Hadirkan Ruang Bagi Ribuan Anak dari Komunitas Marginal untuk Bermain, Belajar, dan Mencoba Pengalaman Baru Melalui Community Month
Setiap anak membutuhkan ruang untuk bermain, belajar, mencoba pengalaman baru, merasa didampingi, dan diterima. Namun, kesempatan tersebut tidak selalu mudah didapatkan oleh anak-anak yang tumbuh dalam kondisi sosial dan ekonomi rentan. Kehadiran sosok yang mau mendengarkan, menemani, dan memberikan perhatian dapat menjadi pengalaman yang berarti dalam masa tumbuh kembang mereka. Hal ini sejalan dengan upaya Pemerintah dalam menjamin hak setiap anak di Indonesia untuk hidup, tumbuh, berkembang, berpartisipasi, dan mendapat perlindungan.
Laporan Bappenas, BPS, SMERU, dan UNICEF Indonesia tahun 2025 mencatat 11,8 persen anak di Indonesia masih hidup di bawah garis kemiskinan nasional. Laporan yang sama juga menunjukkan bahwa kemiskinan anak tidak hanya berkaitan dengan kondisi ekonomi, tetapi juga dapat berdampak pada berbagai aspek kehidupan dan pemenuhan hak anak. Dalam situasi tersebut, hubungan yang positif dengan orang dewasa dapat menjadi salah satu faktor penting dari pengalaman tumbuh kembang anak. Selain itu, studi yang dipublikasikan di JAMA Psychiatry menunjukkan bahwa anak yang memiliki setidaknya satu hubungan positif dan suportif dengan orang dewasa cenderung memiliki kesehatan mental yang lebih baik di kemudian hari.
Merespons kebutuhan tersebut, program tahunan relawan karyawan McDonald’s Indonesia, Community Month, kembali digelar. Tahun ini, anak-anak dari kelompok marginal, termasuk anak jalanan, anak pemulung, anak terlantar, dan anak dari keluarga prasejahtera, diundang untuk bermain dan belajar bersama para karyawan yang berperan sebagai “Kakak Bimbing McD”. Sebanyak lebih dari 500 karyawan dari berbagai divisi dan posisi meluangkan total 2.036 jam untuk mendampingi 5.250 anak melalui rangkaian kegiatan di 147 restoran yang tersebar di 70 kota dan kabupaten, termasuk Medan, Bandar Lampung, Singkawang, Balikpapan, Malang, Mataram, Makassar, hingga Ambon.
Lebih dari sekadar mengajak anak-anak datang ke restoran, Community Month 2026 menghadirkan berbagai aktivitas serta pengalaman baru, mulai dari sesi bercerita, permainan Nusantara, kitchen tour, membuat kreasi es krim, hingga makan bersama. Setiap kegiatan dirancang untuk menciptakan ruang interaksi yang hangat dan memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk mencoba hal-hal baru, berbagi cerita, serta merasakan kebersamaan yang penuh makna.
Semangat tersebut menjadi bagian dari perjalanan “Sepenuhnya Indonesia” yang terus dihidupkan melalui kehadirannya di tengah masyarakat. “Melalui Community Month, kami ingin menghadirkan semangat ‘Sepenuhnya Indonesia’ melalui hal sederhana, yaitu meluangkan waktu dan hadir bersama adik-adik yang membutuhkan perhatian. Ketika karyawan mengambil peran sebagai Kakak Bimbing, mereka tidak hanya menemani bermain, tetapi juga menciptakan kesempatan bagi anak-anak untuk mencoba pengalaman baru, berbagi cerita, dan merasa diterima. Bagi kami, kepedulian tidak selalu harus diwujudkan melalui sesuatu yang besar. Terkadang, meluangkan waktu dan hadir secara langsung justru menjadi hal yang paling berarti,” ujar Meta Rostiawati, Associate Director of Communications McDonald’s Indonesia.
Memasuki tahun kelima pelaksanaannya, Community Month terus berkembang mengikuti kebutuhan komunitas yang didampingi. Jika pada awalnya kegiatan banyak berfokus pada semangat berbagi dan aktivitas sosial, tahun ini semakin diarahkan pada kehadiran dan pendampingan. Perubahan tersebut tercermin dari tingginya antusiasme dan semakin luasnya keterlibatan karyawan. Jumlah relawan yang berpartisipasi tahun ini meningkat lebih dari dua kali lipat dalam kurun waktu lima tahun terakhir, serta melibatkan karyawan dari berbagai fungsi, mulai dari kru restoran hingga jajaran manajemen yang turut mengambil peran sebagai Kakak Bimbing.
Bagi banyak karyawan, menjadi ‘kakak’ berarti kembali ke komunitas yang dekat dengan mereka. Daryanti, Staf Operations, menyebut Community Month sebagai salah satu program yang paling ia nantikan setiap tahun karena memberinya kesempatan untuk berbagi di luar rutinitas pekerjaan. Selama lima tahun berturut-turut, ia memilih untuk konsisten menjadi relawan dan merasakan langsung bagaimana interaksi sederhana dapat meninggalkan kesan mendalam bagi anak-anak yang didampinginya. “Buat saya, Community Month seperti kegiatan ekstrakurikuler di luar pekerjaan. Saya senang bisa berbagi waktu dan melakukan sesuatu yang berbeda bersama teman-teman dari berbagai departemen. Tahun ini, melihat keceriaan adik-adik yang datang ke restoran membuat saya tersentuh dan semakin menyadari bahwa setiap anak membutuhkan perhatian dan ruang yang aman untuk tumbuh. Pengalaman ini juga ingin saya ceritakan kepada anak saya, agar ia belajar bahwa berbagi dan peduli kepada sesama bisa dimulai dari hal-hal sederhana,” ujar Daryanti.
Sejak pertama kali dilaksanakan, inisiatif Community Month terus berkembang dengan menghadirkan berbagai bentuk kegiatan yang disesuaikan dengan kebutuhan komunitas, mulai dari kegiatan literasi, kebersihan dan kesehatan, inklusi bagi penyandang disabilitas, hingga edukasi keamanan pangan. Jumlah partisipasi anak yang dijangkau juga melonjak signifikan, lebih dari dua kali lipat dibandingkan saat program ini pertama kali diluncurkan. Dari sekitar 2.000 anak pada 2022 menjadi 5.250 anak pada 2026. Tahun ini, anak-anak yang terlibat berasal dari berbagai latar belakang dan didampingi langsung oleh Dinas Sosial, organisasi sosial, rumah singgah, serta komunitas yang selama ini berinteraksi dan mendampingi mereka.
Bagi sebagian anak, kesempatan tersebut menjadi pengalaman berharga yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya. Andini Diva Fitriyani, salah satu anak binaan Yayasan Cahaya Rumah Ilmu Indonesia, mengatakan bahwa ini kali pertamanya ia datang langsung ke restoran McDonald’s Indonesia melalui kunjungannya ke retsoran yang berada di TB Simatupang, Jakarta. “Ini pertama kalinya aku datang jadi aku senang banget. Ternyata di sini aku bisa makan, bermain, dan belajar bareng teman-teman. Aku juga senang ditemani Kakak Bimbing yang baik dan sabar. Tadi Kakak Bimbing sempat cerita tentang pemain sepak bola yang berhasil karena percaya sama mimpinya. Dari cerita kakak, aku jadi belajar kalau punya mimpi, kita harus terus berusaha dan nggak boleh gampang menyerah,” cerita Andini.
Sementara bagi Abdullah Arkhan Indranata, keseruan Community Month hadir melalui pengalaman-pengalaman sederhana namun berarti. Perhatian dari para Kakak Bimbing membuat Arkhan merasa memiliki teman untuk berbagi keseruan sekaligus membawa pulang cerita baru. “Semua Kakak Bimbing yang aku temui hari ini ramah dan seru banget. Tadi kami banyak bercanda dan bercerita tentang hobi. Senang banget rasanya, aku kayak sedang main sama kakak sendiri. Waktu melihat ke dapur dan membuat es krim, Kakak Bimbing juga membantu aku memakai apron dan masker. Aku juga senang bisa ketemu langsung sama Ronald. Dia lucu dan jago sulap. Semoga nanti aku bisa datang dan bermain seperti ini lagi,” ujar Arkhan.
Pengalaman berharga yang dirasakan anak-anak di berbagai kota ini merepresentasikan semangat dalam merayakan 35 tahun perjalanannya di Tanah Air. Sri Umiasih, Kepala Bidang Rehabilitasi dan Perlindungan Jaminan Sosial, Dinsos-P3AP2KB Kota Malang, juga turut menyampaikan apresiasinya. “Kami melihat anak-anak begitu menikmati kesempatan untuk bermain, belajar, dan mencoba hal baru yang mungkin tidak mereka dapatkan setiap hari. Kehadiran Kakak Bimbing juga sangat berarti bagi mereka, bahkan setelah kegiatan mereka masih bercerita tentang pengalaman dan orang-orang yang mereka temui. Bagi kami, momen seperti ini penting karena anak-anak tidak hanya bersenang-senang, tetapi juga merasa diperhatikan. Kami berharap semakin banyak kesempatan seperti ini dapat dihadirkan untuk mereka,” ujar Sri Umiasih.