ads

Kenali Ragam Kelainan Bawaan Lahir Pada Kelopak Mata

Dwi Retno - Jumat, 05 Juni 2026
Gangguan pada kelopak mata bukan sekadar masalah estetika belaka, karena jika diabaikan, hal ini dapat memicu komplikasi serius (Foto : Ist)
Gangguan pada kelopak mata bukan sekadar masalah estetika belaka, karena jika diabaikan, hal ini dapat memicu komplikasi serius (Foto : Ist)
A A A

Kelopak mata sering kali dianggap hanya berkaitan dengan penampilan atau estetika wajah. Padahal, kelopak mata memiliki fungsi yang sangat penting dalam menjaga kesehatan mata. Bentuk kelopak mata yang beragam memberikan keunikan sekaligus daya tarik tersendiri bagi pemiliknya. Namun di balik itu, kelopak mata juga dapat mengalami berbagai gangguan seperti peradangan, infeksi, hingga tumor. Gangguan pada kelopak mata bukan sekadar masalah estetika belaka, karena jika diabaikan, hal ini dapat memicu komplikasi serius. Mengingat pentingnya fungsi kelopak mata, setiap gangguan yang muncul perlu segera mendapat penanganan yang tepat.

dr. Tri Wahyu, Sp. M, Dokter Spesialis Mata dari RS Pondok Indah – Puri Indah menyebutkan kelopak mata adalah lipatan kulit tipis yang berfungsi menutupi dan melindungi bola mata. Saat berkedip, kelopak mata menyebarkan air mata ke seluruh permukaan mata untuk menjaga kelembapan dan membantu membersihkan debu atau kotoran di permukaan mata. Selain itu, Anda juga akan refleks menutup kelopak mata ketika sesuatu mendekati mata untuk melindunginya dari cedera.

Seperti bagian tubuh lainnya, kelopak mata dapat mengalami gangguan yang berpengaruh terhadap penampilan maupun penglihatan. Gangguan kelopak mata ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari bawaan lahir hingga penyakit yang didapat seiring bertambahnya usia. Berikut adalah beberapa penyebab gangguan kelopak mata: kelainan kongenital (bawaan lahir), faktor ras atau etnis, proses penuaan, infeksi, hormon, trauma, neurologis, efek tindakan medis sebelumnya (iatrogenik), malformasi arteri-vena, penyakit autoimun, obstruksi Duktus Nasolakrimalis (DNL), dan keganasan atau tumor.

Mayoritas gangguan kelopak mata tidak mengancam penglihatan, tetapi sering kali menimbulkan efek samping iritasi seperti rasa terbakar, sensasi asing di area mata, atau rasa nyeri. Karena penyebabnya sangat beragam, setiap keluhan pada kelopak mata perlu evaluasi medis yang tepat agar penanganannya sesuai.

Kelainan bawaan lahir pada kelopak mata adalah kondisi cacat struktur atau posisi kelopak mata yang terjadi sejak lahir. Kondisi ini dapat memicu masalah penglihatan. Beberapa jenis kelainan bawaan pada kelopak mata yang paling sering ditemukan meliputi:

  1. Blepharophimosis, Ptosis, and Epicanthus Inversus Syndrome (BPES). BPES adalah kelainan genetik langka yang memengaruhi perkembangan kelopak mata dan struktur wajah sejak lahir. Kondisi ini disebabkan oleh mutasi pada gen FOXL2 yang menyebabkan mata tampak kecil disertai epiblefaron dan ptosis.
  2. Epiblefaron. Epiblepharon adalah kelainan bawaan berupa adanya kelebihan lipatan kulit dan otot pada kelopak mata (biasanya bagian bawah) yang mendorong bulu mata ke arah dalam. Hal ini menyebabkan bulu mata menggesek permukaan bola mata (kornea), menimbulkan iritasi permukaan okular, erosi atau infeksi kornea, dan sikratik kornea. Kondisi ini sering ditemukan pada anak-anak dan orang dewasa keturunan Asia Timur.
  3. Ptosis. Ptosis (sering disebut kelopak mata turun) adalah kondisi di mana kelopak mata atas turun lebih rendah dari batas normal, sehingga menutupi sebagian atau seluruh bola mata. Kondisi ini membuat mata terlihat sayu atau mengantuk, serta dapat mengganggu penglihatan dan berdampak pada aktivitas sehari-hari, seperti membaca atau berkendara.
  4. Koloboma. Koloboma adalah kelainan bawaan lahir berupa hilangnya jaringan mata akibat kegagalan penutupan celah embrionik. Kondisi ini menyebabkan bentuk pupil yang tidak bulat sempurna (seperti lubang kunci) dan dapat disertai dengan kerusakan pada bagian mata lain seperti iris, lensa, badan siliar, koroid, retina, hingga saraf optik.

Menurut dokter Tri, penanganan gangguan kelopak mata sangat bergantung pada penyebabnya. Beberapa pilihan penanganannya antara lain:

  • Observasi.
  • Medikasi. Pemberian obat-obatan seperti antibiotik, steroid topikal (tetes, salep mata), atau antibiotik oral jika diperlukan.
  • Kompres. Kompres hangat (untuk infeksi, dry eye) maupun kompres dingin (untuk trauma, pasca bedah) disertai dengan pijatan ringan pada kelopak mata. Jangan lupa untuk tetap menjaga kebersihan kelopak mata.
  • Tindakan pembedahan, seperti blepharoplasty, rekonstruksi, eksisi atau ekstripasi, dacryocystorhinostomy, hingga koreksi ptosis.

Dalam beberapa kasus, diperlukan kolaborasi multidisiplin, seperti dengan dokter spesialis penyakit dalam, THT-KL, bedah gigi dan mulut, bedah saraf, bedah plastik, pediatri, neuro-oftalmologi, nutrisionis, dan radiologi. Kelopak mata yang sehat merupakan kelopak mata yang berfungsi dengan baik untuk melindungi dan mendukung fungsi bola mata. Deteksi dini dan penanganan yang tepat pada gangguan kelopak mata dapat memberikan hasil yang optimal dalam hal fungsi dan juga estetika.

Kids Zone
Zona di mana buah hati Anda dapat menikmati kisah-kisah seru dalam bentuk cerita dan komik, mengeksplorasi artikel pengetahuan yang menyenangkan, serta permainan yang menarik untuk mengasah pemikiran buah hati.
Masuk Kids Zone
Latest Update
Selengkapnya
img
Gusi Tentram, Gigi No Tantrum: Karena Gusi adalah Fondasi dari Kesehatan Gigi dan Mulut
img
Tak Perlu Antre Lama, Teknologi Rontgen 3D Mampu Mendeteksi Masalah Gigi Dalam Sekejap
img
Kenali Ragam Kelainan Bawaan Lahir Pada Kelopak Mata
img
Duh! Dari 70 juta Perokok Aktif di Indonesia, 7,4 persen Di antaranya adalah Anak-anak serta Remaja Usia 10–18 Tahun