Lebih dari Sekadar Beasiswa, D-STAR 2026 Menyiapkan Peneliti Perempuan Menjadi Pemimpin Masa Depan
Moms, di balik setiap obat, vaksin, dan inovasi kesehatan yang menyelamatkan jutaan nyawa, ada kerja panjang para peneliti. Tak sedikit di antaranya adalah perempuan. Mereka menghabiskan bertahun-tahun di laboratorium untuk mencari jawaban atas persoalan yang belum terpecahkan. Namun, tantangan mereka tak berhenti pada riset. Kesempatan untuk berkembang, membangun jejaring, hingga dipercaya memimpin masih belum selalu terbuka lebar.
Realitas itu disoroti oleh Astry Tri Astuti, Growth Ventures Operating Director PT Darya-Varia Laboratoria Tbk, saat sesi bincang-bincang di acara pengumuman pemenang D-STAR 2026 di Jakarta, Jumat (24/7). “Sebenarnya tantangannya bukan karena perempuan tidak punya kapabilitas yang setara. Yang sering kali menjadi tantangan adalah akses terhadap kesempatan, jejaring profesional, dan mentor,” ujarnya.
Padahal, di bangku kuliah, perempuan telah membuktikan kapasitasnya melalui berbagai penelitian, inovasi, dan prestasi akademik. Tantangan justru muncul ketika mereka memasuki dunia profesional. Bukan lagi soal kemampuan, melainkan bagaimana memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang dan dipercaya menduduki posisi strategis.
Berangkat dari kenyataan itulah PT Darya-Varia Laboratoria Tbk kembali menghadirkan D-STAR (Darya-Varia Scholarship for Talented Aspiring Women Researchers) dengan tema Empowering Women Researchers to Level Up as Future Leaders. Program yang dimulai pada 2024 dan kini memasuki tahun ketiga penyelenggaraannya ini bukan sekadar kompetisi untuk mencari talenta peneliti perempuan terbaik dari berbagai universitas di Indonesia, tetapi juga ruang pembinaan bagi mahasiswi farmasi agar siap menjadi peneliti, inovator, sekaligus pemimpin masa depan.
Tahun ini, D-STAR menggandeng lima perguruan tinggi, yakni Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga, Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Pancasila sebagai mitra terbaru.
Kepemimpinan Dimulai dari Laboratorium
Bagi Astry yang juga merupakan juri D-STAR 2026, kepemimpinan justru ditempa sejak masih menjadi mahasiswa. “Perjalanan saya dimulai saat menjadi mahasiswi Farmasi melakukan penelitian di skala laboratorium, dan hari ini saya dipercaya memimpin Growth Ventures di perusahaan industri farmasi terkemuka. Pengalaman tersebut mengajarkan bahwa perempuan Indonesia memiliki kemampuan yang luar biasa ketika diberikan kesempatan untuk berkembang,” imbuhnya.
Ia pun mengenang pernah menjadi asisten di lebih dari empat laboratorium penelitian. Saat itu, ia tak pernah membayangkan akan menjadi seorang pemimpin. “Ternyata fondasi kepemimpinan dibangun di laboratorium,” ujarnya di hadapan para mahasiswi finalis D-STAR 2026.
Menurut Astry, laboratorium bukan sekadar tempat bereksperimen. Di sanalah mahasiswa belajar menyusun metodologi, berpikir sistematis, mengelola risiko, hingga mempertanggungjawabkan setiap keputusan ilmiah. Bekal itulah yang kemudian dibutuhkan saat memasuki dunia industri.
Karena itu, D-STAR tidak pernah dirancang hanya sebagai program beasiswa. “Kami ingin membangun ekosistem yang mendukung pertumbuhan mahasiswi melalui capacity building, mentoring, hingga kesempatan belajar langsung di industri,” ujar ia.
Selain beasiswa penelitian tugas akhir senilai Rp30 juta, penerima D-STAR 2026 juga memperoleh pendampingan pengembangan kompetensi, pengalaman industri, hingga kesempatan magang di divisi Research & Development (R&D) Darya-Varia.
“Harapannya mereka tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga memiliki kepercayaan diri, kemampuan berkolaborasi, dan jiwa kepemimpinan,” pungkasnya.
Investasi Terbaik adalah Talenta
D-STAR 2026 menjadi bagian dari peringatan 50 tahun perjalanan Darya-Varia di Indonesia. Melalui kompetisi ini, kontribusi perusahaan tidak hanya diwujudkan melalui produk kesehatan, tetapi juga investasi pada sumber daya manusia.
“Kami percaya perempuan memiliki peran strategis dalam mendorong inovasi dan kemajuan ilmu pengetahuan. Karena itu, dunia akademik dan industri perlu bersama-sama menciptakan lebih banyak kesempatan bagi mereka untuk berkembang dan memimpin,” imbuh dr. Ian Martin Wibawa Kloer, President Director PT Darya-Varia Laboratoria Tbk.
Keyakinan itu diwujudkan melalui penguatan skema beasiswa D-STAR tahun ini. Selain lima Beasiswa Utama senilai Rp30 juta, mereka juga menghadirkan D-STAR Achievement Scholarship dan D-STAR Appreciation Scholarship senilai Rp5 juta di setiap universitas mitra, sehingga semakin banyak mahasiswi berpotensi memperoleh dukungan untuk mengembangkan risetnya.
AI Membuka Peluang Baru
Tahun ini, D-STAR juga mendorong peserta mengangkat topik penelitian berbasis artificial intelligence (AI). Langkah ini dilatarbelakangi masih lebarnya kesenjangan penggunaan AI. Data global Harvard Business School dan Lean In menunjukkan laki-laki menggunakan AI generatif secara rutin 16–22 persen lebih tinggi dibandingkan perempuan, sementara perempuan baru mengisi sekitar 26 persen posisi spesialis AI di industri teknologi.
Bagi Prof. Dr. apt. Ilma Nugrahani, S.Farm., M.Si., Seminariat Ikatan Apoteker Indonesia dan Guru Besar Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung, AI memang akan mengubah wajah industri farmasi. Teknologi tersebut mampu mempercepat penemuan obat baru, pemodelan molekul, hingga pengembangan layanan seperti telemedicine dan telepharmacy.
Namun, ia mengingatkan agar teknologi tidak menggantikan cara berpikir peneliti. “AI jangan menjadi pengarah kita. Kitalah yang harus mengarahkan AI. Gunakan AI untuk mempercepat pekerjaan, bukan menggantikan cara berpikir kita,” tegasnya.
Menurutnya, penguasaan ilmu dasar tetap menjadi fondasi utama seorang peneliti. “Ilmu-ilmu dasar jangan dilompati. Kalau kita tidak memahami dasar ilmunya, kita bisa tersesat,” pesannya.
Dari pengalamannya membimbing mahasiswa, Prof. Ilma melihat banyak peneliti muda sebenarnya memiliki kemampuan, tetapi kurang percaya diri ketika harus mempertanggungjawabkan hasil risetnya. “Sejauh Anda menguasai kompetensi, Anda akan percaya diri,” katanya.
Ia juga menilai riset harus menjadi jembatan antara laboratorium dan industri. Tak lupa ia mengapresiasi hadirnya D-STAR sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan dunia akademik dengan industri. Menurutnya, program seperti ini memberi kesempatan bagi mahasiswi untuk memperluas jejaring, meningkatkan kompetensi, sekaligus memahami bagaimana sebuah riset dapat berkembang menjadi inovasi yang berdampak bagi masyarakat.
Riset yang Menjawab Persoalan Nyata
Pesan para narasumber terasa nyata ketika 5 (lima) penerima D-STAR 2026 yang berhasil menyisihkan 10 finalis lainnya, diumumkan. Masing-masing memperoleh Beasiswa Utama senilai Rp30 juta untuk mendukung penelitian tugas akhir mereka.
Topik yang diangkat pun berangkat dari persoalan kesehatan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Mereka adalah:
- Aufa Camelia Rahia Fairuza (Universitas Indonesia) meneliti terapi infertilitas berbasis senyawa alami.
- Yusfika Herpiyana (Universitas Pancasila) mengembangkan spray gel untuk membantu penyembuhan luka diabetes.
- Chofifatus Solecha Azzahra (Universitas Airlangga) meneliti regenerasi tulang berbasis metabolit sel punca.
- Grace Hendrawan (Sekolah Farmasi ITB) mengeksplorasi kandidat obat baru untuk gangguan sistem saraf melalui pendekatan in silico.
- Sementara Dita Wulandari (Universitas Gadjah Mada) mengembangkan kandidat vaksin mRNA untuk triple-negative breast cancer.
Kelima penelitian tersebut menunjukkan bahwa perempuan muda Indonesia tidak hanya mampu menghasilkan riset berkualitas, tetapi juga menghadirkan solusi atas persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.
“Kami percaya bahwa investasi pada talenta adalah investasi terbaik untuk mendukung masa depan kesehatan Indonesia yang lebih baik,” tutup dr. Ian.
Pada akhirnya, kemajuan ilmu pengetahuan tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi atau megahnya laboratorium. Ia juga lahir dari keberanian membuka kesempatan yang setara. Sebab ketika satu peneliti perempuan diberi ruang untuk tumbuh, yang sedang dibangun bukan hanya masa depan kariernya, melainkan juga lahirnya inovasi yang membawa manfaat bagi masyarakat.