Ilmuwan yang Menjelajah Luar Angkasa
Ketika mendengar kata “penjelajah luar angkasa”, banyak orang langsung teringat astronaut. Namun, tidak semua astronaut hanya bertugas mengemudikan pesawat. Ada juga astronaut- ilmuwan, yaitu individu yang memiliki latar belakang akademis di bidang sains seperti fisika, biologi, atau geologi. Mereka pergi ke luar angkasa untuk melakukan penelitian ilmiah dan memberi kita pemahaman baru tentang alam semesta. Yuk, kenalan dengan beberapa!
Harrison Schmitt (1972)
Harrison Schmitt adalah seorang ahli geologi, yaitu ilmuwan yang mempelajari batuan dan tanah. Ia ikut misi Apollo 17 pada tahun 1972, misi terakhir manusia ke Bulan. Schmitt menjadi satu-satunya ilmuwan profesional yang pernah berjalan di Bulan. Ia menemukan “batu oranye” yang memberi petunjuk tentang letusan gunung berapi di Bulan.
Story Musgrave (1983)
Story Musgrave adalah dokter, insinyur, sekaligus pilot. Ia terbang enam kali ke luar angkasa sejak 1983. Salah satu tugas terkenalnya adalah memperbaiki teleskop luar angkasa Hubble. Berkat perbaikan itu, Hubble bisa mengirimkan foto-foto menakjubkan alam semesta hingga sekarang.
Sally Ride (1983)
Sally Ride adalah ilmuwan fisika yang terbang dengan pesawat ulang-alik Challenger tahun 1983. Ia menjadi wanita Amerika pertama di luar angkasa. Di sana, ia mengoperasikan lengan robot untuk memindahkan satelit dan ikut melakukan eksperimen ilmiah.
Franklin Chang-Díaz (1986)
Franklin Chang-Díaz, ilmuwan asal Kosta Rika, pertama kali pergi ke luar angkasa tahun 1986. Ia tujuh kali terbang bersama Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA). Penelitiannya berfokus pada fisika plasma dan ia mengembangkan ide roket plasma bernama VASIMR, yang diharapkan bisa mempercepat perjalanan antarplanet.
Mae Jemison (1992)
Mae Jemison adalah seorang dokter sekaligus peneliti. Pada tahun 1992, ia terbang dengan pesawat ulang-alik Endeavour dan menjadi wanita kulit hitam pertama di luar angkasa. Ia meneliti bagaimana tubuh manusia berubah tanpa gravitasi, pengetahuan penting untuk misi panjang ke planet lain.
Peggy Whitson (2002)
Peggy Whitson adalah seorang ilmuwan biokimia. Pertama kali ia pergi ke luar angkasa tahun 2002 menuju Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Di sana ia melakukan banyak penelitian tentang sel dan tubuh manusia. Peggy juga menjadi wanita pertama yang memimpin ISS dan memegang rekor astronaut Amerika dengan waktu terlama di orbit: lebih dari 665 hari!
Keren ya, Kids. Tahukah kamu, Indonesia juga punya calon astronaut-ilmuwan? Namanya Pratiwi Sudarmono, seorang ahli mikrobiologi. Ia terpilih untuk misi luar angkasa STS-61-H oleh NASA pada tahun 1986. Namun setelah tragedi meledaknya pesawat Challenger, penerbangannya dibatalkan. Meski tak jadi berangkat, Bu Pratiwi tetap menjadi inspirasi generasi muda Indonesia untuk bermimpi menjelajah luar angkasa.