ads

28 Tahun Mendampingi Pejuang Buah Hati, Kisah Nyata di Balik Program Bayi Tabung

Efa Trapulina - Rabu, 15 Juli 2026
Selama 28 tahun, Morula IVF Indonesia mendampingi pasangan yang tengah berjuang memiliki anak (Foto: dok. Morula)
Selama 28 tahun, Morula IVF Indonesia mendampingi pasangan yang tengah berjuang memiliki anak (Foto: dok. Morula)
A A A

Setiap pasangan suami istri tentu berharap dapat segera menyambut kehadiran buah hati setelah menikah. Namun kenyataannya, perjalanan menuju kehamilan tidak selalu berlangsung mudah. Ada yang harus melewati keguguran berulang, menghadapi berbagai tantangan kesuburan, hingga menanti belasan bahkan puluhan tahun. Di balik setiap perjalanan itu, harapan tetap bisa tumbuh ketika pasangan mendapatkan penanganan yang sesuai dan terus berikhtiar.

Selama 28 tahun, Morula IVF Indonesia mendampingi pasangan yang tengah berjuang memiliki anak. Bukan sekadar sebagai penyedia layanan kesehatan reproduksi, tetapi juga sahabat yang setia melewati setiap badai demi menyambut pelukan hangat sang buah hati.
Di balik setiap keberhasilan, ada cerita tentang cinta yang tak pernah menyerah, keberanian untuk mencoba, kesabaran untuk menunggu, dan keyakinan bahwa harapan selalu memiliki tempat untuk bertumbuh.

Salah satu kisah datang dari Mom Dini dan Dad Hakim. Setelah lima tahun menanti dan melewati pengalaman keguguran berulang, kebahagiaan akhirnya hadir ketika Mom Dini dinyatakan hamil di usia 45 tahun. Momen mendengar detak jantung pertama calon buah hati menjadi jawaban atas penantian panjang yang mereka jalani.

Perjuangan serupa dialami Mom Reno Intan dan Dad Hendrik. Selama 11 tahun, keduanya menghadapi berbagai tantangan kesuburan. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kendala pada faktor kesuburan pihak suami hingga pasangan ini sempat mempertimbangkan penggunaan donor. Di saat yang sama, Mom Reno Intan juga harus menghadapi miom dan polip. Setelah enam kali menjalani program bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF), termasuk beberapa kali mengalami kegagalan saat berobat ke luar negeri, mereka akhirnya berhasil memperoleh kehamilan ketika mencoba program IVF di Morula IVF Indonesia.

Sementara itu, Mom Sherly dan Dad Judyarno juga sempat menjalani program bayi tabung di Singapura tanpa hasil. Setelah melanjutkan ikhtiar di Indonesia, pasangan yang telah berusia di atas 40 tahun ini akhirnya berhasil memperoleh kehamilan meski menghadapi tantangan penurunan kualitas sel akibat faktor usia.

Ada pula kisah Mom Mina dan Dad Yusuf dari Sumenep, Madura, yang menanti kehadiran buah hati terpanjang selama 22 tahun. Dengan cadangan sel telur (AMH) hanya 0,1, peluang kehamilan sempat dinilai sangat kecil. Namun, melalui satu kali program bayi tabung di pusat layanan fertilitas ini, pasangan tersebut berhasil memperoleh kehamilan kembar di usia lebih dari 40 tahun.

Berbagai kisah tersebut menunjukkan bahwa perjalanan menuju kehamilan tidak bisa disamaratakan. Pemeriksaan yang menyeluruh, penanganan yang tepat, serta pendampingan dari tenaga medis menjadi bagian penting dalam menentukan langkah yang sesuai bagi setiap pasangan.

Presiden Komisaris Bundamedik Healthcare System (BMHS) sekaligus Presiden Direktur PT Morula Indonesia, Dr. dr. Ivan R. Sini, GDRM, MMIS, FRANZCOG, Sp.OG, mengatakan pihaknya ingin terus mendampingi lebih banyak keluarga Indonesia dalam setiap langkah menuju hadirnya buah hati.

"Setiap bayi yang lahir adalah pengingat bahwa harapan selalu layak untuk diperjuangkan. Kami ingin terus berjalan bersama lebih banyak keluarga Indonesia, memberikan pendampingan terbaik di setiap langkah menuju hadirnya buah hati," ujar Dr. Ivan.

Main Event Morula
28 Years of Delivering Hope

Memperingati perjalanan selama 28 tahun, Morula IVF Indonesia juga menggelar acara bertajuk "28 Years of Delivering Hope" pada 25-26 Juli 2026 di Pullman Central Park Jakarta. Acara ini menghadirkan 28 dokter spesialis obstetri dan ginekologi berpengalaman, Free Intimate Consultation sebagai ruang aman bagi pasangan untuk berkonsultasi lebih mendalam dengan dokter, serta Room of Hope, instalasi privat yang mengajak Mom dan Dad mendengarkan pesan audio dari calon buah hati di masa depan.

Sebagai bentuk apresiasi kepada para pejuang buah hati, penyelenggara juga menyiapkan berbagai dukungan, antara lain 20 program bayi tabung gratis yang disertai hadiah logam mulia 8 gram, potongan biaya program hingga Rp28 juta, serta Free Lifetime PGT-A untuk satu embrio hingga melahirkan, yaitu pemeriksaan genetik embrio untuk membantu memilih embrio yang sehat sebelum ditanamkan ke dalam rahim sehingga diharapkan dapat mendukung peluang kehamilan yang sehat.

Acara tersebut turut menghadirkan pasangan selebriti Olivia Allan Sumargo yang berbagi kisah perjuangannya bersama Denny Sumargo. Setelah beberapa kali menjalani program bayi tabung di luar negeri tanpa hasil, keduanya akhirnya berhasil menyambut kehadiran putri mereka, Gabriella (Biel), melalui program yang dijalani di Morula IVF Indonesia.

Dr. Ivan berharap peringatan 28 tahun ini menjadi momentum untuk membantu lebih banyak pasangan mewujudkan impian menjadi orang tua. "Mudah-mudahan ini merupakan langkah yang besar untuk kita untuk membantu lebih banyak pasangan yang membutuhkan pertolongan untuk mendapatkan buah hati," tutup Dr. Ivan

Kids Zone
Zona di mana buah hati Anda dapat menikmati kisah-kisah seru dalam bentuk cerita dan komik, mengeksplorasi artikel pengetahuan yang menyenangkan, serta permainan yang menarik untuk mengasah pemikiran buah hati.
Masuk Kids Zone
Latest Update
Selengkapnya
img
90 Persen Ibu Merasa Hectic di Hari Pertama Sekolah, Trik Siapkan Bekal Juara dari Rumah
img
28 Tahun Mendampingi Pejuang Buah Hati, Kisah Nyata di Balik Program Bayi Tabung
img
Menyambut Hari Anak, Yuk Moms Rayakan Setiap Kehebatan Unik Si Kecil
img
Digelar Agustus 2026, Festival Pahlawan Anak Ajak Masyarakat Ciptakan Ruang Aman bagi Generasi Penerus