Jakarta, pengalaman ini tidak hanya menawarkan aktivitas bertani secara virtual. Anak juga dapat mengeksplorasi berbagai profesi, mencoba peran yang berbeda, serta memahami proses yang perlu dilalui untuk mencapai sebuah tujuan.
Bukan Sekadar Mengajak Anak Bermain
Ari Windrayanto Purwito, Brand Equity Director Garudafood, menjelaskan bahwa keputusan menghadirkan pengalaman bermain digital berangkat dari keyakinan bahwa bermain merupakan bagian penting dari tumbuh kembang anak.
“Kami menghadirkan CLEVO World, karena kami mempercayai bahwa bermain merupakan bagian penting dari tumbuh kembang anak. Melalui permainan imajinatif ini mereka dapat belajar bereksplorasi, bersosialisasi, dan mengenal dunia melalui berbagai pengalaman baru,” terang saat ditemui di acara peluncuran.
Ari juga menjelaskan bahwa Roblox merupakan salah satu platform game yang paling banyak dimainkan oleh anak-anak Indonesia sehingga platform ini dipilih sebagai ruang untuk menghadirkan pengalaman bermain game sekaligus menyampaikan nilai sosial yang ingin dibawa kepada anak.
Di dalam The Hardest Farming Game, anak-anak tak hanya bermain peran (role play) sebagai petani, melainkan juga dapat mengeksplorasi beberapa profesi, seperti dokter atau pemain sepak bola.
Namun, yang diperkenalkan bukan hanya gambaran profesinya. Anak juga diajak melihat proses di balik profesi tersebut. Misalnya, ketika memainkan peran sebagai pemain sepak bola, pemain tidak langsung masuk ke pertandingan. Ada latihan yang perlu dilakukan terlebih dahulu. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa untuk mencapai suatu hasil, ada proses yang harus dijalani.
Hal serupa hadir dalam pengalaman sebagai petani. Di sini, anak-anak dapat melakukan simulasi proses produksi pertanian dan berstrategi ketika menghadapi anomali cuaca maupun wabah hama yang dapat menyerang tanaman. Dengan simulasi ini, secara tidak langsung dapat memupuk rasa empati dan kepedulian mendalam terhadap kondisi para petani lokal.
“Pencapaian tidak selalu terjadi secara instan. Ada proses, latihan, ketekunan, keputusan, dan kemungkinan untuk mencoba kembali ketika mengalami kegagalan,” imbuh Ari.
Dengan pendekatan tersebut, game ini mencoba mengajak anak memahami bahwa kegagalan atau kesulitan merupakan bagian dari proses untuk mencapai sesuatu. Hal ini sejalan dengan tujuan “Unlocking Play Today, for Tomorrow Greatness” serta semangat “Raih Impianmu” yang mereka usung.
Ada Riset di Balik Permainan
Pengalaman tersebut tidak dibuat secara asal. Ratu Aida Raisya, Head of Studio KARIS Studio sebagai developer, menjelaskan bahwa sejak awal tantangannya bukan hanya membuat game yang menarik untuk dimainkan.
“Tantangan kami bukan hanya membuat sebuah game yang menarik, tetapi menciptakan pengalaman yang memiliki cerita dan tujuan. Setiap elemen dalam The Hardest Farming Game dirancang untuk menghubungkan keseruan bermain dengan nilai ketekunan, eksplorasi, dan dampak sosial,” ujar perempuan berusia 18 tahun ini.
Menurut Aida, ide tersebut berangkat dari rasa ingin tahu anak terhadap berbagai profesi. Anak bisa saja sudah memiliki gambaran tentang profesi yang mereka impikan, tetapi belum tentu mengetahui keterampilan atau proses yang diperlukan untuk mencapai profesi tersebut.
Karena itu, ia mengatakan bahwa tim kreatif melakukan riset mengenai berbagai profesi dan keterampilan yang berkaitan dengan pekerjaan tersebut. Hasilnya kemudian diterjemahkan ke dalam pengalaman bermain dan sistem progres di dalam game.
Dengan begitu, profesi tidak hanya ditampilkan sebagai sebuah hasil akhir. Anak diberi kesempatan untuk merasakan sebagian prosesnya melalui permainan peran dan tantangan yang tersedia.
Mengenalkan Tantangan Petani
Dalam The Hardest Farming Game, pemain harus mengembangkan lahan dan berusaha mendapatkan hasil panen sambil menghadapi tantangan yang terinspirasi dari kondisi pertanian. Hama dan cuaca menjadi bagian dari permainan sehingga pemain perlu menentukan strategi dan mengambil keputusan.
Ari menjelaskan bahwa tim pengembang berusaha menerjemahkan tantangan yang dihadapi petani ke dalam bentuk yang dapat dipahami melalui permainan.
Permainan tersebut memang tidak dibuat serumit kondisi pertanian sebenarnya. Namun, pemain tetap dapat merasakan adanya proses, pengambilan keputusan, serta konsekuensi dari pilihan yang dibuat.
“Tantangan hama dan cuaca yang disimulasikan dalam permainan ini bukan sekadar rintangan fiktif, keduanya mencerminkan realita yang sesungguhnya dihadapi petani Indonesia di setiap musim tanam,” kata Ari.
Bagi orang tua, bagian ini dapat menjadi kesempatan untuk mengenalkan hal yang mungkin belum dekat dengan keseharian anak. Misalnya, bagaimana makanan yang tersaji di meja makan berkaitan dengan proses panjang di sektor pertanian.
Dengan memainkan peran sebagai petani, anak tidak hanya melihat hasil akhir berupa panen, tetapi juga menghadapi berbagai hal yang perlu dilakukan sebelum hasil tersebut diperoleh.
Cerita mengenai tantangan petani juga menjadi bagian penting dalam game ini. Dalam video yang ditampilkan saat peluncuran, Sarno Asikin, perwakilan petani penerima manfaat dari Desa Siwuluh, Brebes, Jawa Tengah menceritakan bagaimana kehidupan petani tidak selalu mudah.
“Bertani itu banyak tantangannya. Kalau sampai di titik ini merasa bertani itu melelahkan, memang begitulah rasanya,” ujar Sarno.
Sarno juga menyebut sejumlah kondisi yang harus dihadapi petani dalam menjalankan pekerjaannya.
“Setiap hari kami menghadapi cuaca, hama, gagal panen, dan banyak hal yang tak bisa kami kendalikan.”
Dijelaskan oleh Aida, gambaran tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam tantangan di dalam game. Pemain dapat menghadapi musim kemarau, badai, maupun wabah hama yang mengganggu lahan maupun tanaman.
Pemain juga dapat menggunakan alat virtual untuk membantu menghadapi tantangan tersebut, seperti water gun untuk musim kemarau, waternet untuk badai, serta traktor antihama.
Dari Pay-to-Win Menjadi Play-for-Good
Selain pengalaman bermain, ada satu elemen lain yang menjadi bagian penting dari game ini, yaitu konsep “Pay to Win in Game, Help Them Win in Life.”
Dalam permainan, pemain dapat menggunakan Robux untuk memperoleh berbagai alat virtual. Bagi Moms yang belum familiar, Robux adalah mata uang virtual dalam Roblox yang digunakan untuk membeli berbagai item atau fitur dalam game.
Yang membuat mekanisme ini berbeda dengan game lain adalah keterhubungannya dengan dukungan bagi petani. Sebab, 100 persen Robux yang dibelanjakan pemain di dalam The Hardest Farming Game menjadi bagian dari akumulasi dukungan untuk petani Indonesia.
Dukungan tersebut kemudian diberikan melalui sarana atau fasilitas pertanian yang disesuaikan dengan kebutuhan kelompok tani penerima manfaat.
Sarno menggambarkan hubungan tersebut melalui alat-alat yang tersedia dalam permainan.
“Setiap alat yang kau beli dalam game bukan cuma membantu menghadapi berbagai tantangan. Ini juga akan menjadi donasi untuk petani di dunia nyata seperti saya. Ya, harapan saya… mudah-mudahan donasi ini bisa bermanfaat bagi kita semua,” imbuh Sarno.
Dengan mekanisme tersebut, aktivitas yang dilakukan pemain di dunia virtual memiliki keterhubungan dengan dukungan kepada para petani di dunia nyata.
Bagi anak, pengalaman ini tetap berupa permainan. Namun, di balik aktivitas tersebut, ada kesempatan untuk mengenal profesi, memahami proses, menghadapi tantangan, dan melihat bahwa aktivitas di dunia digital juga dapat memiliki tujuan sosial.
Dengan menghadirkan pengalaman yang relevan terhadap kehidupan, brand minuman susu UHT ini berupaya memperkuat posisinya bukan hanya sebagai produk yang dikonsumsi, melainkan sebagai bagian dari perjalanan tumbuh kembang anak dan keluarga Indonesia.
“Sebagai bagian dari inisiatif ini, penyaluran bantuan kepada petani diperkirakan akan berlangsung pada akhir 2026,” tutup Ari.