Dalam Genggaman, Lebih Dekat dengan Al-Qur’an dan Konsisten Beribadah
Niat yang sama terbetik di benak setiap Muslim saat menyambut datangnya Ramadan: ingin lebih dekat dengan Al-Qur’an dan lebih konsisten beribadah. Namun, niat baik itu sering berbenturan dengan kenyataan sehari-hari. Pekerjaan yang menumpuk, energi yang terbagi, serta ritme hidup yang cepat membuat upaya mendalami ajaran Al-Qur’an terasa tidak sederhana. Bukan karena kurang keinginan, melainkan karena tak jarang muncul kebingungan harus mulai dari mana dan bagaimana menjaganya agar tetap berlanjut.
“Yang paling berat dari ibadah itu bukan niatnya, tapi konsistensinya,” ungkap Verti Tri Wahyuni, seorang momfluencer.
Di titik inilah ngajiai menemukan peran idealnya. Berawal sebagai aplikasi belajar mengaji, kini bertransformasi menjadi pendamping ibadah harian yang selalu ada dalam genggaman. Hingga hari ini, sudah 403 ribu pengguna telah menggunakan dengan sekitar 39 ribu di antaranya berlangganan premium.
Angka ini bukan semata pencapaian, melainkan cerminan kebutuhan akan cara beribadah yang terasa lebih dekat, terarah, dan relevan dengan kehidupan modern. Fara Abdullah, Chief Business Development Officer (CBDO) Vokalai, startup edukasi digital melihat fase ini sebagai momentum penting. “Aplikasi mengaji ini tumbuh menjadi produk yang matang secara strategi, berdampak nyata dalam penggunaan, dan tetap berpijak pada nilai-nilai keislaman. Antusiasme dari pengguna di Indonesia menunjukkan bahwa kebutuhan akan pendamping ibadah yang kontekstual itu nyata. Banyak orang ingin hidupnya lebih selaras dengan nilai Al-Qur’an, tapi merasa kewalahan. Kami hadir bukan untuk menghakimi atau membebani, melainkan menemani. Perlahan, konsisten, dan relevan dengan kehidupan hari ini,” ujarnya.
Berbekal pengalamannya mengelola aplikasi panduan gaya hidup Muslim berskala global, Fara optimistis siap melangkah lebih jauh. Bagi banyak pengguna, kehadiran aplikasi ini membuat ajaran Al-Qur’an terasa lebih membumi. Tidak lagi hadir sebagai tuntutan besar yang terasa menakutkan, tetapi sebagai langkah-langkah kecil yang bisa dijalani setiap hari. Semua terstruktur dengan rapi, sehingga pengguna tidak perlu merasa kewalahan menghadapi banyaknya amalan dan tuntunan. Satu aplikasi, satu fokus, satu ikhtiar dalam satu waktu.
Banyak fitur baru seperti Sholat, untuk bantu pengguna ‘absen’ ibadah wajib lima kali seharinya; Doa, Dzikir, dan yang paling menarik, Ikhtiar. Melalui fitur Ikhtiar, pengguna tidak dihadapkan pada daftar panjang amalan yang melelahkan, tetapi diajak memilih satu fokus ikhtiar. Bisa sesederhana menjaga lisan, lebih disiplin salat tepat waktu, atau meluangkan waktu untuk dzikir harian. Setiap ikhtiar dibagi ke dalam tugas-tugas kecil selama tujuh hari, membuat prosesnya terasa ringan dan realistis.
“Fitur Ikhtiar ini membuat saya merasa tidak sendirian. Target besar dipecah jadi langkah kecil, jadi tidak terasa menekan. Kita jadi bisa belajar Al-Qur’an dan benar-benar mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Verti.
“Menyambut Ramadan 1447 H tahun ini, kami mengajak umat Muslim menjadikan bulan suci ini sebagai awal, bukan puncak. Awal untuk membangun kebiasaan ibadah yang konsisten, terstruktur, dan terasa dekat. Karena kini, untuk hidup lebih dekat dengan Al-Qur’an, tidak harus menunggu waktu luang yang sempurna. Cukup membuka genggaman, dan melangkah perlahan, satu ikhtiar pada satu waktu,” pungkas Vanya Sunanto, COO Vokalai.