ads

Karya Raya 2026: Saat Anak Bertumbuh Lewat Karya dan Kreativitas

Efa Trapulina - Senin, 14 September 2026
Karya Raya 2026:  Ketika Karya Bertumbuh, Anak pun Bertumbuh (Foto: Ist)
Karya Raya 2026: Ketika Karya Bertumbuh, Anak pun Bertumbuh (Foto: Ist)
A A A

Ada banyak cara untuk melihat proses tumbuh kembang anak. Salah satunya bisa terlihat dari karya yang mereka hasilkan. Inilah semangat yang dihadirkan dalam Karya Raya 2026, yang resmi dibuka pada Jumat, 11 September 2026 melalui Pameran Karya Raya di Perpustakaan Jakarta, Taman Ismail Marzuki. 

Mengangkat tema “Garden of Kindness: Where Creativity Grows on You”, Karya Raya tahun ini menghadirkan ribuan karya anak sekaligus mengajak orang dewasa melihat kreativitas bukan sekadar hasil akhir, melainkan bagian dari perjalanan anak untuk berkembang.

Kreativitas Anak Perlu Ruang untuk Tumbuh

Filosofi Garden of Kindness menggambarkan kreativitas anak layaknya sebuah taman. Rasa ingin tahu menjadi benih, kesempatan menjadi tanah tempatnya tumbuh, pendampingan menjadi air, sementara apresiasi menjadi sinar matahari yang membantu anak berkembang.

Artinya, anak tidak hanya membutuhkan dorongan untuk menghasilkan karya. Mereka juga membutuhkan ruang yang aman untuk mencoba, kesempatan untuk berimajinasi, serta orang-orang di sekitarnya yang menghargai proses, termasuk ketika hasilnya belum sempurna.

Hal ini juga sejalan dengan peran perpustakaan sebagai ruang yang tidak hanya menyimpan karya yang sudah jadi, tetapi juga tempat lahirnya ide dan cerita baru.
“Perpustakaan tidak boleh hanya menjadi tempat buku-buku yang telah selesai ditulis. Perpustakaan harus menjadi tempat cerita-cerita baru mulai dilahirkan," tutur Nasruddin Djoko Surjono, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta.

Ketika anak terus berkarya, proses belajar pun ikut berjalan. Mereka dapat tumbuh dari sekadar pembaca menjadi penulis, dan dari konsumen pasif menjadi seseorang yang ikut menciptakan dan berkontribusi.

Mengapa Berkarya Semakin Penting di Era AI?

Pesan ini terasa semakin relevan ketika anak-anak saat ini tumbuh di tengah perkembangan kecerdasan artifisial atau AI. Teknologi kini dapat menghasilkan gambar, tulisan, musik, hingga berbagai jenis konten hanya dalam hitungan detik.

Di tengah kemudahan tersebut, kemampuan anak untuk berpikir kritis, mengeksplorasi ide, mempertimbangkan berbagai kemungkinan, mengambil keputusan, dan menciptakan sesuatu yang memiliki makna justru menjadi semakin penting.

Karena itu, Karya Raya ingin memberikan pengalaman kepada anak bahwa ide dan karya yang mereka hasilkan tetap memiliki nilai. “Kami ingin anak-anak merasakan bahwa karya mereka punya arti,” tutur Ernest, Co-Founder Karya Raya.

Perjalanan Karya Raya sendiri menunjukkan pertumbuhan yang konsisten. Jumlah buku yang dihasilkan meningkat dari 638 buku pada 2023, menjadi 1.081 buku pada 2024, 1.870 buku pada 2025, dan mencapai 2.053 buku pada 2026.

Karya Raya 2026
Pameran Karya Raya 2026 (Foto: Efa)

Kini Karya Anak Punya “Rumah”

Memasuki tahun keempat, Karya Raya memperluas perjalanan karya anak dengan menghadirkan Karya Raya Corner di Perpustakaan Jakarta. Melalui corner ini, buku-buku karya Young Author Karya Raya tidak hanya dapat dinikmati secara digital melalui ByMeBookabook tetapi juga dapat ditemukan dan dibaca langsung di perpustakaan.

Kehadiran Karya Raya Corner sekaligus menandai kolaborasi antara Bookabook dan Perpustakaan Jakarta sebagai penyelenggara Karya Raya melalui peluncuran buku Ruang Bertumbuh. Buku tersebut terinspirasi dari filosofi Perpustakaan Jakarta dan PDS H.B. Jassin yang tidak hanya hadir sebagai tempat untuk membaca, tetapi juga sebagai ruang bagi masyarakat untuk belajar, berkarya, dan bertumbuh agar perpustakaan tetap relevan dengan kebutuhan generasi masa kini.

“Kami ingin anak-anak tidak hanya datang ke perpustakaan untuk membaca karya orang lain, tetapi juga melihat bahwa suatu hari karya mereka sendiri bisa menjadi bagian dari perpustakaan dan dinikmati orang lain,” imbuh Diki Lukman Hakim, Kepala Unit Pengelola Perpustakaan Jakarta & PDS HB Jassin.

Membuka Lebih Banyak Kesempatan untuk Anak

Karya Raya juga mengajak sekolah, komunitas, dan berbagai mitra yang memiliki visi serupa untuk ikut memperluas ruang berkarya bagi anak.
Selama empat tahun perjalanannya, Karya Raya telah menjangkau lebih banyak kelompok, mulai dari sekolah negeri, komunitas rusun, sekolah internasional, hingga anak-anak dari Nusa Tenggara Timur.

Salah satu fokusnya adalah membuka kesempatan berkarya seluas mungkin, sehingga pengalaman untuk membuat dan menerbitkan karya tidak hanya dapat dirasakan oleh anak-anak dari kelompok sosial tertentu.

Semangat kolaborasi tersebut turut mendapat dukungan dari PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, yang tahun ini memberikan 250 beasiswa bagi para peserta Karya Raya. Hingga saat ini, Karya Raya telah melibatkan lebih dari 300 sekolah, menerbitkan lebih dari 5.000 buku, serta mencatat lebih dari 50.000 pengunjung pameran setiap tahunnya.

Program ini juga telah mendapat pengakuan sebagai Program Unggulan DKI Jakarta, menerima penghargaan Mitra Kolaborasi Terbaik 2025 dari Dispusip (Dinas Perpustakaan Jakarta), serta mencatatkan rekor MURI sebagai Pameran Buku Karya Anak Terbanyak.

Jangan Lewatkan Pamerannya

Bagi keluarga yang ingin melihat langsung karya-karya anak sekaligus merasakan bagaimana sebuah ide dapat tumbuh menjadi karya, Pameran Karya Raya 2026 berlangsung pada 11 September–2 Oktober 2026 di Perpustakaan Jakarta.

Rangkaian kegiatan kemudian akan mencapai puncaknya dalam PERAYAAN pada 3 Oktober 2026 di Teater Besar, Taman Ismail Marzuki.

Kids Zone
Zona di mana buah hati Anda dapat menikmati kisah-kisah seru dalam bentuk cerita dan komik, mengeksplorasi artikel pengetahuan yang menyenangkan, serta permainan yang menarik untuk mengasah pemikiran buah hati.
Masuk Kids Zone
Latest Update
Selengkapnya
img
Karya Raya 2026: Saat Anak Bertumbuh Lewat Karya dan Kreativitas
img
AI Content Fest 2026, Bawa Talenta Kreatif Indonesia Naik ke Layar Lebar
img
Tak Sekadar Bermain, The Hardest Farming Game Bawa Dampak Nyata dari Dunia Virtual ke Petani Indonesia
img
Melangkah untuk Kebaikan Melalui Program Healthy Walk with Happy Purpose, 2900 Perserta Terlibat dalam Aksi Sosial