ads

Bukan Sekadar Pengingat Biasa, Begini Cara Teknologi Digital Bantu Ibu Hamil di Lombok Tengah Disiplin Minum MMS

Novita Sari - Senin, 13 Juli 2026
Implementasi SMART-MMS kini memasuki Kabupaten Lombok Tengah, setelah sebelumnya dimulai dari Kabupaten Lombok Timur. Foto: Ist
Implementasi SMART-MMS kini memasuki Kabupaten Lombok Tengah, setelah sebelumnya dimulai dari Kabupaten Lombok Timur. Foto: Ist
A A A

Summit Institute for Development menerima kunjungan perwakilan donor program SMART-MMS, dari Children’s Investment Fund Foundation melalui Sight and Life (SAL) pada 6–8 Juli 2026 untuk meninjau secara langsung pelaksanaan program di sejumlah puskesmas dan posyandu di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Kunjungan ini menjadi bagian dari komitmen bersama dalam memastikan implementasi SMART-MMS berjalan sesuai rencana sekaligus melihat secara langsung dampak pendekatan digital dalam meningkatkan kepatuhan konsumsi Multiple Micronutrient Supplementation (MMS) bagi ibu hamil.

Implementasi SMART-MMS kini memasuki Kabupaten Lombok Tengah, setelah sebelumnya dimulai dari Kabupaten Lombok Timur. Program ini memperluas jangkauan layanan ke sejumlah posyandu dengan melibatkan tenaga kesehatan, bidan, serta Community Health Promoter (CHP) dalam mendampingi ibu hamil selama proses kehamilan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan roadshow di Puskesmas Muncan, Desa Muncan, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah. Dalam kesempatan tersebut, Country Program Manager Sight and Life Indonesia, dr. Sigit Sulistyo, MPH, menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi yang telah terjalin sekaligus menekankan pentingnya meningkatkan kepatuhan konsumsi MMS.

"Tantangan terbesar yang masih kita hadapi adalah kepatuhan ibu hamil dalam mengonsumsi MMS. Kami berharap Puskesmas Muncan dapat menjadi role model bagi fasilitas kesehatan lainnya," ujar dr. Sigit.

Senada dengan hal tersebut, Yuni Dwi Setiyawati, MHID,Dietitian, CEO Summit Institute for Development, menegaskan bahwa bidan memegang peran strategis dalam keberhasilan program.

"Bidan merupakan garda terdepan dalam pelayanan kesehatan ibu hamil. Summit hadir untuk mendukung sekaligus mempercepat implementasi pemberian MMS melalui pendekatan yang lebih terstruktur dan berbasis digital," ungkapnya.

Sementara itu, dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A., MPH menjelaskan bahwa keunggulan SMART-MMS terletak pada sistem pemantauan digital yang memungkinkan prosespendampingan dilakukan secara lebih efektif dan terukur. Harapannya, program ini dapat menjadi pendorong peningkatan kepatuhan konsumsi MMS di masyarakat. Kepala Puskesmas Muncan, Samah, SKM turut menyampaikan rasa bangganya karena wilayah kerjanya dipercaya menjadi salah satu lokasi implementasi program.

Selain kegiatan roadshow, peserta juga mengikuti sesi pemaparan mengenai pentingnya konsumsi MMS selama kehamilan serta pemanfaatan teknologi digital yang meliputi pengingat melalui Whatsapp dan telepon, dashboard pemantauan, hingga AI yang dapat menghitung sisa pil dalam botol untuk memantau kepatuhan konsumsi suplemen tersebut. Kegiatan ini juga didampingi oleh perwakilan stakeholder advisory board dari provinsi dan kabupaten yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Kesehatan NTB - Lalu Efendi Hidayat, ST., MM, Kepala Tim Kerja Farmasi, Baiq Fahmi Ilmiati, S. Farm., Apt, Kepala Tim Kerja KIA Luh Mas Suhatrining, SKM dan Humas Dinkes Prov NTB Sally Dwi Aryani, S.IP.

Pada hari kedua dan ketiga, tim melanjutkan kunjungan lapangan ke tiga posyandu, yaitu Posyandu Bukit Maun Desa Montong Sapah, Posyandu Orok Solong Desa Kabul, dan Posyandu Pratama Rarangan Desa Pijot. Di lokasi tersebut, tim donor menyaksikan secara langsung proses enrollment peserta, mulai dari pemeriksaan kesehatan ibu hamil, edukasi mengenai manfaat MMS, hingga pendampingan penggunaan sistem digital yang menjadi bagian dari SMART-MMS.

Dalam proses pendampingan, para ibu hamil didampingi oleh bidan dan Community Health Promoter (CHP) juga memberikan edukasi mengenai mekanisme gamifikasi dalam SMART-MMS. Pendekatan ini dirancang untuk meningkatkan motivasi dan konsistensi ibu hamil dalam mengonsumsi MMS sesuai anjuran.

Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, mitra pembangunan, dan pemanfaatan teknologi digital, SMART-MMS diharapkan mampu meningkatkan kepatuhan konsumsi MMS selama kehamilan. Upaya ini menjadi salah satu langkah strategis dalam menurunkan risiko stunting, kelahiran dengan berat badan rendah, serta berbagai komplikasi akibat kekurangan mikronutrien pada ibu hamil. Program ini juga menjadi bagian dari persiapan Nusa Tenggara Barat sebagai salah satu provinsi yang ditargetkan mengimplementasikan program MMS secara nasional pada tahun 2027.

Kids Zone
Zona di mana buah hati Anda dapat menikmati kisah-kisah seru dalam bentuk cerita dan komik, mengeksplorasi artikel pengetahuan yang menyenangkan, serta permainan yang menarik untuk mengasah pemikiran buah hati.
Masuk Kids Zone
Latest Update
Selengkapnya
img
Bukan Sekadar Pengingat Biasa, Begini Cara Teknologi Digital Bantu Ibu Hamil di Lombok Tengah Disiplin Minum MMS
img
Bebas Bising dan Aman dari Zat Kimia Berbahaya, Begini Cara Memilih Alat Nebulizer Terbaik untuk Keluarga
img
Bibir Sumbing Bisa Berdampak pada Kemampuan Makan hingga Bicara Anak, Ini Pentingnya Operasi Dini
img
Mengenal Kanker Endometrium: Jenis Kanker yang Mulai Meningkat Pada Perempuan!