ads

Ketika Perlindungan Keluarga Berjalan Selaras dengan Prinsip Syariah

Novita Sari - Sabtu, 19 September 2026
Niharika Yadav, Presiden Direktur AXA Financial Indonesia, Bukit Rahardjo,  Presiden Direktur AXA Syariah Life Insurance, dan jajaran manajemen berfoto bersama anak-anak dan pengurus dari Yayasan Bina Bangsa Berdikari. Foto: Ist
Niharika Yadav, Presiden Direktur AXA Financial Indonesia, Bukit Rahardjo, Presiden Direktur AXA Syariah Life Insurance, dan jajaran manajemen berfoto bersama anak-anak dan pengurus dari Yayasan Bina Bangsa Berdikari. Foto: Ist
A A A

Setiap keluarga tentu ingin menjalani hari-hari dengan tenang. Anak bisa tumbuh dan belajar dengan nyaman, kebutuhan keluarga terpenuhi, sementara rencana masa depan perlahan dipersiapkan. Namun, hidup juga penuh dengan hal-hal yang tidak selalu bisa diprediksi. Karena itu, memiliki perlindungan finansial menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga berbagai rencana tetap berjalan ketika risiko datang.

Kesadaran inilah yang membuat kebutuhan masyarakat terhadap pilihan proteksi semakin beragam. Tidak hanya soal manfaat perlindungan, tetapi juga bagaimana sebuah produk keuangan dapat selaras dengan nilai dan prinsip yang diyakini.

Menjawab kebutuhan tersebut, PT AXA Financial Indonesia memperkuat komitmennya di Indonesia melalui pendirian PT AXA Sharia Life Insurance, entitas yang secara khusus berfokus pada pengembangan solusi perlindungan asuransi jiwa berbasis prinsip syariah.

Dengan berdirinya entitas khusus ini, pengembangan bisnis syariah diharapkan dapat dilakukan dengan fokus yang lebih kuat. Mulai dari solusi perlindungan, layanan, distribusi, hingga kemitraan akan diarahkan untuk menjawab karakteristik dan kebutuhan masyarakat di pasar syariah Indonesia.

Langkah ini juga hadir di tengah peluang industri asuransi yang masih sangat besar. Berdasarkan data OJK, tingkat penetrasi asuransi di Indonesia tercatat 2,27 persen pada 2022 dan ditargetkan meningkat menjadi 3,2 persen pada 2027.

Sementara itu, tingkat inklusi asuransi berada di angka 16,6 persen, dibandingkan tingkat literasi sebesar 31,7 persen. Artinya, masih terbuka ruang yang luas untuk memperkenalkan sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap perlindungan asuransi.

Potensi Asuransi Syariah Masih Terbuka Lebar

Perkembangan sektor keuangan syariah juga menunjukkan adanya peluang yang besar. Berdasarkan data OJK per Juni 2026, industri asuransi syariah di Indonesia mencatatkan kontribusi sebesar Rp11,73 triliun, sedangkan aset asuransi jiwa syariah mencapai Rp37,36 triliun.

Data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 mencatat tingkat literasi keuangan syariah sebesar 43,42 persen dan inklusi keuangan syariah sebesar 13,41 persen.

Angka tersebut memperlihatkan bahwa kebutuhan untuk memperluas pemahaman sekaligus akses terhadap layanan keuangan syariah masih menjadi pekerjaan penting. Di sinilah kehadiran perusahaan yang secara khusus berfokus pada perlindungan berbasis syariah diharapkan dapat mengambil peran.

Presiden Direktur AXA Financial Indonesia, Niharika Yadav, mengatakan pendirian ini merupakan wujud komitmen untuk membantu masyarakat melindungi hal-hal yang paling berarti dalam kehidupan mereka.

“Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia berada pada posisi yang strategis untuk menjadi salah satu pendorong utama perkembangan ekonomi syariah global,” ujar Niharika pada Jumat, 18 September 2026 di Park Hyatt Jakarta, Kebon Sirih.

Menurutnya, semakin banyak masyarakat yang menyadari pentingnya perlindungan finansial yang sesuai dengan nilai dan kebutuhan mereka.

“Kami ingin menghadirkan lebih dari sekadar solusi perlindungan. Kami ingin menjadi mitra perlindungan yang tepercaya bagi masyarakat Indonesia dalam membangun ketahanan finansial dan merencanakan masa depan yang lebih baik,” tambahnya.

Presiden Direktur AXA Sharia Life Insurance, Bukit Rahardjo, mengatakan kehadiran entitas yang berdiri sendiri membuat perusahaan dapat lebih fokus mengembangkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan pasar syariah.

“Hadir dengan tujuan yang jelas, yaitu membawa fokus yang lebih kuat terhadap kebutuhan masyarakat akan solusi perlindungan berbasis prinsip syariah,” kata Bukit.

Ia menambahkan, perusahaan berharap dapat membangun bisnis syariah yang sehat dan berkelanjutan sekaligus menjadi bagian dari perkembangan ekosistem ekonomi syariah Indonesia.

Kids Zone
Zona di mana buah hati Anda dapat menikmati kisah-kisah seru dalam bentuk cerita dan komik, mengeksplorasi artikel pengetahuan yang menyenangkan, serta permainan yang menarik untuk mengasah pemikiran buah hati.
Masuk Kids Zone
Latest Update
Selengkapnya
img
Menjaga Alam dan Petani dengan Memperkuat Rantai Pasok Komoditas Berkelanjutan
img
Ketika Perlindungan Keluarga Berjalan Selaras dengan Prinsip Syariah
img
Tak Harus Tunggu Kaya, Investasi Emas Bisa Dimulai dari Rp10 Ribu
img
Melihat Kembali Ruang yang Sering Terlupakan di Rumah, Begini Solusi agar Lebih Fungsional dan Mendukung Aktivitas Sehari-hari