Akupunktur untuk Ibu Hamil, Benarkah Aman dan Bisa Kurangi Keluhan?
Kehamilan sering kali membawa berbagai perubahan yang tidak selalu nyaman bagi ibu. Mulai dari mual muntah, nyeri punggung, hingga rasa cemas, menjadi keluhan yang cukup umum dirasakan selama masa kehamilan.
Seiring berkembangnya layanan kesehatan, kini semakin banyak ibu hamil yang mencari terapi pendukung selain pengobatan medis konvensional. Salah satunya adalah akupunktur.
Dokter Spesialis Akupunktur, dr. Laura Widiastuti, Sp.Ak dari Eka Hospital PIK menjelaskan bahwa akupunktur medik dapat menjadi terapi komplementer yang membantu mengurangi keluhan selama kehamilan.
“Akupunktur bukan sekadar terapi alternatif, tetapi sudah berbasis medis dan digunakan sebagai terapi pendamping untuk membantu ibu hamil merasa lebih nyaman,” ujar dr. Laura.
Apa Itu Akupunktur Medik?
Akupunktur merupakan teknik dengan memasukkan jarum halus ke titik-titik tertentu pada tubuh untuk memberikan efek terapeutik.
Dalam praktik medis modern, akupunktur tidak dilakukan sembarangan. Terapi ini berbasis ilmu anatomi, fisiologi, dan patologi.
Menurut dr. Laura, akupunktur juga telah diakui secara global. “Akupunktur sudah direkomendasikan oleh organisasi kesehatan dunia sebagai terapi yang dapat diintegrasikan dalam sistem pelayanan kesehatan,” jelasnya, merujuk pada World Health Organization.
Bagaimana Akupunktur Bekerja?
Saat jarum dimasukkan ke titik tertentu, tubuh akan merespons melalui sistem saraf, hormon, dan sistem imun. “Stimulasi ini dapat membantu meningkatkan hormon seperti serotonin dan dopamin, memperbaiki sirkulasi darah, serta membantu tubuh mencapai keseimbangan,” kata dr. Laura.
Efek tersebut membuat tubuh menjadi lebih rileks dan membantu meredakan berbagai keluhan secara alami.
Manfaat Akupunktur Selama Kehamilan
Akupunktur telah digunakan untuk membantu mengatasi berbagai keluhan pada ibu hamil. “Beberapa kondisi yang bisa dibantu dengan akupunktur antara lain mual muntah, nyeri punggung, hingga membantu persiapan persalinan,” ujar dr. Laura.
Selain itu, terapi ini juga disebut dapat membantu:
• Mengurangi nyeri saat persalinan
• Membantu posisi janin sungsang
• Mendukung produksi ASI setelah melahirkan
Menurut dr. Laura, akupunktur menjadi pilihan karena dapat mengurangi keluhan tanpa menambah konsumsi obat.
Apakah Aman untuk Ibu Hamil?
Banyak ibu hamil masih ragu untuk mencoba akupunktur. Namun menurut dr. Laura, terapi ini relatif aman selama dilakukan dengan benar. "Akupunktur aman untuk ibu hamil selama dilakukan oleh tenaga medis terlatih dan menggunakan teknik yang sesuai,” jelasnya.
Namun, ia menekankan bahwa tidak semua kondisi bisa langsung diberikan terapi ini.
“Ada beberapa kondisi tertentu yang perlu menjadi perhatian, sehingga konsultasi dengan dokter tetap penting sebelum memulai terapi,” tambah dr. Laura.
Membantu Mengatasi Mual Muntah
Salah satu keluhan paling umum di awal kehamilan adalah mual dan muntah.
Menurut dr. Laura, akupunktur dapat membantu mengurangi keluhan tersebut dengan cara memperbaiki sistem pencernaan dan keseimbangan hormon. “Akupunktur dapat membantu mengurangi intensitas dan frekuensi mual, meskipun tidak selalu menghilangkan sepenuhnya,” jelasnya.
Peran dalam Proses Persalinan
Selain selama kehamilan, akupunktur juga dapat digunakan saat persalinan.
“Terapi ini dapat membantu mengurangi persepsi nyeri, memberikan efek relaksasi, dan dalam beberapa kasus dapat membantu mempercepat proses persalinan,” kata dr. Laura.
Meski memiliki banyak manfaat, akupunktur bukan pengganti terapi medis utama.
“Ibu hamil tetap perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai terapi, agar bisa disesuaikan dengan kondisi masing-masing,” tutup dr. Laura.
Dengan pendekatan yang tepat, akupunktur dapat menjadi salah satu pilihan terapi pendamping yang membantu ibu hamil menjalani kehamilan dengan lebih nyaman dan minim keluhan.