Kuliner Indonesia Makin Seru! Kreator dan Pelaku F&B Kumpul di Food Fest 2026
Bayangkan aroma makanan yang baru matang, jajanan favorit yang menggoda, atau resep unik yang awalnya hanya dilihat lewat layar ponsel, kini bisa dinikmati langsung. Inilah semangat yang ingin dihadirkan melalui TikTok Food Fest 2026, yang mempertemukan kreator, pelaku usaha, dan komunitas untuk merayakan kekayaan kuliner Indonesia.
Memasuki tahun ketiga penyelenggaraannya, mengusung tema “Every Ingredient Tells a Story”. Tema ini mengajak masyarakat melihat makanan bukan sekadar soal rasa, tetapi juga tentang cerita di balik setiap bahan, resep, tradisi, kreativitas, hingga perjalanan para pelaku usaha yang menghidangkannya.
Rangkaian inspirasi kuliner yang selama ini ditemukan masyarakat melalui TikTok pun dibawa ke dunia nyata. Puncaknya akan berlangsung pada 26–27 September 2026 di Hutan Kota GBK, Jakarta, dengan kehadiran lebih dari 40 pelaku usaha makanan dan minuman atau F&B. Seluruh rangkaian festival dapat dinikmati secara gratis.
Kuliner Indonesia Terus Bertumbuh
Hadirnya Food Fest 2026 ini tidak lepas dari besarnya potensi industri kuliner Indonesia. Pada 2025, industri makanan dan minuman tumbuh sebesar 6,38 persen, sementara sektor akomodasi serta penyediaan makanan dan minuman tumbuh 7,41 persen.
Antusiasme masyarakat terhadap konten kuliner di platform ini juga terus meningkat. Jumlah konten terkait makanan pada 2025 tercatat naik 52 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Berbagai tagar seperti #Kuliner, #Jajanan, #JelajahKuliner, #MakananSehat, dan #CemilanSehat bahkan telah menghimpun lebih dari 8 juta unggahan.
“Cara masyarakat menikmati kuliner kini semakin beragam. Bukan hanya dengan mencoba hidangan atau tempat makan baru, tetapi juga dengan berbagi cerita dan terhubung melalui kecintaan yang sama,” ujar Fadlia Hifzia, Commercial Partnership, TikTok SEA saat konferensi pers, Selasa, 15 September 2026 di Jakarta.
Menurutnya, melalui tema “Every Ingredient Tells a Story”, mereka ingin mengangkat kisah di balik setiap bahan, mulai dari asal-usul dan tradisi hingga kreativitas yang melahirkan sajian baru.
Ketika Konten Kuliner Berubah Menjadi Peluang
Di era digital, perjalanan seseorang menemukan makanan baru, bisa dimulai dari sebuah video pendek. Sebuah resep, rekomendasi tempat makan, atau cerita tentang bahan lokal dapat menarik perhatian dan mendorong orang untuk mencoba.
Ekosistem platform juga mempertemukan berbagai elemen, mulai dari komunitas dan video pendek hingga LIVE, solusi periklanan, Shop by Tokopedia, serta GO by Tokopedia. Rangkaian tersebut membuka peluang bagi penemuan kuliner untuk berkembang dari inspirasi dan interaksi menjadi pembelian hingga kunjungan langsung.
Salah satu kisah datang dari Jesselyn Lauwreen. Sejak 2021, ia memanfaatkan berbagai tren di platform sebagai inspirasi untuk mengembangkan resep sesuai keahliannya sebagai chef.
Kreasinya mencakup hidangan rumahan, pilihan makanan yang lebih sehat, hingga olahan berbahan lokal. Ketika sambal matah ramai diperbincangkan, misalnya, Jesselyn membagikan kreasi ayam suwir dan mi goreng dengan sambal matah, sekaligus menceritakan pengalamannya berjualan sambal sejak masih sekolah.
Kontennya kemudian berkembang tidak hanya menjadi inspirasi memasak, tetapi juga memperlihatkan keseharian dalam membangun bisnis F&B. Audiens pun mendapatkan gambaran mengenai kreativitas sekaligus perjalanan di balik sebuah usaha kuliner.
Cerita lainnya datang dari kreator affiliate, Vinny Laurencia, yang kerap melengkapi rekomendasi kuliner dengan kisah pemilik usaha dan perjalanan di balik produk yang diperkenalkannya.
Saat pandemi, kontennya tentang rumah makan nasi Padang Pondok Salero di Jakarta mendapat perhatian besar dari audiens dan turut mendatangkan pelanggan. Pengalaman tersebut mendorong Vinny untuk terus memperkenalkan berbagai hidden gems kuliner.
Perannya sebagai kreator affiliate kemudian membuka pengalaman baru. Dalam kampanye Lebaran tahun lalu, Vinny mencatat penjualan produk kue sus hingga ratusan juta rupiah dalam enam jam. Rangkaian LIVE selama lima hari berturut-turut juga menghasilkan total penjualan hingga miliaran rupiah.
Masukan dari audiens bahkan ikut membantu Vinny mengembangkan produk dan strategi pemasaran bisnis kulinernya sendiri, Brownie Lab.
Dari Penemuan Menjadi Pembelian
Perkembangan ekosistem digital juga terlihat dari meningkatnya aktivitas perdagangan produk F&B. Pada semester pertama 2026, jumlah pesanan produk F&B di platform meningkat hampir 95 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara jumlah pelaku usaha yang menjual produk F&B meningkat 184 persen.
Salah satu contohnya adalah Cimol Bojot AA, yang mencatat pertumbuhan GMV bulanan sebesar 66 persen pada November 2025 setelah berpartisipasi dalam Food Fest 2025.
Namun, perjalanan kuliner tidak berhenti ketika transaksi terjadi secara online.
Sebuah konten dapat menjadi pintu masuk bagi masyarakat untuk menemukan tempat makan, mencoba produk, hingga mengenal lebih dekat cerita di balik sebuah usaha kuliner.
Saat Kuliner, Kreativitas, dan Komunitas Bertemu
Semangat tersebut kembali dihadirkan dalam rangkaian Food Fest 2026 yang telah berlangsung sejak Juli. Berbagai aktivitas seperti Food Directory dan Kolaborasi Kreator Kuliner mempertemukan kreator dengan pelaku usaha untuk menciptakan kreasi kuliner baru.
Sesuai dengan tema “Every Ingredient Tells a Story”, rangkaian ini tidak hanya berbicara mengenai makanan yang lezat, tetapi juga mengangkat cerita mengenai tradisi, kekayaan bahan pangan lokal, serta kreativitas orang-orang yang mengolahnya.
Puncaknya, masyarakat dapat datang langsung ke Hutan Kota GBK, Jakarta, pada 26–27 September 2026.
Lebih dari 40 pelaku usaha F&B akan hadir membawa beragam makanan dan minuman. Pengunjung dapat mencoba berbagai sajian, menikmati menu kolaborasi bersama kreator, menyaksikan demonstrasi memasak, menikmati pertunjukan musik, mengikuti aktivitas kebugaran, hingga mencoba berbagai pengalaman interaktif.
Ada pula permainan dan aktivitas berhadiah melalui Culinary Passport serta Lucky Draw.
Makan Enak Sekaligus Belajar Hidup Sehat
Menariknya, Food Fest 2026 tidak hanya mengajak masyarakat mengeksplorasi makanan, tetapi juga memperkenalkan pentingnya pilihan pangan yang lebih sehat.
Melalui inisiatif Makan Dengan Makna, pengunjung diajak mengenal pilihan makanan yang lebih sehat, memahami nutrisi, sekaligus menerapkan gaya hidup aktif.
Edukasi tersebut dikemas dengan cara yang menyenangkan melalui Fun Run, permainan Catching the Ingredient, demonstrasi memasak, dan berbagai aktivitas interaktif lainnya.
Semangat berbagi juga menjadi bagian dari festival. Partisipasi masyarakat dalam rangkaian kegiatan ini turut mendukung upaya menyediakan kebutuhan pangan bergizi bagi masyarakat rentan melalui donasi kepada Foodbank of Indonesia, dengan target donasi hingga Rp1 miliar.
“Melalui Food Fest 2026, kami berharap rangkaian ini tidak hanya membawa pengalaman penemuan kuliner ke dunia nyata, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan industri kuliner Indonesia,” tutur Fadlia.
Pada akhirnya, sebuah hidangan memang tidak hanya bercerita tentang rasa. Ada bahan yang memiliki asal-usul, resep yang diwariskan, tangan kreatif yang mengolahnya, serta pelaku usaha yang berjuang membangun bisnisnya.
Melalui Food Fest 2026, cerita-cerita tersebut bertemu dalam satu ruang—dari layar ponsel, menuju meja makan, dan menjadi pengalaman nyata yang dapat dinikmati bersama.