Ajak Siswa Galang Donasi untuk Sumatra, Bentuk Aksi Nyata Pendidikan Karakter Tidak Hanya Berlangsung Di Kelas
Pendidikan karakter atau character education merupakan modal utama seseorang untuk sukses. Seperti diketahui, pendidikan karakter adalah usaha sadar dan terencana untuk mendidik, menanamkan, dan menginternalisasi nilai-nilai moral, etika, dan watak luhur kepada peserta didik. Tujuannya adalah membentuk individu yang berakhlak mulia, cerdas emosional, berperilaku baik, serta mampu menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Pendidikan karakter ini juga diajarkan oleh English 1, perusahaan jaringan sekolah bahasa Inggris, dengan menggelar penggalangan dana bertajuk Unite for Sumatra sebagai bentuk kepedulian terhadap anak-anak dan keluarga terdampak banjir di sejumlah wilayah di Sumatra. Acara yang digelar di Menteng, Jakarta, Rabu (1/4), mempertemukan orang tua murid, partner, serta perwakilan lembaga kemanusiaan dalam satu semangat kolaborasi dan aksi nyata.
Menargetkan penggalangan dana sebesar Rp 100 juta, kampanye donasi ini dimulai secara online sejak Januari lalu. “Kami percaya bahwa pendidikan karakter tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga melalui aksi nyata. Melalui Unite for Sumatra, kami ingin melibatkan siswa dan orang tua dalam aksi nyata yang menumbuhkan empati dan kepedulian. Ketika komunitas bergerak bersama, dampaknya bisa jauh lebih besar,” ujar Operation Director English 1, Christopher Lloyd.
Marketing Director English 1, Rhea Danaparamita menjelaskan, donasi yang terkumpul akan disalurkan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih dan layanan kesehatan. Bantuan ini ditargetkan akan menjangkau sekitar 250 ribu penerima manfaat, termasuk di dalamnya 170 ribu anak-anak di wilayah Sumatera Utara (Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara dan Nias Selatan), Aceh (Aceh Tamiang, Langsa dan Aceh Timur), serta Sumatera Barat (Padang dan Agam).
“Kami memastikan proses penggalangan dana dan penyaluran bantuan dilakukan bersama mitra terpercaya. KitaBisa memfasilitasi pengumpulan donasi secara aman dan transparan, sementara Save the Children Indonesia sebagai organisasi independen yang berfokus pada pemenuhan hak anak, akan menyalurkan bantuan langsung kepada anak-anak dan keluarga terdampak. Bagi kami, ini adalah gerakan bersama untuk menanamkan nilai berbagi kepada anak-anak melalui contoh yang nyata,” jelas Rhea.
Semangat berbagi ini bagian dari kampanye Super Parents: Kindness in Action. Melalui inisiatif ini, berbagai center menjalankan tiga kegiatan utama. Memanfaatkan momentum bulan Ramadan, berlangsung kegiatan Sharing as One, berupa pengumpulan donasi yang melibatkan murid dan orang tua, baik dalam bentuk sumbangan uang maupun barang yang akan disalurkan ke penerima manfaat. Lalu, ada Evening Together, kegiatan buka puasa bersama dengan komunitas setempat.
Yang tak kalah menarik yakni Junior Learning Buddies, program belajar bersama yang berlangsung di 11 center, termasuk Bekasi, Surabaya, Balikpapan, Palu, Padang dan Lampung. Dalam kegiatan ini, para murid level B1 (intermediate) berkesempatan mengajar anak-anak dari komunitas sekitar, namun wajib mengikuti proses seleksi seperti pengalaman magang simulasi (mock internship). Murid diminta mengirimkan surat motivasi, menjalani wawancara, hingga mengikuti pelatihan bersama pengajar sebelum memfasilitasi sesi belajar interaktif.
Rhea menambahkan, rangkaian kegiatan tersebut menjadi fondasi dari gerakan yang berpuncak pada Unite for Sumatra. Menurut dia, peran institusi pendidikan tidak hanya membekali siswa dengan kemampuan akademik, tetapi juga membangun kesadaran sosial dan tanggung jawab terhadap sesama. “Kami ingin budaya berbagi tumbuh secara konsisten di lingkungan belajar. Fundraising night ini adalah puncaknya, tetapi semangatnya sudah dimulai sejak awal tahun di berbagai daerah,” tutup Rhea.