Cegah Nyeri Punggung Bagi Pegawai Kantoran
Rasa nyeri di punggung kini bukan hanya dialami oleh lansia, tetapi juga dewasa muda. Hal ini umumnya dipicu oleh aktivitas yang menuntut mereka untuk berada dalam satu posisi dengan durasi yang lama, seperti duduk di depan komputer atau laptop. Bagi Moms dan Dads yang bekerja di kantor, 7 hingga 8 jam waktunya dihabiskan di belakang meja. Duduk lama dengan posisi tidak ergonomis ini bisa sebabkan nyeri punggung. Aktivitas yang repetitif, ditambah postur tubuh yang tidak ideal serta kurangnya kesempatan berolahraga berisiko membuat otot punggung dan pinggang menjadi tegang. Akibatnya, timbul keluhan seperti pegal, rasa kaku, hingga nyeri yang datang berulang. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat menurunkan kualitas hidup dan mengganggu produktivitas.
dr. Andra Hendriarto, Sp. OT, (K), dokter Spesialis Ortopedi Konsultan Spine RS Pondok Indah – Bintaro Jaya, menyebutkan keluhan nyeri punggung pada pekerja kantor umumnya terkait dengan posisi duduk yang kurang tepat, aktivitas fisik berlebih, atau aktivitas sehari-hari yang dilakukan dengan postur yang tidak tepat.
Bagi pegawai kantor posisi duduk yang tidak ergonomis, seperti duduk tanpa penyangga pinggang, membungkuk di kursi, kursi mendorong punggung atas atau leher ke depan, kursi terlalu rendah, duduk terlalu jauh dari laptop atau layar komputer bisa sebabkan nyeri punggung. “Nah, sebaiknya pilihlah kursi yang ada sandaran punggungnya. Selain itu atur layar monitor sejajar dengan mata. Hindari juga posisi statis dalam waktu lama (lebih dari satu jam). Moms atau Dads dapat melakukan peregangan ringan secara berkala untuk mencegah nyeri dan kekakuan otot. Jangan biasakan menerima telepon dengan posisi hp berada di leher, sebaiknya gunakan headset saat menerima telepon, utamanya jika telepon dengan waktu yang lama. Dan, yang tak kalah penting adalah terapkan pola hidup sehat dengan olahraga teratur, tidur yang cukup, dan kontrol stres,” saran dokter Andra.