ads

Bukan Cuma Penyakit Anak: Mengapa Orang Dewasa Bisa Terkena Campak dan Apa Bahayanya?

Novita Sari - Jumat, 01 Mei 2026
Media Meet Up-Eka Hospital MT Haryono bertema Vaksin Campak Setelah Dewasa, Apakah Terlambat? Kamis (30/4) di Jakarta bersama dr. Erpryta Nurdia Tetrasiwi, Sp.PD-Spesialis Penyakit Dalam Eka Hospital MT Haryono. Foto: Novi
Media Meet Up-Eka Hospital MT Haryono bertema Vaksin Campak Setelah Dewasa, Apakah Terlambat? Kamis (30/4) di Jakarta bersama dr. Erpryta Nurdia Tetrasiwi, Sp.PD-Spesialis Penyakit Dalam Eka Hospital MT Haryono. Foto: Novi
A A A

Selama ini, campak sering dianggap sebagai "ritual" masa kecil yang hanya dialami sekali seumur hidup. Banyak orang dewasa merasa aman karena merasa sudah divaksinasi saat kecil atau sudah pernah terinfeksi sebelumnya. 

Namun, data menunjukkan kenyataan yang berbeda. Di tahun 2025 saja, kasus campak melonjak hingga 16.000 kasus, sebuah kenaikan drastis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang hampir nihil.

​Di acara Media Meet Up-Eka Hospital MT Haryono dengan tema "Vaksin Campak Setelah Dewasa, Apakah Terlambat?" pada Kamis, 30 April 2026 di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, dr. Erpryta Nurdia Tetrasiwi, Sp.PD-Spesialis Penyakit Dalam Eka Hospital MT Haryono, menjelaskan mengapa kita tidak boleh meremehkan campak di usia dewasa.

Perempuan yang akrab disapa dr. Pryta ini menerangkan, ada beberapa alasan medis mengapa "benteng" pertahanan tubuh kita bisa bobol meski sudah dewasa:

  • Penurunan Antibodi: Kekebalan dari vaksin masa kecil bisa menurun seiring usia. Jika kadar antibodi turun di bawah ambang perlindungan, kita kembali rentan.
  • Dosis yang Tidak Lengkap: Protokol lama mungkin hanya mewajibkan satu dosis. Kini, penelitian membuktikan butuh dua dosis vaksin MMR (Campak/Measles, Gondongan/Mumps, dan Rubella) untuk perlindungan maksimal (hingga 97%).
  • ​Dampak Pandemi COVID-19: Selama 2020–2023, cakupan vaksinasi rutin menurun drastis karena banyak orang takut ke rumah sakit. Hal ini memicu outbreak atau Kejadian Luar Biasa (KLB) saat ini.
  • ​Mitos Antivaks: Isu bahwa vaksin MMR menyebabkan autisme telah lama dipatahkan. Penyakit autisme berkaitan dengan faktor genetik dan lingkungan sejak di kandungan, bukan karena vaksin. Namun, hoaks ini sempat menurunkan kesadaran masyarakat untuk melakukan vaksinasi.

​Waspada Komplikasi Fatal: Dari Radang Otak hingga "Amnesia Imun"

Dikatakan dr. Pryta, berbeda dengan anak-anak yang biasanya pulih dalam satu hingga dua minggu, orang dewasa yang terinfeksi campak berisiko mengalami komplikasi sistemik yang berat, terutama jika memiliki penyakit penyerta (komorbid) seperti asma atau diabetes.

  • Pneumonia Berat: Komplikasi yang paling sering menyebabkan pasien dewasa masuk rumah sakit. Infeksi menyerang paru-paru dan menurunkan saturasi oksigen secara drastis.
  • ​Ensefalitis (Radang Otak): Terjadi pada 1 dari 1.000 kasus dewasa, yang bisa memicu kejang hingga kerusakan otak permanen.
  • ​Kebutaan: Campak dapat menyebabkan keratitis (radang kornea) yang jika diperparah dengan defisiensi Vitamin A, bisa berujung pada kebutaan.
  • ​Immune Amnesia: Ini adalah efek yang paling mengerikan. Virus campak bisa "menghapus" memori sistem imun kita. Tubuh jadi lupa cara melawan bakteri atau virus lain yang sebenarnya sudah pernah dikalahkan sebelumnya. Akibatnya, kita jadi mudah sakit-sakitan setelah sembuh dari campak.

​Mengenali Gejala Khas: Rumus "3C"

​Jangan tertukar dengan cacar atau flu biasa. Campak (Rubella) memiliki ciri khas:

  • Gejala Prodormal (Awal): Demam tinggi disertai 3C (Coughing/batuk, Chorizae/pilek, Conjunctivitis/mata merah).
  • ​Bercak Koplik: Munculnya bintik keputihan di bagian dalam pipi. Ini adalah tanda pasti campak yang tidak ditemukan pada penyakit lain seperti Rubella (Campak Jerman).
  • ​Ruam Merah: Muncul bertahap dari area wajah, turun ke badan, baru ke tangan dan kaki.
  • ​Solusi Terbaik: Vaksinasi MMR Dewasa

​Vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella) adalah investasi kesehatan yang murah dibandingkan biaya rawat inap akibat komplikasi.

​"Jika kamu tidak yakin dengan status imun masa kecil, lebih baik segera vaksin. Tidak ada efek negatif jika kita menambah dosis vaksin meskipun dulu sudah pernah," seru dr. Pryta.

​Jadwal: Diberikan dalam 2 dosis dengan jeda minimal 28 hari.

​Penting bagi Calon Ibu: Wanita yang berencana hamil, wajib mendapatkan vaksinasi ini setidaknya satu bulan sebelum memulai program kehamilan. Hal ini untuk mencegah risiko keguguran atau kecacatan bawaan pada bayi akibat virus Rubella.

​Post-Exposure Prophylaxis: Jika kamu baru saja terpapar orang yang positif campak, segera lakukan vaksinasi dalam waktu kurang dari 72 jam untuk meringankan gejala atau mencegah infeksi.

​Jangan menunda perlindungan. Pastikan tubuh kamu memiliki "pasukan" antibodi yang cukup untuk melawan virus yang sangat menular ini.

Kids Zone
Zona di mana buah hati Anda dapat menikmati kisah-kisah seru dalam bentuk cerita dan komik, mengeksplorasi artikel pengetahuan yang menyenangkan, serta permainan yang menarik untuk mengasah pemikiran buah hati.
Masuk Kids Zone
Latest Update
Selengkapnya
img
Bukan Cuma Penyakit Anak: Mengapa Orang Dewasa Bisa Terkena Campak dan Apa Bahayanya?
img
Manisnya Silaturahmi, Sehatnya Hidup: Edukasi dan Gaya Hidup Sehat Kunci Cegah Diabetes
img
Pekan Imunisasi Dunia 2026; Dorong Perlindungan Kesehatan Lintas Generasi
img
3 Alasan Harus Lakukan Pemeriksaan Gigi 6 Bulan Sekali