Duh, Si Kecil Lagi GTM? Yuk, Bongkar Penyebab dan Solusi Agar Anak Lahap Makan di 2026!
Pernah nggak sih, sudah masak semangat-semangat, eh pas jam makan, si Kecil malah tutup mulut rapat-rapat atau justru "melepeh" makanannya? Tenang Moms, you are not alone! Drama GTM (Gerakan Tutup Mulut) ini memang sering bikin kita galau maksimal.
Tapi, tahu nggak sih Moms, GTM itu bukan cuma soal anak "pilih-pilih" makanan, lho. Saat acara Gerakan Lahap Makan SUN 2026 di Malang (14/01), para ahli membocorkan rahasia kenapa GTM terjadi dan bagaimana cara menaklukkannya. Yuk, kita simak!
Etyk Hartuti, Manager Indofood Nutrition and Special Foods Division PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk mengatakan, “Gerakan Tutup Mulut pada anak atau yang sering dikenal dengan GTM merupakan kondisi yang sering terjadi dan bisa muncul berulang pada fase tumbuh kembang yang berbeda. Kami ingin hadir sebagai sahabat bagi para Ibu untuk belajar bersama, saling berbagi, dan menemukan solusi yang bisa diterapkan untuk mendukung upaya pemenuhan gizi anak.”
dr. Centaura Naila Alfin Camielle, Sp.A, M.Biomed., menegaskan, GTM tidak boleh dianggap sepele karena dapat berdampak langsung pada pemenuhan gizi anak, terutama di masa awal pertumbuhan yang krusial.
“Kebutuhan gizi anak sangat tinggi, sementara kapasitas lambung bayi masih terbatas. Untuk memenuhi kebutuhan zat besi harian saja, bayi membutuhkan asupan yang cukup besar setara dengan 11 potong daging ayam. Di sinilah peran orangtua sangat penting untuk menyiapkan makanan padat gizi sekaligus membuat anak mau makan sehingga gizi bisa masuk ke dalam tubuhnya,” jelas dr. Centa.
Menurutnya, ada beberapa penyebab utama yang sering dilewatkan para Ibu seperti:
- Anak Bosan dengan Rasa dan Tekstur: Bayangkan kalau kita disuruh makan menu yang itu-itu saja setiap hari. Pasti bosan, kan? Begitu juga si Kecil!
- Fase Tumbuh Kembang: Mulai dari tumbuh gigi, ingin eksplorasi lingkungan, sampai mulai belajar mandiri, itu semua bisa bikin fokus makan terganggu, lho, Moms.
- Kurangnya Stimulasi Sensorik: Makanan yang terlalu hambar atau aromanya kurang menggugah selera, bikin anak nggak semangat makan.
Solusi Ampuh Atasi GTM
Moms bisa mulai terapkan 3 Metode Lahap Makan yang lagi trending di 2026 ini:
1. Atur Jadwal dan Mood (The Right Timing): Pastikan si Kecil makan di saat benar-benar lapar dan tidak dalam kondisi mengantuk. Kalau anak cranky, drama makan pasti makin jadi.
2. Berani Main Rempah (Flavor Boost): Jangan takut kasih rasa, Moms! dr. Ayuca Zarry, Sp.A. yang turut hadir, menyarankan penggunaan bumbu aromatik alami seperti bawang merah, bawang putih, atau daun jeruk dalam MPASI. Aroma rempah yang sedap, terbukti efektif membangkitkan nafsu makan si Kecil. “Bumbu rempah aman dikenalkan sejak dini asal dikelola dengan benar. Harapannya, dengan aroma yang lebih 'berani' anak menjadi lebih antusias dan kebutuhan gizinya tercukupi dengan optimal,” kata dr. Ayuca.
3. Gunakan Pilihan MPASI yang "Lokal Banget": Kalau Moms jadwalnya padat, jangan stres! Sekarang ada SUN Cinta Rasa Indonesia yang punya rasa Liwet Ayam Kampung, Soto Ayam, hingga Opor Ayam. Rasanya Nusantara banget, tinggi Zat Besi serta Omega 3 & 6 (Esenutri), dan pastinya tanpa pengawet. Solusi praktis tapi tetap bikin anak merasa makan masakan rumahan yang lezat!
"Jangan lupa untuk mengombinasikan bahan pangan lokal yang mudah didapat, seperti talas, bayam, dan ayam, sehingga MPASI menjadi lebih lezat dan bernutrisi,” saran Duta Lahap Makan perwakilan Bogor, Hj. Aas Kusdianawati yang turut memberikan contoh langsung melalui demo masak MPASI berbasis pangan lokal berupa Bubur Ayam Spesial yang dikreasikan dengan bumbu dan rempah agar anak lebih lahap makan.
4. Suasana Makan yang Fun: Ganti suasana makan jadi lebih ceria. Jadikan jam makan sebagai waktu "bermain" dan eksplorasi rasa bersama si Kecil.
GTM bukan akhir dari segalanya, Moms! Dengan sedikit kreativitas mengenalkan rasa dan pemilihan produk MPASI yang tepat, kita bisa bantu si Kecil tumbuh jadi "Juara Makan". Yuk, kita sukseskan Gerakan Lahap Makan di rumah masing-masing. Biar si Kecil tumbuh sehat menuju Indonesia Emas, dan kita pun bisa bernapas lega!