ads

Gawai dan Anak: Musuh atau Peluang? Universitas Indonesia Berikan Solusi untuk Stimulasi Digital Berbasis Riset

Novita Sari - Jumat, 10 Juli 2026
Melalui Science Techno Park (STP) UI dan Program Pendidikan Vokasi yang bekerja sama dengan PT GAPTEK, aplikasi MAKA resmi diluncurkan pada Kamis (09/07) di Collaboration Hall STP UI, Depok. Foto: Novi
Melalui Science Techno Park (STP) UI dan Program Pendidikan Vokasi yang bekerja sama dengan PT GAPTEK, aplikasi MAKA resmi diluncurkan pada Kamis (09/07) di Collaboration Hall STP UI, Depok. Foto: Novi
A A A

Di tengah tantangan era digital dimana anak-anak semakin akrab dengan gawai, Universitas Indonesia (UI) menghadirkan solusi konkret yang menjembatani kebutuhan edukasi dan teknologi.

Melalui Science Techno Park (STP) UI dan Program Pendidikan Vokasi yang bekerja sama dengan PT GAPTEK, mereka resmi meluncurkan aplikasi MAKA pada Kamis, 9 Juli 2026, bertempat di Collaboration Hall STP UI, Depok.

Aplikasi tersebut hadir sebagai media pembelajaran digital berbasis gamifikasi yang dirancang khusus untuk memberikan pengalaman belajar yang interaktif, adaptif, dan menyenangkan bagi anak-anak. Peluncuran ini menjadi tonggak penting dalam hilirisasi riset akademik menuju produk nyata yang siap diadopsi oleh masyarakat dan dunia industri.

Mengubah Tantangan Gawai Menjadi Peluang Edukasi

Banyak orangtua menghadapi dilema besar: di satu sisi ingin menjauhkan anak dari dampak negatif gawai, namun di sisi lain tidak bisa memungkiri bahwa teknologi adalah bagian dari masa depan mereka.

Foto: Novi
Muhammad Luthfi, dosen UI sekaligus inventor utama Aplikasi MAKA (kiri) dan Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Mahasiswa, dan Alumni UI, Prof. Hamdi Muluk (kanan). Foto: Novi

Muhammad Luthfi, dosen UI sekaligus inventor utama Aplikasi MAKA, menjelaskan bahwa pengembangan aplikasi ini berawal dari keresahan melihat pemanfaatan gawai pada anak yang sering kali tidak terarah.

"Tantangannya bukan lagi sekadar menjauhkan anak dari gawai, tetapi bagaimana menghadirkan pengalaman digital yang lebih terarah, bermakna, dan mendukung proses tumbuh kembang. Ini hadir bukan untuk menggantikan aktivitas bermain fisik, melainkan sebagai solusi tengah: gawai yang bernilai stimulasi dan edukasi," ujar Luthfi.

Sebagai bagian dari landasan ilmiahnya, pengembangan aplikasi ini mengacu pada buku karya Luthfi yang berjudul "Menemani Tumbuh Kembang Anak dengan Cara Sederhana: Panduan Praktis & Checklist Tumbuh Kembang Usia 2 Bulan hingga 5 Tahun". Atas kontribusi besar ini, ia juga dianugerahi penghargaan sebagai inventor dalam acara tersebut.

Fitur Unggulan: Ramah Anak, Edukatif, dan Berkonteks Lokal

Aplikasi ini dikembangkan selama kurang lebih enam bulan dengan melibatkan kolaborasi lintas disiplin, termasuk para akademisi, praktisi kesehatan mental, serta jaringan diaspora (termasuk dari Jepang).

Aplikasi MAKA menjadi stimulasi digital untuk tumbuh kembang anak. Foto: Novi
Aplikasi MAKA menjadi stimulasi digital untuk tumbuh kembang anak. Foto: Novi

Berikut adalah beberapa keunggulan utama yang tertanam di dalam Aplikasi:

  • Sistem Auto Shutdown (Pembatasan Waktu): Untuk memastikan anak menggunakan gawai secara bijak, aplikasi ini dilengkapi sistem pengunci otomatis. Jika penggunaan sudah mencapai 30 menit, aplikasi akan otomatis mati (shutdown) dan tidak dapat diakses kembali selama 24 jam.
  • Visual yang Aman untuk Anak: Desain grafis menggunakan warna-warna lembut (soft) serta menghindari efek kelap-kelip visual yang terlalu terang, sehingga nyaman dan aman untuk penglihatan anak.
  • 7 Jenis Permainan & 300 Level: Ragam stimulasi digital yang tersedia meliputi program belajar menulis (dimulai dari membuat titik, corat-coret, hingga membentuk huruf dan kalimat), puzzle kognitif, mengenal profesi, hingga mengelompokkan hewan berdasarkan ekosistemnya.
  • Muatan Sosio-Kultural Lokal: Berbeda dengan game luar negeri, MAKA memasukkan konten dengan konteks budaya, profesi, serta flora dan fauna khas Indonesia, sehingga anak-anak sekaligus belajar mencintai budayanya sendiri.
  • Rencana Pengembangan Masa Depan: Aplikasi ini akan terus dikembangkan secara bertahap untuk mencakup komponen kognitif dasar yang lebih luas, seperti kemampuan membaca, menulis, berhitung (calistung), serta stimulasi sosio-kultural yang lebih mendalam.

Wujud Nyata Hilirisasi Riset Melalui Ekosistem Pentahelix

Peluncuran Aplikasi MAKA mendapat apresiasi tinggi dari jajaran pimpinan Universitas Indonesia. Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Mahasiswa, dan Alumni UI, Prof. Hamdi Muluk, menegaskan pentingnya budaya inovasi di lingkungan kampus agar pengetahuan tidak berhenti di atas kertas, melainkan bertransformasi menjadi solusi nyata bagi masyarakat.

"Science Techno Park UI bukan sekadar ruang untuk menampilkan inovasi, tetapi merupakan ekosistem yang mempercepat perjalanan sebuah hasil riset menuju pemanfaatan nyata. Di sinilah kolaborasi dibangun, teknologi divalidasi, hingga akhirnya dapat diadopsi oleh dunia usaha dan memberikan manfaat ekonomi maupun sosial," ungkap Prof. Hamdi.

Senada dengan hal tersebut, Chairul Hudaya, Ph.D., selaku Direktur Inovasi dan Riset Berdampak Tinggi UI, menambahkan bahwa keberhasilan hilirisasi ini terwujud berkat penerapan konsep pentahelix yang solid.

Ekosistem ini mempertemukan lima elemen kunci secara harmonis:

  • Akademisi/Inventor: Peneliti dengan ide-ide brilian dan berbasis ilmiah.
  • Pemerintah: Sebagai regulator dan pendukung kebijakan.
  • Industri & Pebisnis: Mitra yang siap memvalidasi, memproduksi, dan memasarkan produk ke pasar luas.
  • Investor: Penyedia modal kerja (venture capital) untuk keberlanjutan produk.
  • Media: Sebagai jembatan informasi dan edukasi kepada publik.

Dukungan penuh juga disampaikan oleh Direktur Program Pendidikan Vokasi UI, Dr. Safrin Arifin, S.T., S.K.M., M.Sc., yang menyatakan kebanggaannya atas pencapaian ini. Vokasi UI yang menaungi tiga departemen besar—termasuk Departemen Kesehatan Terapan tempat Muhammad Luthfi bernaung—berkomitmen untuk terus menjadi Home of Innovation dan mendorong para dosen untuk melahirkan hak kekayaan intelektual (HAKI) serta paten yang siap dikomersialkan.

Aplikasi ini mengusung dua misi utama, yaitu misi edukasi sosial dan misi pengembangan berkelanjutan. Saat ini, Aplikasi sudah dapat diunduh secara resmi oleh masyarakat luas, baik oleh orangtua, guru, maupun lembaga PAUD melalui platform Google Play Store (Android) dan App Store (iOS) dengan menyediakan opsi akses gratis sebagai langkah awal pengenalan stimulasi digital yang aman.

Kids Zone
Zona di mana buah hati Anda dapat menikmati kisah-kisah seru dalam bentuk cerita dan komik, mengeksplorasi artikel pengetahuan yang menyenangkan, serta permainan yang menarik untuk mengasah pemikiran buah hati.
Masuk Kids Zone
Latest Update
Selengkapnya
img
Gawai dan Anak: Musuh atau Peluang? Universitas Indonesia Berikan Solusi untuk Stimulasi Digital Berbasis Riset
img
Keamanan Hunian Modern Berkembang, Mengapa Digital Door Lock Semakin Dilirik?
img
Tetap Tenang in This Economy: Trik Kelola Pengeluaran Bulanan agar Lebih Hemat, Praktis, dan Terintegrasi
img
First Space, First Care: Menyiapkan Kamar Anak Sebagai Ruang Pertama untuk Tumbuh dan Bereksplorasi