Dukung Akses Pendidikan Inklusif bagi Generasi Pemimpin Masa Depan Lewat Pemberian Beasiswa
Sebanyak 35 mahasiswa baru IPB University dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi, terpilih sebagai penerima Beasiswa. Sebagai langkah awal, McDonald’s Indonesia menggandeng Yayasan Alumni Peduli IPB (YAPI) untuk memberikan dukungan selama tahun pertama perkuliahan. Lebih dari bantuan finansial, juga mendorong “Cita dan Daya” melalui kesempatan mengikuti pelatihan hingga mendapatkan pengalaman kerja.
Bagi para mahasiswa, diterima di IPB University merupakan pencapaian penting setelah melewati proses panjang untuk bisa melanjutkan pendidikan sampai ke perguruan tinggi. Namun, pencapaian ini baru menjadi langkah awal. Mereka masih perlu beradaptasi dengan lingkungan baru, menjalani proses belajar yang lebih mandiri, sambil mulai mempersiapkan diri untuk terjun ke dunia kerja setelah lulus. Bagi mahasiswa dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi, semua proses ini menjadi sebuah tantangan tersendiri.
“Kami melihat perjuangan dan kerja keras adik-adik mahasiswa untuk sampai di titik ini. Hal ini menjadi alasan kami menghadirkan Beasiswa Pendidikan sebagai milestone baru dari komitmen kami untuk mendukung pendidikan inklusif yang sudah berjalan selama lebih dari tiga dekade. Melalui program ini, kami ingin memberi ruang bagi mereka untuk belajar, berkembang, dan mendapatkan pengalaman sebagai bekal untuk menjadi future leaders berkarakter yang membawa dampak positif. Kami berharap kesempatan ini dapat membantu mereka membangun Cita dan Daya serta semakin percaya diri menentukan langkah ke depan,” ujar Yulianti Hadena, Director of Human Resources & General Services McDonald’s Indonesia.
Tidak hanya diwujudkan melalui biaya pendidikan selama dua semester pertama, para mahasiswa penerima beasiswa juga mendapatkan voucher makanan, pelatihan, serta kesempatan magang dan mengenal dunia kerja secara langsung. Rangkaian dukungan ini diharapkan dapat membantu para mahasiswa membangun kepercayaan diri, mengembangkan kemampuan, dan menyiapkan diri untuk babak baru setelah lulus.
Kesempatan untuk mengakses dan mengenyam pendidikan tinggi masih menjadi tantangan bagi banyak anak muda di Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi di Indonesia pada 2025 mencapai 32,89 persen, meningkat dari 32 persen pada 2024. Meskipun ada peningkatan partisipasi, namun tidak mengurangi tantangan ekonomi yang dihadapi sehingga tidak seluruh mahasiswa memiliki kesempatan yang sama untuk dapat menyelesaikan studinya. Pada 2025, pemerintah mencatat terdapat 17.816 calon mahasiswa yang telah dinyatakan diterima di perguruan tinggi negeri tidak melakukan daftar ulang. Keterbatasan biaya, termasuk biaya hidup bagi calon mahasiswa yang tidak memperoleh Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah secara penuh, disebut sebagai salah satu faktor yang memengaruhi keputusan tersebut.
Pengalaman YAPI dalam mendukung para mahasiswa baru juga menunjukkan bahwa kebutuhan tersebut masih cukup besar. Karena itu, sejak 2016, YAPI telah menjalankan berbagai program beasiswa untuk membantu mahasiswa yang membutuhkan dukungan pendidikan sejak tahap awal perkuliahan. Hal ini menjadi penting agar mahasiswa dapat lebih fokus menjalani pendidikan sekaligus memanfaatkan berbagai kesempatan untuk berkembang. Kesamaan komitmen dalam membuka akses pendidikan ini menjadi dasar kolaborasi untuk memastikan dukungan diberikan secara tepat kepada mahasiswa yang membutuhkan.
“Berdasarkan pengamatan kami mendampingi mahasiswa, kebutuhan dukungan pendidikan bagi mahasiswa dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi masih cukup tinggi. Rata-rata tiap tahun, mahasiswa yang membutuhkan beasiswa dapat mencapai hingga 40 persen dari yang diterima di IPB University. Karena itu, dukungan dari pihak swasta seperti ini penting. Kami sangat berterima kasih atas kolaborasi yang terjalin dalam menghadirkan akses pendidikan yang inklusif bagi adik-adik kita. Ini sangat sejalan dengan misi kami,” ujar Andi Irman Patiroi, Ketua Yayasan Alumni Peduli IPB (YAPI).
Bagi salah satu penerima beasiswa, Silha Napisah, mahasiswa baru Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, kesempatan berkuliah merupakan pencapaian yang sangat disyukuri. Ia sempat tidak percaya diri dapat masuk ke kampus impiannya. Namun, dengan dukungan orang tua dan kegigihannya mempertahankan prestasi akademik, Silha akhirnya diterima di IPB University dan menjadi orang pertama dalam keluarga besarnya yang melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi. Di balik keberhasilannya, ada perjuangan kedua orang tuanya yang selama ini terus mendukung pendidikannya. Ayahnya bekerja sebagai kuli panggul ikan di Muara Baru, Jakarta Utara, dengan penghasilan yang bergantung pada aktivitas bongkar muat ikan, sementara ibunya turut membantu keluarga dengan mengajar ngaji anak-anak di lingkungan tempat tinggal mereka. Melihat perjuangan orang tuanya, Silha sempat khawatir akan menjadi beban keluarga ketika melanjutkan pendidikan. Karena itu, sejak sekolah ia berusaha membantu dengan mengajar les privat, mulai dari calistung hingga Matematika dan Fisika. Baginya, ilmu yang ia miliki dapat menjadi cara untuk membantu keluarga sekaligus bermanfaat bagi orang lain.
“Buat saya, bisa diterima di IPB University adalah sesuatu yang sangat saya syukuri karena ini memang kampus impian saya. Alhamdulillah, mendapat Beasiswa Pendidikan Tinggi McD ini rasanya seperti jawaban atas doa saya dan kedua orang tua. Saya ingin terus belajar dan memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin, supaya suatu hari nanti saya bisa membuat Bapak dan Umi tidak perlu bekerja sekeras sekarang,” terang Silha.
Kisah Silha menjadi gambaran dari semangat membangun Cita dan Daya serta bagaimana kemitraan dengan YAPI dan IPB University menjadi langkah awal bagi McDonald’s Indonesia untuk terus membuka lebih banyak kesempatan bagi generasi muda Indonesia yang telah berjuang meraih pendidikan tinggi dapat terus melangkah ke depan.