Ibu-ibu Hebat, Yuk Bantu Atasi Sampah Plastik dengan Cara Produktif!

Novita Sari - Senin, 04 Maret 2024
Ibu-ibu hebat yang punya kepedulian dalam menjaga lingkungan. Foto: Ist
Ibu-ibu hebat yang punya kepedulian dalam menjaga lingkungan. Foto: Ist
A A A

Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang diperingati setiap 21 Februari, tahun ini memiliki tema, "Atasi Sampah Plastik Dengan Cara Produktif".

Sebagai ibu-ibu hebat, kita punya peran penting dalam menjaga lingkungan, lho! Salah satu caranya adalah dengan mendukung Bank Sampah.

Apa itu Bank Sampah?

Bank Sampah adalah tempat kita bisa menabung sampah dan mendapatkan uang. Sampah yang kita bawa, akan dipilah dan didaur ulang, sehingga tidak mencemari lingkungan.

Manfaat Bank Sampah:

  • Meningkatkan ekonomi keluarga: Sampah yang kita tabung bisa dijual dan menghasilkan uang.
  • Menjaga lingkungan: Sampah yang didaur ulang tidak mencemari lingkungan.
  • Membuat komunitas lebih kompak: Kita bisa bertemu dan bertukar informasi dengan ibu-ibu lain di Bank Sampah.

Kita semua bisa membantu mengatasi sampah plastik dengan cara:

  • Membawa tas belanja sendiri saat berbelanja.
  • Memilih produk dengan kemasan yang minim plastik.
  • Mendaur ulang sampah plastik di Bank Sampah.
  • Mengajari anak-anak tentang pentingnya menjaga lingkungan.
  • Bersama-sama, kita bisa mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat untuk anak cucu kita!

Dalam semangat peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2024, Unilever Indonesia mengajak komunitas ibu dan generasi muda untuk mendukung peranan Bank Sampah sebagai mata rantai penting dalam sistem pengelolaan sampah yang lebih produktif dan berkelanjutan, sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular. 

MC Diba Natasya (paling kiri) memandu jalannya diskusi. Foto: Novi
MC Diba Natasya (paling kiri) memandu jalannya diskusi. Foto: Novi

Untuk itulah, hari ini, Senin, 4 Maret 2024, bertempat di Kantor Kelurahan Menteng Atas Jl. Menteng Pulo No.1, Jakarta Selatan, digelar diskusi yang menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, dilanjutkan dengan kunjungan ke salah satu Bank Sampah binaan yaitu Bank Sampah Induk GESIT Menteng Atas, untuk memperkenalkan sistem isi ulang “Unilever Refill Program” atau “U-Refill” yang semakin memperkuat kontribusi Bank Sampah dalam menyebarluaskan perilaku bijak sampah di tengah masyarakat luas.

"Keseriusan Pemerintah dalam mengatasi permasalahan sampah plastik tercermin dari keterlibatan aktif KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan) dalam negosiasi penyusunan International Legally Binding Instrument on Plastic Pollution – instrumen internasional yang memiliki ketentuan mengikat untuk menanggulangi permasalahan polusi plastik," terang Vinda Damayanti Ansjar, S.Si., M.Sc., Direktur Pengurangan Sampah KLHK RI.

"Indonesia telah memiliki kebijakan untuk mengatasi permasalahan sampah plastik, yang salah satunya adalah mewajibkan produsen untuk menyusun langkah-langkah untuk mengurangi sampah plastik yang berasal dari produk dan kemasan produk serta wadahnya melalui PermenLHK Nomor 75 Tahun 2019, yang salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan meredesain produk, kemasan produk serta wadahnya dan juga menerapkan Extended Producer Responsibility (EPR). Dengan EPR ini produsen mengambil kembali plastik pasca konsumsi untuk didaur ulang kembali menjadi produk kembali atau produk lain sehingga sistem ekonomi sirkular dapat berjalan," tambah Vinda. 

Maya Tamimi, Head of Division Environment & Sustainability Unilever Indonesia Foundation menerangkan, “Sejak 2008, kami telah membina 4.000 Bank Sampah di 50 kabupaten/kota yang tersebar di 11 provinsi. Kemitraan ini telah membawa banyak kemajuan bagi masyarakat dan lingkungan. Dari segi ekonomi, penjualan sampah plastik yang dilakukan mitra pengumpulan sampah plastik telah ikut membantu perekonomian dan kesejahteraan mereka. Di sisi sosial, kegiatan pengumpulan sampah turut mendorong partisipasi masyarakat, mendukung keguyuban komunitas, bahkan mengembangkan sosok kepemimpinan perempuan di berbagai titik Bank Sampah. Sementara pada aspek lingkungan, selama 2022 jumlah pengumpulan sampah anorganik – termasuk plastik – dari Bank Sampah binaan dan jaringannya telah mencapai lebih dari 28.633 ton.”

Ki-ka: Vinda Damayanti, Maya Tamimi, dan Sri Endarwati. Foto: Novi
Ki-ka: Vinda Damayanti, Maya Tamimi, dan Sri Endarwati. Foto: Novi

Berkah dari Bank Sampah turut dirasakan oleh Sri Endarwati, Direktur Bank Sampah Induk GESIT.

“Sampah mengubah hidup saya dan teman-teman pengurus karena ‘keuntungan’ yang didapatkan sangat banyak. Kami bisa beramal, menjaga lingkungan, mempererat hubungan antar komunitas, hingga memperluas koneksi. Alhamdulillah, Bank Sampah Induk GESIT saat ini memiliki 250 Bank Sampah anggota, dan setiap harinya menerima berbagai macam jenis sampah dari 10 Kecamatan di wilayah Jakarta Selatan. Jenis sampah yang paling banyak kami kumpulkan adalah sampah plastik, yang per bulannya bisa berkisar mencapai 8 ton atau jika dikonversikan kurang lebih senilai Rp270 juta,” terang Sri Endarwati.

Sistem Isi Ulang Hadir di Bank Sampah

Sistem ini adalah contoh penerapan ekonomi sirkular yang mengedepankan pentingnya perilaku bijak sampah, yaitu penggunaan kembali dan daur ulang, serta pengurangan penggunaan plastik. 

Di 817 titik gerai yang berpartisipasi, termasuk di Bank Sampah, konsumen dapat membeli produk Rinso, Sunlight, dan Wipol tanpa kemasan. Mereka cukup membawa kemasan bekas atau kosong untuk diisi ulang, dan membeli produk dengan harga yang lebih ekonomis.

Di kunjungan hari ini, Unilever juga menyosialisasikan “U-Refill”. Foto: Ist
Di kunjungan hari ini, Unilever juga menyosialisasikan “U-Refill”. Foto: Ist

Selama setahun beroperasi, program ini telah mengurangi penggunaan plastik sebanyak kurang lebih 6 ton dari lebih 91.000 liter produk yang terjual – menjangkau kurang lebih 6.000 pelanggan.

Selain itu, 30.000 masyarakat telah terpapar dengan informasi tentang isi ulang, dan berpotensi untuk berpartisipasi di masa depan.

“Kami berharap acara diskusi dan kunjungan hari ini akan mampu menginspirasi dan mengajak lebih banyak masyarakat mendukung dan bergabung menjadi nasabah Bank Sampah serta mulai mencoba belajar berbelanja produk tanpa kemasan, sehingga bersama-sama kita bisa mewujudkan sistem pengelolaan sampah plastik yang lebih produktif dan berkelanjutan,” pungkas Maya.

Kids Zone
Zona di mana buah hati Anda dapat menikmati kisah-kisah seru dalam bentuk cerita dan komik, mengeksplorasi artikel pengetahuan yang menyenangkan, serta permainan yang menarik untuk mengasah pemikiran buah hati.
Masuk Kids Zone
Latest Update
Selengkapnya
img
Ingin Mulai Berinvestasi? Catat 5 Tipe Investasi yang Cocok Berdasarkan Karakter
img
Stress Awareness Month: Cara Melawan Stres di Media Sosial
img
Prediksi Esports 2024: Hilang atau Semakin Gemilang?
img
No Mbak, No Worries! Hadapi Lebaran Tanpa Bantuan ART di Rumah!