17.000 Siswa dari Sabang sampai Merauke Belajar Langsung melalui Kunjungan Edukatif ke Pabrik

Novita Sari - Selasa, 29 September 2026
Program kunjungan pabrik yang telah berlangsung sejak 2023 dan menjadi salah satu kegiatan rutin setiap bulan ini menerima kunjungan dari jenjang TK hingga Perguruan Tinggi. Foto: Ist
Program kunjungan pabrik yang telah berlangsung sejak 2023 dan menjadi salah satu kegiatan rutin setiap bulan ini menerima kunjungan dari jenjang TK hingga Perguruan Tinggi. Foto: Ist
A A A

Siapa bilang belajar hanya bisa dilakukan di ruang kelas? Melihat langsung mesin bekerja, mengenal proses produksi, hingga mengetahui bagaimana sebuah produk dibuat, ternyata bisa menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan, lho. 

Itulah yang dirasakan sekitar 17.000 siswa dari berbagai daerah di Indonesia lewat kunjungan edukatif ke pabrik YILI.

Ya, produsen es krim Joyday ini terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan anak Indonesia melalui program kunjungan edukatif ke pabrik. 

Inisiatif tersebut memberikan kesempatan bagi para pelajar dari Sabang sampai Merauke untuk melihat secara langsung proses produksi es krim, sekaligus mengenal lebih dekat penerapan teknologi modern dalam industri makanan dan minuman.

Presiden Direktur PT Yili Indonesia Dairy, Yu Miao, mengatakan, mereka percaya pembelajaran tidak hanya terjadi melalui buku atau teori, tetapi juga melalui pengalaman langsung yang dapat memperluas wawasan anak-anak. 

“Program kunjungan pabrik ini telah berlangsung sejak 2023 dan menjadi salah satu kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap bulan. Kami menerima kunjungan dari jenjang TK hingga Perguruan Tinggi, namun, saat ini mayoritas sekitar 60-70% merupakan siswa dengan jenjang SMP hingga SMA,” ujar Bapak Yu Miao.

Saat berkunjung ke pabrik, para siswa dapat melihat langsung bagaimana teknologi, standar kualitas, dan proses produksi diterapkan dalam industri es krim. Kegiatan ini tentunya menjadi pengalaman yang bermanfaat, menyenangkan, sekaligus menginspirasi mereka untuk terus belajar dan mengenal dunia industri sejak dini.

Foto: Ist
Memberikan kesempatan bagi para pelajar dari Sabang sampai Merauke untuk melihat secara langsung proses produksi es krim Joyday. Foto: Ist

Para pelajar diajak mengenal berbagai tahapan produksi dan mendapatkan pengetahuan seputar proses pembuatan es krim. Mereka juga dapat melihat fasilitas pabrik, termasuk area galeri dan ruang observasi, yang dirancang untuk memberikan gambaran mengenai proses produksi secara aman, edukatif, dan seru.

Program ini terbuka untuk semua sekolah dari seluruh Indonesia. Bahkan sekolah yang berasal dari Sumatera dan Kalimantan pun tertarik untuk ikut serta dalam kunjungan pabrik ini. Hal itu menunjukkan tingginya antusiasme sekolah dan pelajar untuk mengenal proses industri secara langsung.

Program kunjungan pabrik ini juga menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk mendekatkan dunia pendidikan dengan dunia industri. Dengan pendekatan yang lebih praktis dan menyenangkan, para pelajar tidak hanya mendapatkan informasi mengenai produk, tetapi juga memahami pentingnya teknologi, inovasi, kebersihan, dan standar kualitas dalam proses produksi.

Foto: Ist
PT Yili Indonesia Dairy terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan anak Indonesia melalui program kunjungan edukatif ke pabrik. Foto: Ist

Perwakilan pihak sekolah turut menyampaikan apresiasinya terhadap program kunjungan pabrik yang dinilai dapat memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi para siswa.

“Kunjungan seperti ini memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi siswa, karena mereka dapat melihat langsung proses produksi dan memahami bagaimana teknologi digunakan dalam industri. Melalui kunjungan ini, para siswa dapat melihat langsung proses pembuatan es krim yang biasa mereka makan. Bagi kami, kegiatan ini membantu memperluas wawasan anak-anak dan membuat pembelajaran menjadi lebih nyata, menarik, dan mudah dipahami,” ujar Ibu Deliana Sagitalia, S.Si., M.Pd., Kepala Sekolah dari SDIT El Rifaat Kreatif.

Selain menjadi sarana edukasi, kunjungan pabrik ini juga menjadi bentuk kontribusi dalam mendukung tumbuh kembang anak Indonesia melalui pengalaman positif. Perusahaan berharap program ini dapat terus menjadi ruang belajar yang terbuka, informatif, dan menyenangkan bagi pelajar dari berbagai daerah.

“Kami akan terus mendukung kegiatan edukatif yang memberikan manfaat bagi anak-anak Indonesia. Kami ingin pabrik YILI tidak hanya menjadi tempat produksi, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran yang dapat mengenalkan anak-anak pada teknologi, kualitas, dan semangat inovasi,” tutup Bapak Yu Miao.

Latest Update
Explore more fun