ads

Ketika Pengasuhan Anak Menjadi Infrastruktur Sosial, Orang Tua Produktif dan Masa Depan Anak Terlindungi

Dwi Retno - Jumat, 30 Januari 2026
MainStory menghadirkan pengasuhan anak yang aman, berkualitas, dan memahami kebutuhan keluarga bekerja (Foto : Ist)
MainStory menghadirkan pengasuhan anak yang aman, berkualitas, dan memahami kebutuhan keluarga bekerja (Foto : Ist)
A A A

Tak sedikit ibu bekerja yang menyerah di tengah jalan karena sang buah hati tidak ada yang mengasuh. Keputusan resign pun diambil. Sementara karirnya sedang bagus. Selama ini, pengasuhan anak kerap dianggap sebagai urusan privat keluarga. Namun di balik satu keputusan menitipkan anak, tersimpan dampak domino yang jauh lebih luas, mulai dari produktivitas tenaga kerja, keberlanjutan karier perempuan, hingga fondasi pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurut Antoni Lewa, CEO MainStory pengasuhan anak layak diposisikan sebagai infrastruktur sosial karena dampaknya lintas generasi, mulai dari stimulasi tumbuh kembang anak, keberlanjutan karier orang tua, khususnya perempuan, hingga produktivitas ekonomi jangka panjang. Berbagai riset menunjukkan bahwa investasi pada pengasuhan anak berkualitas dapat memberikan return hingga 7-10 kali lipat serta membantu menyetarakan peluang ekonomi anak lintas latar sosial di masa dewasa. Artinya, setiap rupiah yang dialokasikan negara untuk pengasuhan anak tidak hanya berdampak pada tumbuh kembang anak, tetapi juga menciptakan efek domino, mulai dari peningkatan partisipasi kerja orang tua, produktivitas tenaga kerja, hingga kualitas sumber daya manusia di masa depan yang berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional.

“Ketika seorang ibu bisa tetap bekerja karena anaknya mendapatkan pengasuhan yang aman dan berkualitas, dampaknya tidak berhenti di keluarga itu saja. Dampaknya menjalar ke produktivitas perusahaan dan ekonomi nasional,” ujar Antoni.

Dalam konteks Indonesia, akses pengasuhan anak yang terjangkau dan berkualitas berpotensi meningkatkan partisipasi angkatan kerja perempuan dari 53 persen menjadi 58 persen, yang dalam berbagai studi diperkirakan dapat berkontribusi hingga USD 62 miliar terhadap PDB per tahun. Ini menunjukkan pengasuhan anak adalah fondasi sosial yang turut menentukan daya saing tenaga kerja di masa depan.

Sejak berdiri pada 2022, MainStory telah mengoperasikan lebih dari 30 unit daycare dan homecare di lima kota, melayani lebih dari 7000 keluarga per Januari 2026, sekitar 4.500 di antaranya adalah ibu bekerja, serta mencatat lebih dari 150.000 hari pengasuhan anak. Tingkat retensi keluarga mencapai 89 persen, dengan net promoter score sebesar 71 persen yang ditopang oleh faktor teknologi dan keamanan. “Angka-angka ini bukan sekadar pertumbuhan bisnis. Ini mencerminkan kebutuhan riil keluarga bekerja hari ini dan kepercayaan yang mereka titipkan kepada kami,” ujar Antoni.

Survei internal memperlihatkan bagaimana dampak domino tersebut terjadi di tingkat keluarga. Sebanyak 71,7 persen orang tua baru pertama kali menggunakan layanan pengasuhan anak daycare; 68 persen merasa lebih fokus bekerja; 54,7 persen (mayoritas ibu) dapat kembali bekerja atau batal mengundurkan diri; 55 persen menghemat biaya sekitar Rp 1 juta-Rp 4 juta per bulan; serta 48 persen menghemat 7–12 jam per hari yang sebelumnya terserap untuk urusan pengasuhan. Rangkaian perubahan ini menunjukkan bagaimana satu keputusan pengasuhan dapat berlanjut dari ketenangan keluarga, ke produktivitas kerja, hingga kontribusi yang lebih luas bagi ekonomi.

Selain itu, daycare ini berkomitmen terhadap pemberdayaan perempuan yang tercermin dari komposisi organisasinya, terdiri atas 73 persen karyawan kantor pusat adalah perempuan, 89 persen manajer adalah perempuan, dan 64 persen mitra pemilik daycare adalah perempuan. Secara keseluruhan, 2000+ perempuan telah terberdayakan melalui peluang kerja layak, baik dampak langsung maupun tidak langsung, dengan jalur karier serta standar upah yang lebih stabil dibandingkan rata-rata pasar. “Kami tidak hanya ingin membantu orang tua bekerja. Kami juga membangun ekosistem kerja yang adil dan berkelanjutan bagi para pengasuh dan mitra perempuan,” lanjut Antoni.

Fakta di masyarakat, tiga kebutuhan utama paling sering muncul yaitu rasa aman saat menitipkan anak, kebutuhan stimulasi perkembangan yang tepat, serta kelelahan akibat sering berganti pengasuh atau asisten rumah tangga. MainStory menjawab kebutuhan ini melalui pemantauan CCTV real-time, daily report, kurikulum stimulasi, serta pengelolaan rekrutmen, pelatihan, dan penggantian pengasuh secara terintegrasi.

“Memasuki 2026, kami terus memperluas perannya sebagai platform parenting yang relevan dan mudah diakses oleh keluarga Indonesia dengan mengintegrasikan layanan offline dan online, memperluas jangkauan daycare dan homecare yang berkualitas serta terjangkau, dan berinvestasi pada digitalisasi serta fasilitas pelatihan pengasuh berbasis teknologi. Kami ingin memastikan bahwa setiap keluarga, di mana pun mereka berada, memiliki akses pada pengasuhan yang aman, terjangkau, dan bermutu,” tutup Antoni.

Kids Zone
Zona di mana buah hati Anda dapat menikmati kisah-kisah seru dalam bentuk cerita dan komik, mengeksplorasi artikel pengetahuan yang menyenangkan, serta permainan yang menarik untuk mengasah pemikiran buah hati.
Masuk Kids Zone
Latest Update
Selengkapnya
img
Hadirkan Internet yang Aman Bagi Anak dan Keluarga Lewat AKSI Digital
img
Ketika Pengasuhan Anak Menjadi Infrastruktur Sosial, Orang Tua Produktif dan Masa Depan Anak Terlindungi
img
Mengajarkan Anak Bersyukur Lewat Kisah Persahabatan antara Remaja Pemberontak dan Lansia di Panti Asuhan
img
Imlek Hingga Lebaran, Ini Trik Bikin Rumah Auto Lega Tanpa Harus Renovasi