ads

5 Kebiasaan Sederhana untuk Jaga Digital Well-being Anak Di Rumah

Dwi Retno - Jumat, 05 Juni 2026
Google dan YouTube terus memperkuat komitmennya untuk membantu orang tua mendampingi anak membangun kebiasaan digital yang sehat, aman, dan bertanggung jawab (Foto : Ist)
Google dan YouTube terus memperkuat komitmennya untuk membantu orang tua mendampingi anak membangun kebiasaan digital yang sehat, aman, dan bertanggung jawab (Foto : Ist)
A A A

Internet telah menjadi bagian dari keseharian anak untuk belajar, bermain, berkreasi, dan mengeksplorasi dunia. Di tengah perubahan tersebut, Google dan YouTube terus memperkuat komitmennya untuk membantu orang tua mendampingi anak membangun kebiasaan digital yang sehat, aman, dan bertanggung jawab.

Melalui berbagai fitur keamanan bawaan, kontrol keluarga, serta sumber daya edukasi yang dirancang berdasarkan masukan dari pakar perkembangan anak dan pendidik, berupaya membantu keluarga menciptakan pengalaman digital yang sesuai dengan kebutuhan dan tahap perkembangan masing-masing anak.

“Anak-anak tidak hanya perlu terlindungi saat online, tetapi juga perlu dibekali kemampuan untuk menjadi warga digital yang cerdas dan percaya diri. Kami percaya bahwa membangun pengalaman digital yang sehat membutuhkan kolaborasi antara teknologi, pemerintah, orang tua, pakar, dan komunitas. Karena itu, kami terus mengembangkan fitur, perlindungan, dan sumber daya yang membantu keluarga mendampingi anak dalam menjelajahi dunia digital secara aman dan bertanggung jawab,” ujar Dora Songco, Product Marketing Manager, Brand & Reputation, Google Indonesia.

Sejalan dengan hal tersebut, bagi Marsha Tengker, Psikolog Klinis dan Founder Amanasa, peran orang tua di era digital bukanlah menjauhkan anak dari teknologi, melainkan membantu mereka membangun hubungan yang sehat dengannya. “Teknologi adalah bagian dari realitas yang dihadapi anak-anak saat ini. Karena itu, fokus kita bukan sekadar membatasi penggunaan gadget, tetapi membantu anak memahami cara menggunakannya dengan tujuan yang jelas, mengenali batasannya, dan tetap memiliki keseimbangan dengan aktivitas di dunia nyata. Pendampingan dan komunikasi yang terbuka dari orang tua menjadi kunci dalam proses tersebut,” jelas Marsha Tengker.

Dari perspektif pendidikan, Nanda Yurani, Guru dan Content Creator, melihat teknologi sebagai sarana yang dapat memperluas akses anak terhadap pembelajaran dan eksplorasi minat. “Teknologi membuka peluang yang luar biasa bagi anak untuk belajar dan mengeksplorasi hal-hal yang mereka sukai. Ketika rasa ingin tahu muncul, mereka dapat langsung mengakses berbagai sumber pengetahuan dan perspektif baru melalui konten-konten di YouTube. Karena itu, tugas kita bukan membatasi rasa ingin tahu anak, melainkan membimbing mereka agar dapat menjelajahi dunia digital dengan aman, kritis, dan bertanggung jawab melalui pendampingan yang tepat,” ujar Nanda.

Google dan YouTube percaya bahwa setiap keluarga memiliki kebutuhan yang unik, sehingga orang tua harus memiliki kendali dalam menentukan pengalaman digital yang paling sesuai bagi keluarga mereka. Untuk itu, berbagai fitur dirancang untuk memberikan pengalaman yang sesuai dengan usia dan kebutuhan anak, sekaligus membantu orang tua membangun percakapan dan kebiasaan digital yang sehat di rumah, di antaranya:

  • Shorts Timer: Fitur ini memungkinkan orang tua mengatur durasi waktu anak-anak mereka saat menonton atau scrolling Shorts, bahkan bisa diatur hingga nol menit untuk menonaktifkan tayangan Shorts sepenuhnya.
  • Mendorong kebiasaan menonton yang lebih mindful: Fitur ‘Take a Break Reminder’ dan ‘Bedtime Reminder’ membantu orang tua mengelola waktu menonton anak dengan lebih baik melalui pengingat untuk beristirahat dan menghentikan aktivitas menonton menjelang waktu tidur.
  • Pengaturan konten: Orang tua dapat memilih tingkat pengalaman konten yang sesuai bagi anak, serta memblokir video atau kanal tertentu yang dinilai kurang sesuai.
  • Pendampingan aktif melalui Family Center: Membantu orang tua memantau dan memahami aktivitas digital anak melalui fitur pengawasan yang dirancang untuk mendukung komunikasi dan pendampingan yang lebih aktif dan dua arah.

Selain menghadirkan berbagai fitur keamanan, juga terus mendukung akses terhadap konten edukatif berkualitas yang membantu anak belajar dan mengeksplorasi minat mereka, mulai dari sejarah, sains, keuangan, hingga alam dan lingkungan. Melalui inisiatif seperti Akademi Edukreator, mendukung para guru-kreator dalam membangun kurikulum digital yang aman dan inklusif.

Membangun hubungan yang sehat antara anak dan teknologi tidak harus dimulai dari perubahan besar, tapi harus dimulai di rumah. Berikut beberapa langkah sederhana yang dapat diterapkan orang tua dalam keseharian:

  1. Bicara secara terbuka. Jadikan obrolan tentang pengalaman online serta jenis kreator dan tayangan yang disukai remaja Anda sebagai kebiasaan rutin.
  2. Tonton bersama. Cara terbaik untuk mengetahui apa yang dilihat remaja Anda? Tonton bersama mereka. Ikutlah duduk di sofa dan tunjukkan rasa ingin tahu—tanyakan mengapa mereka menyukai kreator tertentu.
  3. Sepakati aturan dan gunakan fitur yang ada. Bicarakan tentang batasan yang tepat bagi keluarga Anda. Gunakan fitur kontrol orang tua di YouTube—seperti batas harian feed Shorts, waktu tidur, dan pengingat 'waktunya istirahat'—untuk membantu membangun kebiasaan tersebut. Alat seperti Family Center membantu orang tua memahami aktivitas digital remaja sekaligus membuka ruang percakapan yang lebih konstruktif.
  4. Jaga keseimbangan. Bantu remaja Anda menciptakan keseimbangan yang sehat antara dunia online mereka dengan aktivitas fisik, hobi, dan waktu berinteraksi langsung.
  5. Dorong penggunaan yang bijak. Ajarkan mereka untuk lebih bijak dan penuh kesadaran saat online. Arahkan mereka ke konten berkualitas tinggi dan memperkaya wawasan yang dapat mendalami minat serta memperluas perspektif mereka.

Menciptakan pengalaman digital yang aman merupakan fondasi penting untuk membantu anak tumbuh menjadi pengguna teknologi yang cerdas, kritis, percaya diri, dan bertanggung jawab.

Kids Zone
Zona di mana buah hati Anda dapat menikmati kisah-kisah seru dalam bentuk cerita dan komik, mengeksplorasi artikel pengetahuan yang menyenangkan, serta permainan yang menarik untuk mengasah pemikiran buah hati.
Masuk Kids Zone
Latest Update
Selengkapnya
img
Hadirkan Digestion Expert Lab untuk Dukung Orang Tua Pahami Pentingnya Pencernaan Sehat Anak
img
Bikin Bangga! Meja Raksasa Batu Sinter 5 Meter Tanpa Sambungan Buatan Lokal Berhasil Pecahkan Rekor MURI
img
Mengintip Inovasi Pengiriman Paket Khusus Kosmetik dan Aksesori yang Bikin Belanja Online Makin Menyenangkan
img
5 Kebiasaan Sederhana untuk Jaga Digital Well-being Anak Di Rumah