Guncang Panggung Korea, 11 Pelajar Jakarta Bawakan Tari Saman di Busan Festival 2026
Sebanyak 11 pelajar SMP dan SMA/SMK dari DKI Jakarta terpilih menjadi delegasi Indonesia untuk menampilkan Tari Saman di ajang The 22nd Busan International Dance Festival 2026. Festival seni internasional ini akan diselenggarakan di Busan, Korea Selatan, pada 3 hingga 10 Juni 2026.
Para penari muda ini tergabung dalam Saman School Community by DSI, sebuah program pembinaan di bawah naungan Duta Saman Institute (DSI) yang berbasis di Tamini Square, Jakarta Timur.
Perjalanan mereka dimulai sejak Oktober 2024 melalui program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) yang difasilitasi oleh Kementerian Kebudayaan RI. Gairah melestarikan budaya membuat mereka tetap konsisten berlatih secara intensif meski program GSMS telah usai.
Berkat komitmen tersebut, sejak awal 2025 mereka telah sering tampil di berbagai acara budaya nasional maupun internasional.
Ketua Umum DSI, Aminnulah Adnan, menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian ini. Menurutnya, membawa para pelajar tampil di panggung dunia merupakan impian yang menjadi kenyataan. Lebih dari sekadar pementasan, program ini bertujuan menciptakan regenerasi pelestari budaya. "Mereka akan menjadi agent of Saman dalam pelestarian dan pemajuan Saman di sekolah-sekolah DKI Jakarta," tuturnya di sela-sela persiapan.
Delegasi ini terdiri dari 11 siswa yang berasal dari berbagai sekolah di Jakarta, yaitu:
- Gadi Zacky Oktandio (SMKN 74 Jakarta)
- Wahyu Akbar Saputra (SMAN 108 Jakarta)
- Aaron Abhivandya (SMPN 13 Jakarta)
- Ayers Athallah Ahmad (SMPN 98 Jakarta)
- Geovino Azriel Zulkarnain (SMKN 29 Jakarta)
- Muhammad Haikal Ramadhan (SMPN 142 Jakarta)
- M. Amir Zaman Mustari (SMPN 134 Jakarta)
- Reyhan Rangga Pratama (SMAN 57 Jakarta)
- Muhammad Al Habsyi Fajri Junior (SMA Cakra Buana)
- Azka Yusuf Arifin (SMPN 182 Jakarta)
- Dzakhwan Dzakiir Hidayat (SMPN 182 Jakarta)
Untuk menjaga keaslian gerakan, ritme, dan nilai filosofis Tari Saman yang berasal dari Gayo, Aceh, tim ini didampingi langsung oleh dua pelatih asli Gayo Lues yang sedang berkuliah di Universitas Darunnajah Jakarta.
Keberangkatan delegasi ini turut mendapat dukungan dari berbagai pihak, di antaranya Pemerintah Aceh melalui Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh, Forbes Anggota DPR RI/DPD RI asal Aceh, Indonesian & Korean Culture Study (IKCS), Tamini Square, serta masyarakat yang terus mendukung pelestarian budaya Indonesia.
Melalui ajang ini, para siswa diharapkan mampu mengharumkan nama bangsa sekaligus memperkuat posisi Tari Saman sebagai warisan dunia.