ads

Bukan Cuma Skincare, Ini Rahasia Menolak Tua dan Glow Up Holistik dari Dalam

Novita Sari - Minggu, 07 Juni 2026
Noviana Halim, Brand Manager Tropicana Slim (kiri) dan dr. Annisa Anjani Ramadhan, Sp.D.V.E, seorang Dermatologist dari BAMED (kanan). Foto: Novi
Noviana Halim, Brand Manager Tropicana Slim (kiri) dan dr. Annisa Anjani Ramadhan, Sp.D.V.E, seorang Dermatologist dari BAMED (kanan). Foto: Novi
A A A

Pernahkah kamu memerhatikan tren kecantikan belakangan ini? Di tengah gempuran media sosial dan marketplace yang dipenuhi berbagai klaim produk perawatan wajah, ada satu fenomena menarik yang sedang bergeser di tengah masyarakat modern, khususnya para perempuan aktif.

Ya, kita sedang memasuki era age-defying society—sebuah segmen masyarakat yang mendambakan penampilan awet muda, segar, dan tetap prima layaknya usia 17 tahun, bahkan saat usia terus bertambah.

Namun, kecantikan sejati tidak lagi dinilai sekadar dari apa yang dioleskan ke wajah. Kesadaran baru mulai tumbuh: kulit yang cerah dan bercahaya (glowing) adalah cerminan dari apa yang kita konsumsi dan bagaimana cara kita hidup. Kulit yang cantik harus dibangun di atas fondasi tubuh yang sehat secara menyeluruh.

Menyambut Global Wellness Day yang jatuh pada 13 Juni mendatang, Tropicana Slim menangkap aspirasi tersebut dengan menggelar Wellness Day bertajuk “Glow Up: Steal the Spotlight” di Jakarta dan Surabaya. Rangkaian wellness experience ini memadukan aktivitas fisik bersama SANA Studio, beauty class bersama Instaperfect, serta edukasi kesehatan kulit menyeluruh demi menginspirasi masyarakat agar lebih mindful dalam merawat diri.

Berbagai kelas olahraga, diantaranya Vinyasa Yoga. Foto: Ist
Berbagai kelas olahraga, diantaranya Vinyasa Yoga. Foto: Ist

Kulit Sebagai Benteng Terluar Tubuh

Mengapa merawat kulit terasa begitu menantang di era modern? dr. Annisa Anjani Ramadhan, Sp.D.V.E, seorang Dermatologist dari BAMED yang turut hadir di SANA Studio Jakarta Selatan pada Sabtu, 06 Juni 2026, menjelaskan bahwa kulit adalah organ tubuh terluar sekaligus terluas. Tugasnya tergolong berat karena harus menghalau berbagai faktor eksternal mulai dari polusi, tingginya intensitas sinar UV, bakteri, hingga potensi trauma fisik seperti garukan.

Di sisi lain, kulit juga memegang fungsi sosial yang besar, yaitu merepresentasikan identitas diri. Di era regenerative medicine saat ini, dunia medis memandang kesehatan kulit tidak lagi bisa dikotak-kotakkan hanya sebagai urusan estetika luar semata.

"Kita tidak bisa lagi memisahkan antara kecantikan dan kesehatan. Untuk bisa tampil cantik dan memiliki kulit glowing, tubuh kita harus sehat terlebih dahulu. Tindakan klinis maupun penggunaan skincare luar sebenarnya berfungsi menstimulasi regenerasi sel, namun proses itu tetap membutuhkan modal nutrisi yang kuat dari dalam tubuh," ungkap dr. Annisa.

Ancaman Nyata Gula Berlebih pada Elastisitas Kulit

Salah satu tantangan terbesar dalam menjaga kesehatan kulit dari dalam adalah kontrol asupan makanan, terutama gula sederhana. Mengurangi gula bukan lagi sekadar urusan mencegah risiko diabetes atau obesitas, melainkan juga kunci utama dalam menjaga kekencangan kulit.

Saat kadar gula di dalam tubuh berlebih dan tidak terpakai secara optimal, molekul gula tersebut akan menempel pada jaringan sel dan menghasilkan produk sampingan berbahaya yang disebut AGEs (Advanced Glycation End-products). Proses glycation ini merusak struktur kolagen alami, menurunkan elastisitas kulit, mempercepat munculnya tanda-penuaan dini, memicu lonjakan produksi minyak penyebab jerawat, serta memperparah inflamasi (peradangan).

Dalam kesempatan yang sama, Noviana Halim, Brand Manager Tropicana Slim, mengingatkan pentingnya mewaspadai hidden sugar atau gula tersembunyi dalam menu harian kita. Sesuai rekomendasi WHO, batas konsumsi gula harian adalah 50 gram (4 sendok makan). Namun, untuk mendapatkan manfaat kesehatan yang lebih optimal dan kulit yang lebih cerah, batas maksimumnya sebaiknya dipangkas hingga 25 gram (2 sendok makan) per hari.

"Banyak yang merasa sudah tidak menambahkan gula pasir pada kopi atau tehnya. Namun, secangkir cappuccino dengan sirup perisa tambahan di kafe bisa mengandung hingga 3 sendok makan gula. Belum lagi jika kita mengonsumsi camilan seperti donat. Tanpa disadari, batas harian tersebut sudah terlampaui bahkan sebelum sore hari," jelas Noviana.

Para peserta beauty class. Foto: Ist
Para peserta beauty class. Foto: Ist

Fondasi Nutrisi untuk Kulit kenyal: Kolagen dan Antioksidan

Untuk mengimbangi penurunan produksi nutrisi alami tubuh seiring bertambahnya usia, intervensi nutrisi dari dalam menjadi sangat krusial. Beberapa kandungan yang kini terbukti secara ilmiah mendukung kesehatan tekstur kulit antara lain:

  • Hydrolyzed Collagen (Kolagen Terhidrolisis): Jenis kolagen yang partikelnya sudah dipecah menjadi lebih kecil sehingga jauh lebih mudah diserap oleh saluran pencernaan dibandingkan kolagen biasa (native collagen). Kolagen berfungsi menjaga struktur jaringan ikat kulit sekaligus mengikat molekul air (hidrasi) agar kulit tetap kenyal (plumpy) dan tidak kering. Penelitian juga menunjukkan asupan kolagen yang diminum memberikan efek peningkatan densitas kolagen yang lebih signifikan dibandingkan kolagen yang diaplikasikan secara topikal (dioles).
  • L-Glutathione: Merupakan antioksidan poten yang efektif melawan radikal bebas akibat kerusakan sel yang disebabkan oleh AGEs, sekaligus melindungi sel-sel kulit sehat lainnya dari kerusakan berantai.
  • Vitamin A dan C: Vitamin A berperan penting dalam mempercepat proses turnover sel kulit mati ke sel yang baru. Sementara Vitamin C bertindak sebagai antioksidan sekaligus memberikan efek mencerahkan (brightening) dengan cara menghambat hormon pembentuk melanin (pigmen gelap).

Sebagai bagian dari komitmen mendampingi perjalanan hidup sehat masyarakat Indonesia selama lebih dari 50 tahun, inovasi terus dilakukan untuk menghadirkan solusi self-care praktis tanpa gula, salah satunya melalui rangkaian produk Tropicana Slim Collagen Drink. Produk ini memadukan 8.000 mg kolagen terhidrolisis dan 250 mg L-Glutathione yang diformulasikan bebas gula demi mendukung pemenuhan nutrisi harian kulit secara aman dan konsisten.

Sinergi Gaya Hidup: Istirahat dan Olahraga

Melengkapi nutrisi dan pembatasan gula, transformasi penampilan yang optimal memerlukan keseimbangan gaya hidup aktif yang holistik:

  • Kualitas Tidur Malam (6–8 Jam): Saat tubuh beristirahat total, sel-sel tubuh melakukan proses regenerasi terbesar, termasuk memproduksi jaringan kolagen baru. Kurang tidur secara langsung menghambat proses pemulihan alami ini.
  • Aktivitas Fisik Rutin (Minimal 3 Kali Seminggu): Olahraga memicu pelepasan hormon endorfin yang meningkatkan suasana hati dan mengurangi stres fisik. Selain itu, lancarnya sirkulasi darah saat berolahraga membantu mendistribusikan oksigen dan nutrisi hingga ke pembuluh darah ujung di area kulit wajah. Keringat yang keluar saat berolahraga juga menjadi salah satu komponen pendukung hidrasi alami yang membuat wajah tampak merona segar seketika.

Membangun rasa percaya diri melalui penampilan yang prima tidak dapat diraih secara instan. Diperlukan konsistensi dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang positif seperti mulai dari memilih alternatif asupan bebas gula, aktif bergerak, hingga memenuhi kebutuhan nutrisi dari dalam, untuk memancarkan kesehatan yang seimbang dari dalam hingga keluar kulit.

Kids Zone
Zona di mana buah hati Anda dapat menikmati kisah-kisah seru dalam bentuk cerita dan komik, mengeksplorasi artikel pengetahuan yang menyenangkan, serta permainan yang menarik untuk mengasah pemikiran buah hati.
Masuk Kids Zone
Latest Update
Selengkapnya
img
Bukan Cuma Skincare, Ini Rahasia Menolak Tua dan Glow Up Holistik dari Dalam
img
Mengenal Orthovolution: Era Baru Layanan Tulang dan Sendi yang Bikin Lansia Kembali Aktif
img
Gusi Tentram, Gigi No Tantrum: Karena Gusi adalah Fondasi dari Kesehatan Gigi dan Mulut
img
Tak Perlu Antre Lama, Teknologi Rontgen 3D Mampu Mendeteksi Masalah Gigi Dalam Sekejap