Ketika Material Membantu Menciptakan Ruang Bermain Edukatif yang Memicu Eksplorasi dan Imajinasi
Moms, sudah siap mengisi waktu liburan sekolah anak dengan sesuatu yang bermanfaat? Yups, momen liburan sekolah kerap dimanfaatkan orang tua untuk refreshing bersama keluarga. Memilih destinasi yang tak hanya menghibur namun edukatif tentunya jadi pertimbangan yang bijak, salah satunya adalah mengunjungi tempat bermain.
Apa nih biasanya yang Moms perhatikan saat memilih tempat bermain anak? Mungkin kebanyakan orang tua akan fokus pada jenis permainan, fasilitas, atau program yang tersedia. Tapi, sebenarnya ada hal lain nih yang sering terlewat disorot, yaitu material yang digunakan di ruang bermain tersebut. Padahal, tekstur, pola, warna, dan bentuk ruang yang ditemui anak setiap hari bisa memengaruhi cara mereka bergerak, berinteraksi, dan mengeksplorasi lingkungan sekitar, lho, Moms!
Inilah yang coba ditunjukkan oleh TACO yang untuk kedua kalinya menjadi Official Material Partner Wonderlab, destinasi indoor playground interaktif untuk anak-anak dan pra-remaja yang kini hadir di Lantai 6 Senayan City, Jakarta.
Area bermain seluas 1.405 meter persegi ini menawarkan mechatronic play, yaitu permainan yang menggabungkan sistem mekanik, elektronik, dan interaktif yang langsung merespons gerakan. Fasilitas ini dilengkapi dengan projection mapping, pencahayaan dinamis, dan permainan berbasis tantangan. Semua ini dirancang untuk menggabungkan aktivitas fisik dan stimulasi kognitif, sehingga dapat mendorong eksplorasi, rasa percaya diri, kemampuan memecahkan masalah, dan daya adaptasi.
Kolaborasi yang telah terjalin sejak 2024 ini menghadirkan solusi material playground yang membangun identitas ruang, mendukung kreativitas anak, dan memperkuat pengalaman belajar yang interaktif. “Melalui kolaborasi ini, kami ingin menunjukkan bahwa material interior tidak hanya berfungsi sebagai elemen pembentuk ruang, tetapi juga dapat menjadi bagian dari pengalaman yang mendorong kreativitas, eksplorasi, dan interaksi,” ujar Anastasia Tirtabudi, Chief Marketing Officer TACO pada konferensi pers, Senin (15/6).
Lewat kerja sama ini, berbagai lini produk mereka mulai dari Ultimate HPL, Essential HPL, PVC Sheet hingga Flooring diaplikasikan di berbagai area Wonderland.
“Kami menghadirkan material yang tidak hanya dapat dilihat, tetapi juga dirasakan dan dieksplorasi secara langsung oleh pengunjung. Didukung kualitas yang tahan lama dan mudah dibersihkan, material kami membantu menjaga kenyamanan, fungsi, dan estetika ruang dalam penggunaan jangka panjang,” imbuh Anastasia.
Saat Material Menjadi Pemicu Imajinasi
Salah satu contoh paling menarik terlihat pada area Tunnel of Curiosity, instalasi interaktif yang menjadi medium eksplorasi berbagai material TACO. Melalui permainan tekstur, pola, bentuk, dan pencahayaan yang dinamis, area ini dirancang untuk mengajak anak-anak mengenal berbagai kemungkinan kreatif yang dapat diwujudkan melalui material interior.
Bukan hanya desain ruangnya yang futuristik, Anastasia berpendapat bahwa yang paling menarik adalah respons anak-anak ketika berada di dalam “terowongan”. Jujur ia mengira bahwa area Tunnel of Curiosity hanya akan menjadi spot foto favorit pengunjung. “Ternyata anak-anak langsung berimajinasi. Mereka membayangkan sedang berada di pesawat luar angkasa atau di dalam mesin waktu,” katanya.
Momen tersebut bagi Anastasia semakin menunjukkan bahwa material dan desain ruang dapat membantu menciptakan pengalaman eksplorasi yang memancing rasa ingin tahu anak secara alami. “Itu hal yang sangat mahal. Artinya apa yang kita harapkan, yaitu menciptakan tempat bermain dan belajar yang memancing imajinasi anak, benar-benar terjadi,” ujarnya tersenyum.
Belajar dari Pengalaman Nyata
Pandangan senada disampaikan Christian Melvin, Co-Founder & Creative Director Wonderlab. Menurut Melvin, saat ini anak-anak tumbuh di era yang sangat berbeda dari generasi sebelumnya. Generasi Alpha tidak hanya akrab dengan teknologi digital, tetapi juga hidup berdampingan dengan perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Karena itu, ia berpendapat bahwasanya anak-anak membutuhkan lebih banyak ruang yang memungkinkan mereka belajar melalui pengalaman nyata. “Banyak hal yang tidak bisa diajarkan hanya di kelas. Anak-anak belajar melalui eksplorasi, interaksi sosial, dan pengalaman yang mereka rasakan sendiri,” ujarnya.
Melvin menjelaskan bahwa Wonderlab dibangun sebagai “universe of play and learning”, sebuah ruang yang menggabungkan bermain dan belajar dalam satu pengalaman yang saling terhubung. “Kalau dilihat memang bukan cuma main-main, tapi ada unsur edukasinya juga,” ujarnya.
Tak lupa Melvin menyoroti pentingnya aktivitas fisik bagi anak. “Anak-anak perlu bergerak. Mereka tidak bisa hanya duduk dan menghabiskan waktu dengan bermain handphone,” katanya.
Karena itu, area playground imersif ini dirancang dengan sirkulasi yang memungkinkan anak terus mengeksplorasi ruang dan menemukan pengalaman baru dalam satu perjalanan yang saling terhubung.
Dalam konteks inilah material berperan penting. Bukan sekadar mempercantik ruang, tetapi membantu membentuk pengalaman eksplorasi melalui berbagai bentuk, tekstur, pola, dan instalasi yang ditemui anak sepanjang perjalanan bermainnya.
Belinda Luis, President Director Wonderlab, menambahkan bahwa pengalaman belajar terbaik lahir dari interaksi langsung dengan lingkungan sekitar. “Kolaborasi ini memungkinkan kami menghadirkan ruang yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mampu mendorong anak-anak untuk bereksplorasi, berimajinasi, dan menciptakan sesuatu yang baru melalui pengalaman yang nyata.”
Komitmen tersebut turut diwujudkan melalui program edukasi Thursday Wonder Project, rangkaian workshop kreatif yang mengajak anak-anak menciptakan berbagai karya menggunakan material. Melalui beragam aktivitas seperti membuat mozaik, topeng tiga dimensi, karya seni dekoratif, hingga creative project lainnya dirancang untuk merangsang imajinasi, kemampuan memecahkan masalah, keterampilan motorik anak melalui proses belajar yang interaktif.
Selain menghadirkan pengalaman belajar kreatif, TACO juga memperkuat interaksi pengunjung melalui Board Game Table, area permainan yang memanfaatkan material mereka sebagai bagian dari pengalaman bermain. Kehadiran berbagai permainan klasik seperti catur, scrabble, ular tangga, hingga tic-tac-toe memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk berinteraksi secara langsung dengan beragam tekstur dan permukaan material dalam suasana yang menyenangkan.
Ide tersebut muncul karena tim melihat bahwa orang tua yang menunggu anak mengikuti berbagai aktivitas juga membutuhkan ruang untuk berinteraksi dan menikmati waktu bersama.
“Kita bicara tentang kreativitas. Bukan cuma anak-anak, tapi juga ibu-ibunya yang menunggu. Mereka juga butuh sesuatu untuk mengisi waktu, jadi kita wujudkan dengan Board Game Table,” ungkap Anastasia. Dengan pendekatan itu maka area bermain tidak hanya menjadi ruang untuk anak tetapi juga ruang berkumpul yang dapat dinikmati keluarga secara bersama-sama.
Kolaborasi ini semakin menunjukkan bahwa material interior tidak harus berhenti pada fungsi estetika atau konstruksi semata. Saat dirancang dengan tepat, material dapat menjadi bagian dari pengalaman belajar yang menyenangkan serta membantu anak bereksplorasi dan membangun imajinasi.
Artikel terkait: Dorong Anak dan Praremaja Bergerak, Berpikir, dan Bereksplorasi Lewat Destinasi Bermain Imersif