ads

First Space, First Care: Menyiapkan Kamar Anak Sebagai Ruang Pertama untuk Tumbuh dan Bereksplorasi

Efa Trapulina - Selasa, 07 Juli 2026
Nala, putri dari pasangan conten creator Nalapedia, sedang mencoret-coret di dinding yang menggunakan White Board Paint dari Mowilex (Foto: Efa)
Nala, putri dari pasangan conten creator Nalapedia, sedang mencoret-coret di dinding yang menggunakan White Board Paint dari Mowilex (Foto: Efa)
A A A

Si kecil sudah meminta kamar sendiri? Apa nih yang biasanya Moms dan Dads siapkan untuk ruang pribadi pertamanya itu? Banyak orangtua biasanya memulai dari hal yang paling terlihat, seperti: tempat tidur, pencahayaan, furnitur, hingga warna dinding. Namun, pilihan cat yang melapisi ruang tempat anak beristirahat, bermain, dan bertumbuh sering kali luput dari perhatian, padahal material pada dinding juga dapat mempengaruhi kualitas udara yang dihirup anak di dalam ruangan.

Ya, kamar anak bukan hanya tempat untuk beristirahat. Di sanalah anak bermain, belajar, mengenal lingkungan, dan mengembangkan rasa ingin tahunya. Karena itu, ruang pertama anak perlu dipersiapkan dengan mempertimbangkan kebutuhan mereka, bukan hanya keinginan orang tua.

Hal ini dirasakan oleh pasangan content creator Nalapedia Story sekaligus orang tua dari Nala yakni Bunda Shofi dan Ayah Ridwan, yang membagikan pengalaman mereka saat menata ulang atau merenovasi rumah. Proses tersebut membuat mereka menyadari bahwa selama ini banyak keputusan terkait rumah lebih berangkat dari sudut pandang orang tua, bukan kebutuhan Nala, sang putri yang kini berusia 5 tahun.

Bunda Shofi mengaku, dulu mereka lebih banyak memikirkan tampilan kamar agar terlihat menarik dan sesuai dengan selera orang tua. “Selama ini apa yang kami terapkan di rumah lebih banyak berdasarkan keinginan kami sebagai orang tua, bukan berdasarkan kebutuhan anak. Misalnya kamar Nala. Dulu kami berpikir, pokoknya warnanya harus keren, terang, estetik, dan enak dilihat. Namun setelah mengalami berbagai proses ini, kami baru sadar bahwa itu sebenarnya keinginan kami, bukan kebutuhan Nala,” ujar Bunda Shofi dalam acara Parenting Talk Show: First Space, First Care yang digelar oleh PT Mowilex Indonesia di Museum MACAN, Kebon Jeruk, Jakarta Barat (6/7/26).

Kini, mereka mulai melibatkan Nala dalam proses menentukan ruangnya sendiri. Bahkan ketika ditanya warna kamar impiannya, Nala memiliki pilihan sendiri, yaitu warna ungu dan pink dengan gambar-gambar lucu. Keinginan tersebut kemudian menjadi pertimbangan orang tua untuk menciptakan kamar yang tetap nyaman dan sesuai kebutuhan anak.

Ayah Ridwan mengatakan, kamar Nala menjadi ruang penting karena digunakan untuk berbagai aktivitas, mulai dari bermain, belajar, hingga mengeksplorasi minatnya. "Nala adalah anggota keluarga yang paling sering menggunakan kamarnya. Di sanalah dia bermain, bereksplorasi, belajar, dan melakukan aktivitas kreatif. Jadi kebutuhan dia menjadi prioritas utama," tegasnya.

Parenting Talkshow Mowilex Naturalle
(ki-ka) Susan Emir, Ayah Ridwan, Nala, Bunda Shofi, dr. Ria Yoanita, Sp.A, CIMI, CBS, dan Handika Pratama (host) dalam  Parenting Talkshow: First Space, First Care

Selain memperhatikan kenyamanan ruang, mereka juga mulai lebih selektif dalam memilih material yang digunakan. Pengalaman sebelumnya ketika Nala mengalami reaksi tertentu yang diduga dipicu oleh beberapa material di rumah membuat mereka lebih berhati-hati.

"Kami tidak lagi hanya memilih berdasarkan warna yang kami sukai, tetapi juga mempertimbangkan apakah materialnya aman dan sesuai untuk anak. Tekstur, kualitas, hingga tingkat keamanannya kami perhatikan dengan lebih serius," ujar Bunda Shofi.

Bagi Ayah dan Bunda Nala, kamar anak bukan hanya tempat untuk tidur, tetapi ruang yang perlu mendukung rasa ingin tahu dan minat anak. Hal itu terlihat dari cara mereka menyesuaikan isi kamar dengan ketertarikan Nala, termasuk menyediakan buku dan media belajar tentang anatomi tubuh yang memang disukainya.

Kamar Sehat Dimulai dari Dinding, Udara, dan Kelembapan

Menurut desainer interior Susan Emir dari Rumah Sabine, kamar anak yang baik bukan hanya soal dekorasi yang menarik, melainkan ruang yang mendukung kesehatan dan perkembangan anak.

Sebagai ibu dengan tiga anak, Susan melihat kenyamanan sebagai fondasi utama ketika merancang kamar anak. Salah satu hal pertama yang ia perhatikan adalah kondisi dinding dan plafon, terutama pada rumah lama yang direnovasi.

“Dinding adalah elemen yang sangat penting. Kalau terdapat jamur atau kelembapan, hal itu bisa berdampak buruk bagi kesehatan anak. Begitu juga dengan plafon, kita harus memastikan tidak ada kebocoran."

Selain kondisi bangunan, pencahayaan, ventilasi, keamanan jendela, hingga pemilihan material juga menjadi bagian penting dalam desain kamar anak. Susan menilai, orang tua perlu melihat kamar anak sebagai ruang yang dapat mendukung berbagai aktivitas, bukan hanya tempat tidur. Anak membutuhkan ruang untuk bermain, belajar, dan mengekspresikan dirinya. Ia mencontohkan, banyak anak memiliki kebiasaan menggambar atau mencoret-coret sebagai bentuk eksplorasi. Karena itu, kamar anak sebaiknya dirancang agar kreativitas tersebut tetap tersalurkan dengan baik.

Salah satu solusi yang menarik, menurut Susan, adalah penggunaan whiteboard paint. Dengan teknologi ini, sebagian bidang dinding dapat dijadikan media untuk menulis atau menggambar menggunakan spidol, kemudian dibersihkan kembali seperti papan tulis.

“Kita justru bisa mengarahkan anak, 'Silakan menggambar di area ini.' Jadi mereka tetap bisa berkreasi dengan bebas, tetapi pada tempat yang memang sudah disediakan."

Menurut Susan, konsep seperti ini membantu orang tua mengurangi kebiasaan melarang anak berekspresi di dinding rumah, sekaligus memberikan ruang yang sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang mereka.

Selain mendukung kreativitas, Susan juga mengingatkan bahwa pemilihan material dinding perlu dipilih dengan mempertimbangkan kesehatan dan kenyamanan anak. Ia lebih menyukai penggunaan material berbasis natural, water based, dan bio based karena menurutnya material tersebut menjadi salah satu pertimbangan penting dalam menciptakan ruang yang lebih aman.

Salah satu hal yang sering dirasakan orang tua setelah renovasi rumah adalah bau cat yang masih tertinggal. Karena itu, penggunaan material dengan bau yang lebih minim menjadi perhatian agar tidak mengganggu penghuni rumah, terutama anak-anak yang banyak menghabiskan waktu di dalam ruangan.

Susan juga mengingatkan orang tua agar tidak hanya mengejar kamar yang terlihat menarik sesuai karakter favorit anak. Menurutnya, desain yang baik perlu mempertimbangkan bagaimana ruang tersebut dapat mengikuti perkembangan anak.

Ia menyarankan penggunaan warna dasar yang lebih netral atau lembut, sementara karakter atau tema kesukaan anak dapat dihadirkan melalui dekorasi yang mudah diganti. "Yang paling penting dari sebuah kamar sebenarnya adalah fungsinya. Kamar harus menjadi tempat anak beristirahat, belajar, bermain, dan bereksplorasi."

Menjaga Kualitas Udara di Ruang Anak

Selain desain, kualitas udara menjadi faktor yang tidak boleh dilewatkan. Dokter spesialis anak dari RS St. Carolus, dr. Ria Yoanita, Sp.A, CIMI, CBS, menjelaskan bahwa anak menghabiskan banyak waktu di dalam rumah sehingga kondisi ruang sangat berpengaruh terhadap kesehatannya.

"Sirkulasi udara sangat penting. Anak-anak menghabiskan sebagian besar waktunya di dalam rumah. Karena itu, rumah harus menjadi tempat yang benar-benar aman dan sehat."

Menurut dr. Ria, orang tua sering kali lebih fokus pada penyakit yang terlihat, tetapi lupa memperhatikan kondisi rumah seperti kelembapan udara, suhu, ventilasi, dan pencahayaan. Jika sirkulasi udara buruk, udara akan terjebak di dalam ruangan sehingga dapat mempermudah pertumbuhan jamur, bakteri, maupun virus. Sebaliknya, sirkulasi yang baik membantu menjaga kualitas udara yang masuk ke saluran pernapasan anak.

Untuk suhu ruangan, dr. Ria menyebut kisaran 24–26 derajat Celsius sebagai suhu yang umumnya nyaman bagi anak. Namun, orang tua tetap perlu melihat kondisi anak karena setiap anak memiliki kenyamanan yang berbeda.

Ia juga menjelaskan bahwa kelembapan udara perlu dijaga agar tidak terlalu rendah maupun terlalu tinggi. Udara yang terlalu kering dapat menyebabkan mata, hidung, kulit menjadi kering, bahkan memicu keluhan tertentu pada sebagian anak. Sementara kelembapan yang terlalu tinggi dapat membuat jamur lebih mudah tumbuh.

dr. Ria juga mengingatkan bahwa orang tua perlu memahami kondisi rumah sebelum menggunakan alat bantu seperti air purifier, humidifier, maupun dehumidifier karena ketiganya memiliki fungsi yang berbeda. “Kalau kita berbicara tentang kelembapan udara, maka yang digunakan adalah humidifier atau dehumidifier. Humidifier digunakan ketika udara di dalam ruangan terlalu kering sehingga kelembapannya perlu ditingkatkan. Sebaliknya, dehumidifier digunakan ketika kelembapan udara terlalu tinggi, misalnya jika dinding rumah mulai lembap atau berjamur. Alat ini membantu menurunkan tingkat kelembapan agar tidak menjadi tempat tumbuhnya jamur," katanya.

Karena itu, menjaga kondisi ruang anak tidak cukup hanya dengan memilih dekorasi yang nyaman. Orang tua juga perlu memperhatikan faktor lingkungan seperti sirkulasi udara, kelembapan, serta kondisi dinding dan material yang digunakan agar kamar tetap menjadi ruang yang sehat bagi anak. 

Memilih Material yang Mendukung Ruang Tumbuh Anak

Kesadaran mengenai pentingnya material yang digunakan dalam kamar anak juga menjadi bagian dari kampanye "First Space, First Care" yang digagas PT Mowilex Indonesia, produsen cat dan pelapis premium. Kampanye ini mengajak calon ibu dan orang tua baru melihat kamar anak sebagai ruang tumbuh pertama yang perlu disiapkan secara lebih mindful.

Melalui kampanye ini, diperkenalkan Mowilex Naturalle sebagai cat interior yang dirancang dengan mempertimbangkan kualitas udara di dalam ruangan.

Mowilex Naturalle

Dalam ruang tertutup, formaldehida dan senyawa kimia lain dapat muncul dari berbagai sumber, mulai dari residu pelapis yang terdapat pada furnitur, produk pembersih, hingga perlengkapan elektronik. Sebagai cat interior berbasis air pertama di Indonesia yang berbahan dasar nabati, Naturalle memiliki formulasi Zero VOC dan rendah bau. Cat ini juga dilengkapi fitur Formaldehyde Abatement yang mampu secara aktif mengikat dan mengurai formaldehida yang ada di dinding menjadi udara yang lebih bersih. Dengan teknologi tersebut, ruang dapat lebih cepat digunakan kembali setelah proses pengecatan, sehingga orang tua dapat lebih nyaman saat menyiapkan kamar sebagai ruang pertama anak untuk beristirahat, bermain, dan bertumbuh.

Chief Marketing Officer PT Mowilex Indonesia, Johanna Daunan, mengatakan bahwa pemilihan material merupakan bagian dari upaya orang tua menciptakan ruang yang lebih aman bagi anak.

"Setiap orang tua tentu ingin memberikan ruang terbaik bagi anaknya. Dengan Naturalle, kami ingin mengajak orang tua melihat bahwa memilih cat yang tepat juga merupakan bagian dari mendukung tumbuh kembang anak. Apalagi, pada usia 0 sampai 5 tahun, anak lebih banyak menghabiskan waktu di dalam ruangan, sehingga kualitas udara dan material yang melapisi dinding perlu menjadi perhatian sejak awal," ujar Johanna.

Konsep ruang anak sebagai tempat bermain dan bereksplorasi juga diwujudkan melalui Children’s Art Space: Beradu Padu karya Ruth Marbun di Museum MACAN yang menggunakan cat Naturalle dan White Board Paint.

Moms, kamar anak bukan hanya tentang ruangan yang cantik untuk dilihat. Lebih dari itu, kamar adalah tempat anak membangun pengalaman pertamanya tentang rasa nyaman, aman, dan bebas bereksplorasi. Ruang yang dirancang dengan memperhatikan kebutuhan anak dapat menjadi bagian penting dalam mendukung perjalanan tumbuh kembangnya.

Kids Zone
Zona di mana buah hati Anda dapat menikmati kisah-kisah seru dalam bentuk cerita dan komik, mengeksplorasi artikel pengetahuan yang menyenangkan, serta permainan yang menarik untuk mengasah pemikiran buah hati.
Masuk Kids Zone
Latest Update
Selengkapnya
img
Tetap Tenang in This Economy: Trik Kelola Pengeluaran Bulanan agar Lebih Hemat, Praktis, dan Terintegrasi
img
First Space, First Care: Menyiapkan Kamar Anak Sebagai Ruang Pertama untuk Tumbuh dan Bereksplorasi
img
Guru Berkualitas Akan Mencetak Anak-anak Berkualitas
img
Lima Tahun Transformasi Perilaku Finansial: Mendorong Inklusi dan Efisiensi Pembayaran Modern di Tanah Air