Kebiasaan Kecil, Dampak Besar: Kampanye “Temani Langkahmu, Kini dan Nanti” Ajak Keluarga Hidup Sehat dan Optimis
Di tengah ritme kehidupan yang dinamis dan rutinitas harian yang padat, sosok ibu kerap menjadi “manajer” keluarga tepercaya: memastikan anak sarapan, mengajak mereka aktif bergerak, hingga menyediakan waktu berkualitas bersama. Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten setiap hari ini dapat memberikan dampak jangka panjang bagi kesehatan dan kesejahteraan keluarga.
Inilah inti pesan yang diangkat dalam kampanye terbaru bertajuk "Temani Langkahmu, Kini dan Nanti" yang diluncurkan Frisian Flag Indonesia. Kampanye tersebut mengajak keluarga Indonesia untuk membangun pola hidup sehat melalui langkah-langkah sederhana yang bisa dilakukan bersama.
Corporate Affairs Director PT Frisian Flag Indonesia, Andrew F. Saputro, menekankan keluarga saat ini membutuhkan dukungan menyeluruh, bukan sekadar produk bernutrisi. “Mereka membutuhkan dukungan yang relevan, dekat, dan hadir dalam keseharian. Kampanye ‘Temani Langkahmu, Kini dan Nanti’ merupakan evolusi dari komitmen jangka panjang kami untuk terus mendampingi keluarga Indonesia di setiap tahap kehidupan,” ujar Andrew dalam acara peluncuran kampanye di Bintaro Xchange Mall 2, Tangerang Selatan, Jumat (29/5).
Menurutnya, masa depan yang lebih baik dibangun dari kebiasaan baik yang dijalani setiap hari. “Kami ingin terus hadir mendampingi keluarga Indonesia untuk hidup lebih sehat, semangat, dan optimis. Karena masa depan yang baik dimulai dari langkah kecil yang konsisten,” tambahnya.
Head of Masterbrand & Future Innovation PT Frisian Flag Indonesia, Kanya Ramyacitta, menjelaskan bahwa kampanye ini ingin menghadirkan semangat Nourishing Indonesia dengan cara yang lebih dekat, relevan, dan bermakna bagi keseharian keluarga Indonesia. Menurutnya, menutrisi keluarga tidak hanya berbicara soal asupan makanan. “Bagi kami, nourishing (atau menutrisi) bukan hanya tentang menghadirkan nutrisi, tetapi juga bagaimana mendukung keluarga Indonesia membangun kebiasaan baik, menjalani gaya hidup yang lebih seimbang dan aktif, serta tetap memiliki pola pikir yang positif dan optimis dalam menjalani hari-hari. Kami ingin mengajak keluarga Indonesia untuk menumbuhkan semangat dalam keluarga melalui segelas susu penuh nutrisi, sebagai bentuk perhatian dan apresiasi dalam keluarga yang buat langkah lebih ringan. Minum susu secara rutin dan tetap aktif. Mengedepankan inovasi, kami akan terus berupaya menghadirkan produk dan komunikasi yang sesuai dengan kebutuhan konsumen yang terus berkembang,” jelasnya.
Peran Nutrisi dalam Setiap Tahap Kehidupan
Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr. Diana Suganda, M.Kes., Sp.GK, mengingatkan bahwa nutrisi dan gaya hidup aktif merupakan fondasi penting untuk menjaga kualitas hidup. “Di tengah aktivitas dan tantangan hidup yang semakin dinamis, tubuh membutuhkan nutrisi yang cukup dan seimbang, asupan protein yang berkualitas, serta gaya hidup aktif agar tetap sehat dan mampu menjalani keseharian dengan optimal. Kebiasaan sederhana seperti menjaga pola makan, rutin bergerak, dan mengonsumsi susu secara teratur dapat menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan jangka panjang,” jelas dr. Diana.
Menurutnya, susu menjadi salah satu sumber nutrisi harian yang dapat mendukung kebutuhan tubuh sejak masa pertumbuhan hingga dewasa. “Karena kandungan gizinya yang kaya, susu memberikan kontribusi yang besar di setiap tahapan usia, dukungan untuk pertumbuhan otak di usia dini, dukung tubuh kuat dan aktif untuk usia sekolah dan remaja serta menjaga daya tahan tubuh untuk semua usia hingga dewasa,” ujarnya.
Mengenai jatah susu untuk anak usia sekolah per hari, dr. Diana mengatakan konsumsi susu sekitar 400 ml per hari masih dapat menjadi bagian dari pola makan seimbang. “Yang penting jangan menggantikan jam makan utama. Makan pagi, siang dan malam tetap harus diselesaikan lebih dulu. Jadi misalnya 2 kemasan susu dalam sehari. Satu diminum saat jam istirahat di sekolah, lalu pulang sekolah sebelum les ekstrakurikuler misalnya,” ujar dr. Diana.
Sementara untuk orang dewasa, ia menyebut kebutuhan susu sekitar 200 hingga 300 mililiter per hari masih tergolong baik sebagai bagian dari pola makan harian.
dr. Diana juga mengingatkan orangtua terkait lingkungan makan di rumah yang bisa berpengaruh pada pola makan anak. “Coba cek isi kulkas. Kalau kulkasnya berisi buah, sayur, makanan segar, dan susu, itu yang menjadi kebiasaan makan keluarga. Tapi kalau isinya minuman manis, es krim, cokelat, dan makanan kemasan, itu juga yang bisa jadi lebih sering dikonsumsi oleh keluarga,” ujarnya.
Ia mengatakan bukan berarti melarang anak secara berlebihan, namun menerapkan sikap “mindful eating” yakni membangun kesadaran dan batasan yang sehat. “Kita tidak mungkin memagari anak terus karena lingkungan mereka luas. Tapi kita bisa mengajarkan mana yang cukup dan mana yang berlebihan,” sarannya.
Saat Orang Tua Menjadi Sumber Semangat Anak
Menurut pasangan Ringgo Agus Rahman dan Sabai Morscheck, tantangan pemenuhan nutrisi anak berubah seiring bertambahnya usia mereka. "Begitu anak mulai kenal teman, mulai main ke rumah teman, pengaruh lingkungan mulai masuk. Tantangannya jadi baru lagi dan baru lagi. Setiap mereka mengenal sesuatu, kita juga harus belajar lagi bagaimana meng-handle mereka,” ujar Ringgo.
Dalam urusan nutrisi, Ringgo merasa orang tua membutuhkan pilihan yang mudah diterima anak agar lebih praktis diterapkan dalam keseharian. “Saya bersyukur ada asupan nutrisi seperti susu Frisian Flag yang dari dulu sampai sekarang tetap bisa diterima anak-anak saya. Dari mereka kecil sampai sekarang usianya sudah 10 tahun, masih bisa menikmatinya," imbuh Ringgo.
Selain nutrisi, menurut Ringgo dan Sabai, dukungan emosional dalam keluarga juga tidak kalah penting dibanding pemenuhan nutrisi. "Apalagi saat kondisi sedang berat, semangat dalam keluarga itu penting. Bukan cuma soal makan yang baik, tapi juga bermain bersama, aktif bersama, memberikan perhatian dan mengapresiasi usaha anak. Hal-hal kecil seperti itu yang membuat semuanya terasa lebih ringan," pungkas Ringgo.
Membangun Kebiasaan Baik Bersama Keluarga
Sementara itu, Andrew menambahkan bahwa konsumsi susu masyarakat Indonesia masih menjadi pekerjaan rumah bersama. "Indonesia masih menjadi salah satu negara dengan konsumsi susu per kapita terendah di Asia Tenggara. Saat ini sekitar 16 liter per kapita per tahun, masih di bawah beberapa negara tetangga."
Karena itu, berbagai program edukasi terus dilakukan, termasuk melalui kegiatan di sekolah yang sudah berjalan lebih dari satu dekade. "Melalui kampanye ini, kami berharap semakin banyak keluarga Indonesia memulai perubahan dari langkah-langkah sederhana, mulai dari memperbaiki pola makan, membangun gaya hidup aktif, hingga menghadirkan dukungan dan semangat di rumah. Sebab pada akhirnya, keluarga yang sehat tidak dibentuk oleh perubahan besar yang terjadi dalam semalam, melainkan oleh kebiasaan kecil yang dilakukan bersama setiap hari,” tutup Andrew.
Kampanye “Temani Langkahmu, Kini dan Nanti” akan hadir melalui berbagai aktivitas, mulai dari platform digital hingga aktivitas offline yang memungkinkan masyarakat merasakan langsung semangat kampanye ini.