Wajah Baru Hiburan Akhir Pekan: Ribuan Gen Z dan Keluarga Muda Belajar Kelola Sampah di Semasa Piknik 2026
Di bawah rindangnya pepohonan Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, suasana akhir pekan, Sabtu, 27 Juni 2026 itu terasa sangat berbeda. Ribuan langkah kaki, mulai dari Gen Z dengan pakaian estetiknya hingga keluarga muda yang mendorong kereta bayi, memadati area creative market tahunan, Semasa Piknik 2026.
Aroma gurih mi instan yang khas, tawa anak-anak yang sedang mengikuti permainan berhadiah, serta jejeran tenant kuliner kreatif, langsung menyambut siapa saja yang melangkah mendekat.
Salah satu sudut yang paling menarik perhatian adalah sebuah instalasi bernuansa hangat bertajuk Rumah Indofood X Rekosistem yang menjadi magnet utama perhatian pengunjung. Di sini, anak-anak muda dan para ibu tampak antusias membuat berbagai karya kreativitas dengan memanfaatkan sampah kemasan plastik yang diubah menjadi barang-barang berguna.
Ketika Kreativitas, UMKM, dan Aksi Nyata untuk Lingkungan Bertemu
Memasuki satu dekade perjalanannya, Semasa Piknik 2026 kembali mengukuhkan diri sebagai salah satu wadah creative market terbesar di Indonesia. Tahun ini, festival tersebut menghadirkan lebih dari 275 tenant kreatif pilihan yang telah dikurasi secara ketat dari berbagai daerah, bahkan ada yang datang jauh-jauh dari Bali.
"Kita pakai seluruh lapangan banteng ini, jadi orang bisa sambil belanja, sambil piknik, gitu. Dan ini tuh sebenarnya sudah tahun kelima untuk Semasa Pikniknya, tapi juga ini 10 tahunnya Semasa. Awal mulanya itu di tahun 2016 di Kota Tua. Jadi kita mulai kecil-kecilan saja, iseng, project iseng di Kota Tua. Nah, lama-lama makin gede, makin gede. Yang membedakan kita adalah kriterianya yang menarik saja sih untuk anak muda, yang lagi kekinian, dan punya keunikan," terang Gunawan Lo, Co-Founder Semasa.
"Kita sudah beberapa kali diajak Pak Gunawan, terima kasih, diajak kerja sama dengan acara kreatif market terbesar di Indonesia ini. Senang banget. Tentunya kita ada beberapa consumer experience activities, gitu ya. Ada games, ada merchandise eksklusif. Dan kita juga mengajak UMKM binaan kita. Jadi nanti pokoknya experience-nya banyak. Teman-teman bisa seru-seruan di sini," sambung Fierman Authar, Head of Consumer Engagement Marketing PT Indofood Sukses Makmur Tbk.
“Tidak sekadar menjadi ajang untuk memperkenalkan produk, tetapi juga mengusung misi yang jauh lebih besar yaitu pemberdayaan UMKM kuliner sekaligus kampanye pengelolaan sampah (waste management) yang bertanggung jawab. Juga kesempatan untuk membangun engagement yang lebih personal, seru, dan relevan. Ini menjadi wujud dukungan terhadap semangat kreativitas untuk keberlanjutan yang dekat dengan generasi muda dan keluarga muda masa kini,” tambah Fierman.
Salah satu langkah konkret perusahaan di ajang ini adalah membuka ruang tumbuh bagi ekosistem kuliner kreatif Indonesia. Bogasari, misalnya, memboyong tiga mitra UMKM binaannya untuk memperluas pasar ke segmen yang lebih muda. Yaitu: Loafjkt (produk bakery modern), Mie Bebek by Cha Kitchen, dan Pukis Kota Baru (kuliner legendaris asal Yogyakarta yang viral).
Sementara itu, Sambal Indofood menggandeng mitra food service-nya, Bakso Ajo, untuk memberikan pengalaman kuliner lokal yang menggugah selera bagi puluhan ribu pengunjung.
Langkah untuk Bumi
Di balik keriuhan ratusan stan kuliner dan kerajinan tangan, terdapat misi sosial dan lingkungan yang kuat. Menyadari bahwa setiap acara berskala besar berpotensi menghasilkan tumpukan sampah, kolaborasi dilakukan untuk mengintegrasikan aspek keberlanjutan (sustainability) langsung di area festival.
Santo Hura, selaku Corporate Social Responsibility Environment menjelaskan bahwa langkah edukasi ini didasari oleh kepedulian bersama terhadap regulasi pengelolaan lingkungan yang sedang digalakkan pemerintah.
"Yang uniknya kali ini kita gandeng teman-teman dari Rekosistem karena kita sadari bahwa setiap event, setiap kegiatan pasti tidak lepas dari yang namanya sampah. Jadi mau dari hasil kegiatan UMKM, dari teman-teman pengunjung, semuanya pasti menghasilkan sampah. Nah itu yang kita lihat sebagai potensi untuk kita bisa kelola bersama. Kita punya program yang kita sudah mulai woro-woro namanya Langkah Untuk Bumi. Jadi Langkah Untuk Bumi ini semacam inisiatif dari kita untuk melakukan kegiatan yang terkait dengan lingkungan... karena untuk mengedukasi orang ini sebenarnya kita perlu terus intensif ya, enggak bisa hanya sekali dua kali untuk mengubah kebiasaan orang-orang," papar Santo.
Komitmen jangka panjang ini juga ditegaskan sebagai bagian dari pilar Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan yang mencakup berbagai aspek kehidupan masyarakat.
"Kita kan ada ESG, ada sustainability ya. Dan kalau dari sisi CSR itu kita ada 5 pilar. Jadi environment tuh salah satunya, tapi juga ada nutrisi, kemudian akan ada strengthen economic value yang bicara soal UMKM, pelatihan, dan segala macam. Ini sebenarnya sesuatu yang akan terus-menerus sih menurut aku. Kita akan coba gali karena mungkin setiap event punya karakteristik sendiri-sendiri ya. Kita udah mulai mencoba mengkawinkan, yuk, nggak cuman kami yang masuk, gitu ya, tapi ada nilai lebih yang kita mau bawa," timpal Andrew Hallatu selaku Head of Corporate Public Relations.
Mengubah Sampah Menjadi Karya
Menyadari bahwa setiap festival besar selalu menyisakan persoalan limbah, maka inisiatif hijau bertajuk "Langkah Untuk Bumi" diluncurkan. Di Semasa Piknik 2026, inisiatif ini diwujudkan melalui kolaborasi strategis bersama Rekosistem, sebuah penyedia layanan manajemen sampah digital.
Selama tiga hari pelaksanaan festival (26–28 Juni 2026), sampah yang dihasilkan oleh tenant maupun pengunjung, dikelola secara ketat agar tidak berakhir begitu saja di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Strategi Pengelolaan Sampah di Semasa Piknik 2026:
- Penyediaan Waste Bin: Sebanyak 13 titik tempat pembuangan sampah khusus tersebar di seluruh area Lapangan Banteng. Pemilahan dibuat sangat simpel: kategori "bisa membusuk" (organik) dan "tidak bisa membusuk" (anorganik/daur ulang).
- Edukasi Nyata via Recommentors: Sebanyak 8 edukator lapangan berompi biru dikerahkan untuk berinteraksi langsung dan membantu pengunjung memilah sampah mereka dengan benar.
- Proses Pasca-Acara Terintegrasi: Seluruh sampah yang terkumpul dibawa ke Rekosistem Waste Hub untuk dipilah detail dan disalurkan ke mitra daur ulang. Seluruh datanya dicatat secara transparan melalui dashboard digital terintegrasi.
- Recycling Creative Workshop: Pengunjung diajak langsung membawa kemasan pasca-pakai seperti botol air mineral atau bungkus snack untuk di-upcycle menjadi produk baru yang bernilai guna.
Joshua Valentino, Chief Operating Officer Rekosistem, memproyeksikan bahwa total timbulan sampah yang dikelola selama acara ini dapat mencapai 700 kg hingga 1,5 ton. Melalui sistem kerja 3R (Reduce, Reuse, Recycle) yang ketat, Rekosistem menargetkan tingkat reduksi sampah mencapai 60% hingga 70% untuk mengurangi beban TPA Bantar Gebang.
Menjawab Paradoks Kemasan dan Keberlanjutan
Menanggapi tantangan mengenai bisnis makanan kemasan yang kerap menyisakan limbah plastik, Andrew menegaskan bahwa kemasan tidak bisa dipisahkan dari faktor keamanan pangan (food safety). Namun, perusahaan terus bergerak secara simultan melalui inovasi tim R&D untuk mengurangi penggunaan plastik dari hulu, sekaligus mengedukasi hilir lewat manajemen sampah yang inklusif.
“Keberlanjutan adalah perjalanan yang dibangun bersama. Melalui kolaborasi ini, kami berharap semakin banyak masyarakat terinspirasi untuk memulai langkah sederhana dalam mengelola sampah secara bertanggung jawab demi lingkungan yang lebih baik,” tandas Andrew.
Bagi warga Jakarta yang ingin menikmati hangatnya atmosfer piknik di ruang terbuka, mencicipi kuliner legendaris, sekaligus belajar berkontribusi nyata bagi bumi, Semasa Piknik 2026 di Taman Lapangan Banteng masih akan berlangsung hingga Minggu, 28 Juni 2026.