7 Tips Agar Anak Kuat Berpuasa Seharian
Sebagai orangtua, kita pasti bangga ketika si Kecil menyatakan keinginannya untuk puasa tahun ini. Meski kita ingin melihat mereka sukses puasa seharian, terkadang ada perasaan takut bila mereka tidak kuat atau jadi sakit.
Tapi tenang, agar si Kecil tetap bugar dan bersemangat hingga azan Maghrib tiba, berikut adalah panduan praktis yang bisa Moms and Dads terapkan.
1. Atur waktu dan porsi makan
Anak-anak masih dalam masa pertumbuhan, sehingga kebutuhan kalorinya harus tetap terpenuhi. Meskipun berpuasa, pastikan anak tetap makan 3 kali sehari:
● Sahur: Sebagai modal energi utama.
● Buka Puasa: Untuk memulihkan kadar glukosa.
● Setelah Tarawih: Porsi kecil atau camilan sehat untuk melengkapi nutrisi yang kurang.
2. Minum secara bertahap
Dehidrasi adalah musuh utama saat puasa. Karena anak-anak sering lupa minum, Moms perlu mengatur jadwal minum secara bertahap. Terapkan pola minum sejak waktu berbuka, sebelum tidur, hingga sahur. Hindari memberikan minuman berkafein (seperti teh kental) saat sahur karena dapat memicu anak lebih sering buang air kecil dan cepat haus.
3. Berikan gizi seimbang
Apa yang masuk ke perut si Kecil saat sahur, sangat menentukan apakah mereka akan kuat atau tidak.
Berikan mereka makanan kaya serat (sayur dan buah), protein dan lemak (telur, ayam, ikan), karbohidrat (kentang, jagung). Selain itu kurangi gorengan dan makanan/minuman yang terlalu manis. Gula sederhana memang memberi energi instan, namun akan membuat kadar gula darah turun drastis yang memicu rasa lemas di siang hari.
4. Berikan madu atau vitamin bila perlu
Untuk menjaga stamina dan daya tahan tubuh agar tidak mudah tumbang, Moms bisa memberikan madu atau suplemen vitamin setelah makan sahur atau berbuka. Madu mengandung glukosa alami yang baik untuk energi, namun pastikan ini hanya sebagai pendukung nutrisi utama, bukan pengganti makanan.
5. Kurangi aktivitas berat
Aktivitas fisik yang berlebihan, terutama di bawah terik matahari, akan mempercepat penguapan cairan tubuh dan menguras cadangan energi. Ajak anak melakukan aktivitas ringan seperti membaca buku, menggambar, atau tidur siang sejenak. Hindari aktivitas berat di siang hari agar mereka tidak cepat haus dan lapar.
6. Tidur yang cukup
Ritme tidur anak pasti berubah karena harus bangun lebih awal untuk sahur. Pastikan anak tidur lebih cepat di malam hari agar kebutuhan istirahatnya terpenuhi. Kurang tidur hanya akan membuat anak rewel dan merasa lebih lemas saat menjalani puasa.
7. Berikan kata-kata positif
Berikan pujian atas setiap jam yang berhasil mereka lalui. Kata-kata dorongan yang positif akan membuat mereka merasa dihargai dan lebih termotivasi untuk mencoba lagi esok hari.
8. Batalkan bila anak lemas
Ingatlah bahwa mereka masih dalam tahap belajar. Jika anak menunjukkan tanda-tanda sangat lemas, pusing, atau tampak pucat, jangan ragu untuk membatalkan puasanya. Mengajarkan anak bahwa kesehatan mereka adalah prioritas akan memberi mereka persepsi yang positif terhadap ibadah puasa di masa depan.
“Melatih anak berpuasa membutuhkan kesabaran dan pantauan ekstra dari orangtua. Jika Moms merasa si Kecil memiliki kondisi medis tertentu atau berat badannya terus menurun selama bulan puasa, ada baiknya untuk berkonsultasi dengan dokter,” saran dr. Melia Yunita, Sp.A.M.Sc., Dokter Spesialis Anak di Eka Hospital Cibubur.
Menurut dr. Melia, memastikan anak tetap sehat selama bulan Ramadan memerlukan perhatian ekstra, terutama jika anak memiliki kondisi medis tertentu atau menunjukkan perubahan pola pertumbuhan. “Jangan ragu untuk mendiskusikan kebutuhan nutrisi dan kesehatan buah hati Moms bersama ahlinya,” kata dr. Melia.
“Pemantauan tumbuh kembang dan konsultasi gizi yang komprehensif, membuat si Kecil dapat menjalankan ibadah dengan aman dan tetap optimal dalam pertumbuhan,” pungkas dr. Melia.