Tips Memilih Jajan Sehat di Sekolah
Siapa yang tak tergoda dengan jajanan kekinian di lingkungan sekolah? Minuman warna-warni, aneka gorengan renyah, hingga jajanan viral yang sering muncul di media sosial. Meski rasanya enak tapi apakah semua jajanan ini baik untuk kesehatan?
Nah, agar aman jajan di sekolah, ada "7 Tips Pilih Jajanan Sehat”, yaitu Pilih jajanan yang bersih dan tertutup, Pastikan penjual menjaga kebersihan tangan dan peralatan, Warna jajanan mencolok dan tidak alami? Hindari ya! Jajanan terbuka atau dihinggapi lalat? Jangan dipilih! Bau jajanan tidak sedap atau terasa aneh? Jangan dikonsumsi! Pilih jajanan yang dimasak matang dan tidak basi, Jangan lupa cuci tangan sebelum makan jajanannya.
"Kami ingin mengedukasi masyakarat dengan pengetahuan dan cara-cara sederhana, mulai dari mencuci tangan, memilih jajanan yang aman, hingga menyimpan makanan dengan benar. Harapannya, melalui kebiasaan kecil seperti ini, kita dapat melindungi kesehatan keluarga sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan aman,” ungkap Ronni Rombe, Supply Chain & Quality Assurance Director PT Rekso Nasional Food di acara program tahunan Community Month (Bulan Komunitas) yang digelar di SDN Cikini 01 Jakarta pada Selasa, 30 September 2025.
Sementara pedagang kantin dibekali “8 Kunci Kantin Sehat & Aman”. Edukasi disampaikan dengan cara interaktif melalui permainan dan storytelling, dilengkapi dengan poster edukasi dan sertifikat apresiasi untuk pedagang kantin.
“Anak-anak sangat antusias karena materinya aplikatif dan mudah dipahami, bahkan untuk siswa SD. Penyuluhan bagi pedagang kantin juga sangat bermanfaat dan langsung bisa diterapkan dalam mendukung terciptanya kantin sehat di sekolah, seperti memisahkan makanan mentah dan matang, menjaga kebersihan alat, serta melindungi makanan dari debu dan seranga. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat membentuk kebiasaan sehat sejak dini dan menjangkau lebih banyak sekolah,” ujar Bestiana Manihuruk, Kepala SDN Cikini 01 Jakarta.
“Melalui edukasi sederhana, aplikatif, dan menyenangkan, program ini diharapkan dapat menciptakan efek berantai: penerima manfaat tidak hanya mendapat pengetahuan, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di komunitasnya masing-masing,” tutup Ronni.