20 Talenta Terbaik Tampil dalam Perayaan Kreativitas yang Dihadiri Ribuan Masyarakat
Melanjutkan kesuksesan penyelenggaraan Season 1 pada 2025, Aice Got You kembali hadir dengan panggung yang lebih luas, membawa kesempatan bagi talenta dari berbagai daerah untuk menunjukkan kemampuan dan kreativitas mereka.
Setelah menyapa masyarakat di Tangerang, Lampung, Solo, dan Malang dengan melibatkan total ribuan peserta, rangkaian Season 2 mencapai puncaknya melalui Grand Final yang digelar pada beberapa waktu lalu di Taman Fatahillah, Kota Tua, Jakarta.
Sebanyak 20 talenta terbaik dari empat kota tampil dalam satu panggung dengan mengusung semangat “Satu Panggung, untuk Indonesia”.
Ribuan pengunjung hadir langsung di kawasan Kota Tua untuk menyaksikan penampilan para finalis dan musisi, sementara penonton dari berbagai daerah turut mengikuti kemeriahan Grand Final melalui live streaming di kanal resmi Aice Indonesia di TikTok, Instagram, dan YouTube.
Kehadiran secara langsung maupun digital, membuat perayaan ini dapat dinikmati lebih luas, sekaligus mempertemukan talenta-talenta dari berbagai daerah dengan audiens yang lebih beragam.
Sylvana, Senior Brand Manager Aice Group, mengatakan bahwa keberlanjutan acara ini merupakan bagian dari upaya mereka untuk menciptakan ruang yang memungkinkan lebih banyak orang menunjukkan kreativitasnya.
“Setelah melihat antusiasme yang luar biasa di Season 1, kami ingin membawa kembali dengan pengalaman yang lebih besar dan menjangkau lebih banyak talenta. Bagi kami, setiap orang punya cerita dan kemampuan yang layak mendapatkan panggung. Melalui ‘Satu Panggung, untuk Indonesia’, kami ingin mempertemukan talenta dari berbagai daerah, menghadirkan hiburan bagi masyarakat, sekaligus membawa semangat berbagi yang bisa dirasakan lebih luas. Kami berharap pengalaman yang didapat para peserta di setiap panggung dapat menjadi bagian dari perjalanan mereka untuk terus berani berkarya dan menunjukkan kemampuan terbaiknya,” ujar Sylvana.
Dari Empat Kota, Menuju Satu Panggung
Perjalanan Season 2 dimulai melalui rangkaian kegiatan di Tangerang, Lampung, Solo, dan Malang, yang memberikan ruang bagi talenta lokal untuk tampil dan mengekspresikan kreativitas mereka.
Dari rangkaian tersebut, 20 talenta terbaik dari empat kota kemudian terpilih untuk melanjutkan perjalanan ke panggung Grand Final di Jakarta, membawa beragam karakter, gaya, dan cara berekspresi dalam satu panggung.
Menjelang Grand Final, para finalis juga mendapatkan coaching untuk mematangkan penampilan mereka, mulai dari aspek performance, penguasaan panggung, hingga dance. Pembekalan ini memberikan kesempatan bagi para talenta untuk mengembangkan kemampuan sekaligus mempersiapkan penampilan yang lebih matang sebelum tampil di hadapan publik pada Grand Final.
Bagi perusahaan, perjalanan ini menjadi bagian dari semangat mereka untuk menghadirkan ruang bagi lebih banyak talenta untuk berkembang, mendapatkan pengalaman tampil, membangun kepercayaan diri, dan memperkenalkan bakatnya kepada publik.
Dengan demikian, panggung ini tidak hanya tentang hasil akhir, tetapi juga proses dan kesempatan yang didapatkan sepanjang perjalanan.
Semangat tersebut kemudian dipertemukan dalam tema “Satu Panggung, untuk Indonesia” di Grand Final. Selama dua hari, pengunjung tidak hanya dapat menyaksikan penampilan para finalis, tetapi juga mengikuti berbagai aktivitas interaktif, mulai dari games seru, berfoto menggunakan hanbok, hingga menikmati berbagai keseruan bernuansa Korea.
Suasana Grand Final semakin meriah dengan penampilan sejumlah musisi Tanah Air, yaitu Kotak, Armand Maulana, Tipe-X, Drive, dan Semmy Blank, serta dipandu oleh Kresna Julio.
Empat Talenta, Empat Cerita di Panggung Grand Final
Setelah melalui rangkaian perjalanan Season 2, empat nama berhasil meraih penghargaan utama di Grand Final.
Shaney Aurelia berhasil meraih Juara 1 dan membawa pulang dua tiket perjalanan ke Korea Selatan serta uang tunai Rp20 juta.
“Terima kasih karena telah menghadirkan panggung ini yang menjadi panggung untuk kita berekspresi dan menampilkan bakat. Ditunggu Season 3 tahun depan,” ujar Shaney.
Sementara itu, S. A. Rafly Fuzi Maulana atau Hookha dari Lampung meraih Juara 2 dengan hadiah smartphone senilai Rp15 juta dan uang tunai Rp15 juta.
Posisi Juara 3 diraih Bhairawa, peserta asal Lampung yang mendapatkan smartphone senilai Rp10 juta dan uang tunai Rp10 juta.
Adapun juara favorit diraih oleh Charlize Evangeline, peserta asal Solo, yang berhasil membawa pulang hadiah smartphone senilai Rp5 juta serta uang tunai Rp5 juta.
Bagi keempatnya, pencapaian di Grand Final bukan hanya tentang membawa pulang gelar dan hadiah, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan mereka dalam mendapatkan ruang untuk menunjukkan bakat di hadapan masyarakat yang lebih luas.
Tiga Musisi Berbagi Perspektif dari Meja Juri
Selain menjadi panggung bagi para finalis, Season 2 juga menghadirkan sederet musisi papan atas dan dance untuk menjadi dewan juri, antara lain Armand Maulana, Tantri Kotak, dan Semmy Blank.
Ketiganya memberikan penilaian terhadap para finalis dengan melihat berbagai aspek penampilan, mulai dari kemampuan dan kreativitas hingga karakter serta keberanian dalam menguasai panggung.
Bagi Armand Maulana, setiap talenta memiliki warna yang membuat penampilan mereka menarik untuk disaksikan. “Yang menarik dari panggung seperti ini adalah melihat bagaimana setiap peserta punya warna masing-masing. Kemampuan teknis tentu penting, tetapi karakter dan keberanian untuk menunjukkan siapa diri mereka di atas panggung, juga menjadi bagian yang membuat sebuah penampilan bisa diingat,” kata Armand.
Sementara itu, Tantri Kotak melihat keberagaman karakter para finalis sebagai salah satu kekuatan panggung Season 2. “Setiap peserta datang dengan karakter dan cerita yang berbeda. Buat saya, panggung seperti ini justru menjadi kesempatan untuk melihat bagaimana mereka mengolah keunikan masing-masing menjadi sebuah penampilan. Tidak perlu menjadi seperti orang lain, yang penting tahu apa yang menjadi kekuatan diri sendiri,” ujar Tantri.
Menurut Semmy Blank, pengalaman tampil di panggung nasional dapat menjadi bekal bagi para talenta untuk terus berkembang. “Yang dibawa pulang dari panggung ini bukan hanya soal juara atau hadiah. Ada pengalaman tampil, bertemu banyak orang, menerima masukan, dan belajar dari peserta lainnya. Mudah-mudahan pengalaman ini menjadi langkah berikutnya bagi mereka untuk terus berkarya,” ucap Semmy.
Dari Panggung Kreativitas ke Panggung Solidaritas
Semangat “Satu Panggung, untuk Indonesia” juga diwujudkan melalui aksi kemanusiaan yang melibatkan langsung masyarakat. Antusiasme pengunjung untuk menikmati produk serta interaksi penonton selama siaran langsung di TikTok turut dikonversi menjadi dukungan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Dalam dua hari pelaksanaan, total 16.758 es krim terjual di lokasi acara. Seluruh hasil penjualan pada Grand Final Season 2, ditambah donasi Rp10 untuk setiap satu kali like selama Live, sebanyak Rp101.575.410 akan disalurkan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana.
Mereka juga menggandeng Kitabisa dalam penyaluran dukungan tersebut. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya untuk memastikan antusiasme yang terkumpul dari rangkaian acara dapat diteruskan menjadi dukungan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Dengan mekanisme ini, pembelian produk dan interaksi selama live streaming tidak hanya menjadi bagian dari keseruan Grand Final, tetapi juga ikut membentuk dukungan bagi masyarakat terdampak bencana.
Membawa Nuansa Korea ke Panggung Crispymu!
Nuansa Korea turut menjadi bagian dari pengalaman Grand Final, sejalan dengan hadiah perjalanan ke Korea Selatan yang diberikan kepada Juara 1.
Pengunjung dapat menikmati berbagai aktivitas bernuansa Korea, termasuk mengenakan dan berfoto menggunakan hanbok.
Pengalaman tersebut memberikan sentuhan berbeda pada perayaan Grand Final sekaligus memperkuat karakter Season 2 yang dikemas dengan elemen hiburan dan pengalaman interaktif.
Nuansa tersebut juga hadir melalui Crispy Balls Shine Muscat, es krim stik rasa Shine Muscat dengan perpaduan crispy balls, popping candy, dan nata de coco. Kombinasi tekstur renyah, sensasi meletup, lembut, dan kenyal menghadirkan pengalaman menikmati es krim yang playful dan penuh kejutan.
Menutup Season 2 dengan Satu Panggung
Grand Final di Kota Tua menjadi penutup perjalanan yang sebelumnya hadir di empat kota. Dari Tangerang hingga Malang, dari Lampung hingga Solo, rangkaian ini membawa beragam talenta ke satu panggung di Jakarta.
Lebih dari sekadar kompetisi, perjalanan tersebut mempertemukan peserta, musisi, dan masyarakat dalam sebuah pengalaman yang menggabungkan kreativitas, hiburan, dan semangat berbagi. Melalui “Satu Panggung, untuk Indonesia”, mereka ingin menjadikan Grand Final bukan sekadar akhir dari sebuah kompetisi, tetapi perayaan atas keberanian untuk tampil, keberagaman talenta, dan cerita yang lahir dari setiap panggung.
“Kami percaya setiap panggung bisa menjadi awal dari cerita berikutnya. Bukan hanya siapa yang menjadi juara, tetapi keberanian setiap talenta untuk tampil dan terus berkembang. Bagi kami, ketika kreativitas dapat dirayakan bersama dan pada saat yang sama membawa manfaat bagi orang lain, di situlah sebuah panggung memiliki arti yang lebih besar,” tutup Sylvana.