4 Kebiasaan Hemat agar Belanja Tetap Menguntungkan ala Luna Maya dan Gank Mentri Ceria
Hemat bukan berarti harus berhenti berbelanja atau selalu memilih barang dengan harga paling murah. Ada banyak cara sederhana untuk membuat pengeluaran sehari-hari lebih terkontrol, mulai dari membeli sesuai kebutuhan, memilih barang yang dapat digunakan lebih lama, hingga mencari keuntungan tambahan dari transaksi yang memang sudah direncanakan.
Luna Maya, Ayu Dewi, Melaney Ricardo, Edric Tjandra, dan Iwet Ramadhan punya cara masing-masing dalam mengatur kebiasaan belanja. Hal tersebut mereka bagikan dalam live podcast Gank Mentri Ceria bertajuk “Teman Hemat Tiap Hari”.
Di antara cerita tersebut, pengalaman Luna cukup menarik perhatian. Ia mengaku telah mengumpulkan cashback hingga Rp1,6 juta dari kebiasaan berbelanja sehari-hari.
Menariknya, cara hemat para artis ini ternyata cukup sederhana dan bisa menjadi inspirasi untuk mengatur pengeluaran sehari-hari.
1. Luna Maya, Cari Keuntungan Tambahan dari Setiap Transaksi
Luna Maya mengaku senang mengumpulkan cashback dari transaksi yang dilakukan. Baginya, berbelanja terasa lebih menyenangkan ketika ada sesuatu yang bisa didapatkan kembali.
Salah satu transaksi yang paling diingatnya adalah ketika membeli tumbler dan mendapatkan cashback hampir Rp40 ribu. Sebelumnya, ia juga pernah memperoleh cashback hampir Rp400 ribu ketika membeli hair dryer.
“Aku senang kumpulin cashback. Kalau belanja, aku maunya tetap dapat sesuatu balik. Pokoknya teman hemat aku itu dari Flip Deals,” ujar Luna.
Dari kebiasaan tersebut, cashback bisa dilihat sebagai salah satu cara untuk mendapatkan nilai tambahan dari transaksi yang memang sudah direncanakan.
Namun, penting untuk tetap memastikan bahwa barang yang dibeli memang dibutuhkan. Dengan begitu, cashback digunakan sebagai keuntungan dari belanja, bukan menjadi alasan untuk berbelanja lebih banyak.
2. Belajar dari Edric Tjandra: Perhatikan Waktu Berbelanja
Edric Tjandra punya cara berbeda untuk mendapatkan penawaran yang menarik. Ia mengaku sering memanfaatkan waktu-waktu tertentu untuk berbelanja, termasuk ketika membeli tiket pesawat.
Kebiasaan memperhatikan waktu pembelian bisa diterapkan terutama untuk kebutuhan yang tidak mendesak. Sebelum melakukan transaksi, membandingkan harga atau menunggu penawaran yang lebih sesuai dapat menjadi salah satu cara untuk mengatur pengeluaran.
Artinya, keputusan berbelanja tidak selalu harus dilakukan saat keinginan muncul. Untuk kebutuhan tertentu, sedikit kesabaran bisa membantu mendapatkan nilai yang lebih baik.
3. Cara Iwet Ramadhan: Pilih Barang yang Tak Lekang Tren
Iwet Ramadhan lebih suka berburu barang-barang klasik atau seasonless. Menurutnya, barang dengan kualitas yang tetap baik dapat diperoleh dengan harga yang lebih terjangkau.
Pilihan tersebut menunjukkan bahwa harga bukan satu-satunya hal yang perlu dipertimbangkan ketika membeli sesuatu. Fungsi, kualitas, dan seberapa lama barang tersebut dapat digunakan juga penting diperhatikan.
Barang yang sesuai kebutuhan dan bisa digunakan berulang kali pada akhirnya dapat memberikan manfaat lebih besar dibandingkan barang yang hanya dibeli karena sedang mengikuti tren.
4. Melaney Ricardo, Tak Perlu Cepat Mengganti Barang
Bagi Melaney Ricardo, kebiasaan hemat dimulai dari cara memandang barang yang sudah dimiliki. Selama masih layak digunakan dan berfungsi dengan baik, ia tidak merasa perlu menggantinya hanya karena mengikuti tren. Menurut Melaney, prinsip “modal sekecil-kecilnya, hasil sebesar-besarnya” masih relevan sampai sekarang. Karena itu, ia memilih barang yang fungsional.
Kebiasaan tersebut bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sebelum membeli barang baru, coba lihat kembali apa yang sudah tersedia di rumah. Jika barang lama masih memenuhi kebutuhan, tidak selalu ada alasan untuk segera menggantinya.
Isi Keranjang Berbeda, Begitu Juga Kebutuhannya
Menariknya, meski sama-sama berbicara tentang kebiasaan hemat, isi keranjang belanja para anggota Gank Mentri Ceria ternyata berbeda-beda.
Luna rutin membeli vitamin dan kebutuhan anjing peliharaannya. Ayu Dewi mengaku paling sering tergoda mencoba makeup dan berbagai produk unik. Edric sesekali membeli perlengkapan untuk mendukung kebutuhan kontennya, sementara Iwet lebih banyak berbelanja produk perawatan diri yang memang digunakan secara rutin.
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan setiap orang memang tidak bisa disamakan. Seseorang mungkin lebih banyak mengeluarkan uang untuk kebutuhan rumah tangga, sementara yang lain memiliki kebutuhan untuk pekerjaan, hobi, perawatan diri, atau keluarga. Karena itu, kebiasaan hemat pun sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.
Yang terpenting adalah memahami apa yang benar-benar diperlukan dan tidak menjadikan tren atau promo sebagai satu-satunya alasan untuk membeli.
Perhatikan Promo dengan Bijak
Diskon, voucher, dan cashback memang dapat memberikan keuntungan ketika berbelanja. Namun, penawaran menarik juga perlu disikapi dengan bijak.
Sebelum memasukkan sesuatu ke keranjang, coba tanyakan kembali: apakah barang tersebut memang dibutuhkan? Seberapa sering akan digunakan? Dan apakah ada penawaran yang bisa membuat transaksi menjadi lebih menguntungkan?
Jika memang sudah berencana membeli, mencari nilai tambahan dari transaksi tersebut bisa menjadi salah satu strategi sederhana.
Melalui Flip Deals, misalnya, pengguna bisa memperoleh tambahan cashback hingga 60% saat berbelanja di berbagai marketplace. Caranya dengan membuka Flip Deals melalui aplikasi Flip sebelum melanjutkan transaksi di marketplace. Setelah transaksi selesai, cashback akan diproses ke akun pengguna. Luna sendiri mengaku telah mengumpulkan cashback hingga Rp1,6 juta di akun miliknya.
Cerita Luna Maya dan Gank Mentri Ceria menunjukkan bahwa hemat bisa dimulai dari kebiasaan sederhana: membeli sesuai kebutuhan, memilih barang yang awet, menunggu waktu yang tepat, dan memanfaatkan keuntungan dari setiap transaksi. Pada akhirnya, hemat bukan soal berhenti berbelanja, tetapi memastikan setiap pengeluaran memberikan manfaat yang sepadan.