ads

Global Mobility Pathway, Buka Jalan Talenta Muda Seperti Maica Arjunn ke Dunia Fashion Internasional

Novita Sari - Selasa, 11 Agustus 2026
Maica Arjunn, mahasiswa jurusan Fashion Design ESMOD Jakarta angkatan 2024 ini terus mengukir prestasi hingga kancah global. Foto: Novi
Maica Arjunn, mahasiswa jurusan Fashion Design ESMOD Jakarta angkatan 2024 ini terus mengukir prestasi hingga kancah global. Foto: Novi
A A A

Lahir pada 15 Juni 2006, Maica Arjunn tumbuh dengan gairah besar terhadap dunia fashion yang mengalir dari keluarganya. Darah seni menjahit dalam dirinya berakar dari sang Nenek, seorang ibu tunggal yang berjuang membesarkan keluarga lewat jarum dan benang.

Kecintaan Maica semakin terasah sejak masa kanak-kanak. Saat masih duduk di bangku TK, ia sudah sering tampil di atas panggung fashion show mengenakan busana hasil racikan Ibunya yang dirancang sesuai ide dan sifat perfeksionis Maica kecil.

Kini, di usianya yang menginjak 20 tahun, mahasiswa jurusan Fashion Design ESMOD Jakarta angkatan 2024 ini terus mengukir prestasi. Dari kolaborasi komersial bersama brand internasional seperti Uniqlo hingga pengerjaan proyek klien luar negeri, Maica membuktikan fondasi teknis dan visi kreatifnya yang matang. Pengalaman mengikuti program pertukaran singkat ke Paris selama 4 hingga 5 minggu, makin membuka matanya bahwa fashion telah melampaui batas-batas negara.

Keinginan Maica untuk mengeksplorasi teknik tailoring di Seoul kini menemukan jalannya melalui program terbaru dari tempatnya menimba ilmu, yaitu Global Mobility Pathway.

Inisiatif teranyar ini dirancang untuk menjawab tantangan industri fashion global dan perkembangan teknologi yang kian dinamis. Melalui program ini, mahasiswa memiliki kesempatan emas untuk memperluas cakrawala akademik dan budaya secara internasional.

Memasuki usia 30 tahun perjalanannya di Indonesia, program ini resmi diluncurkan. Dirancang untuk memperluas akses talenta fashion Tanah Air ke panggung internasional melalui jaringan kampus ESMOD di Paris, Tokyo, Dubai, hingga Seoul.

Program tersebut memungkinkan mahasiswa memulai perjalanan studi di Jakarta sebelum melanjutkan pendidikan di salah satu kampus internasional. Tidak hanya program satu arah, Global Mobility Pathway juga membuka kesempatan bagi mahasiswa dari jaringan International untuk belajar di Jakarta, guna memperkenalkan kekayaan kain tradisional, teknik kerajinan, dan potensi kreatif lokal.

Foto: Novi
Ki-ka: Bella (MC), Maica Arjunn (mahasiswa jurusan Fashion Design ESMOD Jakarta angkatan 2024), Guillaume Oger (Mr. Gio) - Deputy Director of Academic Programs ESMOD Jakarta, dan Suryo Danuwinoto - Chief Marketing Officer ESMOD Jakarta. Foto: Novi

Chief Marketing Officer ESMOD Jakarta, Suryo Danuwinoto, mengungkapkan bahwa program ini bertujuan membentuk generasi fashion yang adaptif di era digital dan globalisasi tanpa kehilangan identitas budaya.

"Melalui Global Mobility Pathway, mahasiswa di tahun ketiga bisa memilih untuk kuliah di Paris, Seoul, Tokyo, atau Dubai. Pada tahun keempat, mereka kembali ke Jakarta untuk menyelesaikan program D4 yang terakreditasi di Indonesia sekaligus mengantongi gelar diploma dari sekolah mode International," ujar Suryo pada Selasa, 11 Agustus 2026 di Jakarta.

Dalam kesempatan yang sama, Deputy Director of Academic Programs, Guillaume Oger (Mr. Gio), menegaskan bahwa kurikulum standar mereka di seluruh dunia memiliki fondasi akademis yang seragam.

"Pengalaman belajar di lingkungan baru memaksa mahasiswa keluar dari zona nyaman. Mereka belajar membaca budaya, beradaptasi dengan cara kerja global, dan menemukan bagaimana identitas kreatif Indonesia dapat diterjemahkan dalam konteks internasional," jelas Mr. Gio.

Salah satu contoh karya talenta Desainer lokal dari ESMOD Jakarta. Foto: Novi
Salah satu contoh karya talenta Desainer lokal dari ESMOD Jakarta. Foto: Novi

Mencetak Desainer Internasional dan Mengangkat Budaya Lokal

Sejak hadir pada tahun 1996, mereka telah melahirkan lebih dari 1.000 alumni yang berkiprah di industri kreatif. Beberapa nama ternama di antaranya adalah Sapto Djojokartiko, Ria Miranda, Hian Tjen, hingga Yogie Pratama—yang karyanya pernah dikenakan oleh penyanyi internasional Christina Aguilera. Regenerasi ini diteruskan oleh alumni muda seperti Beatrice Angelica dan Gabriel Marcella melalui kolaborasi internasional bersama desainer asal Prancis.

"Saya melihat program ini sebagai ruang untuk melihat sejauh mana kreativitas saya dapat berkembang di lingkungan berbeda. Saya tertarik mendalami teknik tailoring di Seoul dan ingin membawa perspektif baru saat kembali, tanpa kehilangan identitas saya sebagai talenta Indonesia," tutur Maica.

Melalui Global Mobility Pathway, mereka berkomitmen untuk terus memperkuat daya saing talenta fashion Indonesia agar mampu bersaing, berkolaborasi, dan memimpin ekosistem fashion dunia. Talenta muda seperti Maica Arjunn pun membuktikan bahwa pengalaman global bukan berarti meninggalkan akar budaya, melainkan cara terbaik membawa identitas dan kreativitas Indonesia bersinar di panggung dunia.

Kids Zone
Zona di mana buah hati Anda dapat menikmati kisah-kisah seru dalam bentuk cerita dan komik, mengeksplorasi artikel pengetahuan yang menyenangkan, serta permainan yang menarik untuk mengasah pemikiran buah hati.
Masuk Kids Zone
Latest Update
Selengkapnya
img
4 Kebiasaan Hemat agar Belanja Tetap Menguntungkan ala Luna Maya dan Gank Mentri Ceria
img
Ingin Jadi Jackie Chan Versi Perempuan, Catheez Membidik Film Laga
img
Global Mobility Pathway, Buka Jalan Talenta Muda Seperti Maica Arjunn ke Dunia Fashion Internasional
img
Mengedukasi Masyarakat Tentang Pentingnya Konservasi Satwa dan Kelestarian Alam Lewat Fotografi