Manifesting Nggak Cuma Soal Pikiran Tapi Juga Badan yang Fresh
Belakangan ini, istilah manifesting makin sering terdengar di obrolan anak muda. Manifesting dipahami sebagai praktik menanamkan niat dan tujuan hidup melalui afirmasi positif. Bukan sekadar “berpikir optimis”, manifesting mengajak seseorang untuk lebih sadar pada apa yang ingin dicapai, lalu menyesuaikan pikiran, kebiasaan, dan tindakan sehari-hari ke arah tujuan tersebut.
Dari menuliskan afirmasi di jurnal, membuat vision board, sampai menyelipkan kata-kata positif di notes ponsel —semuanya dilakukan demi satu tujuan: hidup yang lebih selaras dengan mimpi. Tapi di balik afirmasi positif dan semangat “percaya sama proses”, ada satu hal yang sering terlupakan: kondisi tubuh yang juga harus diajak kerja sama.
Ya, di tengah ritme hidup Gen Z dan Milenial yang serba cepat —kerja multitasking, jadwal padat, ditambah tekanan untuk selalu produktif— perjalanan manifestasi sering kali terasa melelahkan. Pikiran ingin terus melaju, tapi badan kadang memberi sinyal: eneg, lelah, bahkan tepar. Dari kebutuhan inilah tren well-being dalam manifesting mulai berkembang, mengingatkan bahwa mimpi besar perlu ditopang dengan tubuh yang segar.
Dalam konteks keseharian di Indonesia, menjaga tubuh tetap nyaman saat lelah sebenarnya bukan hal baru. Sejak lama, minyak angin menjadi solusi praktis yang akrab digunakan ketika badan terasa capek, mual, atau tidak enak akibat aktivitas padat. Sensasi hangat membantu melancarkan peredaran darah dan memberi rasa rileks, sementara aroma tertentu dikenal mampu menyegarkan pikiran dan mengurangi rasa eneg. Kebiasaan sederhana ini menunjukkan bahwa perawatan tubuh yang ringan dan mudah diakses kerap menjadi bagian penting dalam menjaga energi, terutama saat seseorang dituntut tetap fokus dan konsisten menjalani aktivitas harian.
Fenomena ini menjadi latar hadirnya varian terbaru dari Minyak Angin Aromatherapy produksi WINGS Care, So Fresh Citrus, yang diperkenalkan lewat gelaran So Fresh Manifreshting Festival di Taman Literasi Blok M, Jakarta, pada 31 Januari 2026. Menggandeng aktor muda Arya Mohan, acara ini dirancang sebagai ruang bagi anak muda untuk merayakan proses manifestasi dengan cara yang lebih seimbang antara mental dan fisik.
Menurut Mita Ardiani, Marketing Manager Personal Care Category WINGS Group, perjalanan menuju mimpi memang tak selalu mulus. “Dalam proses manifestasi, anak muda sering kali lelah secara mental maupun fisik. Karena itu, lewat varian baru minyak angin aromaterapi yang dirancang memberikan sensasi anti eneg dan anti tepar, kami ingin hadir sebagai teman setia yang membantu menyegarkan tubuh dan pikiran, agar perjalanan meraih impian tetap terasa ringan,” jelasnya.
So Fresh Citrus
Salah satu elemen menarik dari pendekatan ini adalah kandungan lemon oil dengan aroma citrus yang segar. Aroma citrus dikenal memiliki efek menyegarkan, membantu meningkatkan mood, sekaligus mengurangi rasa mual atau eneg.
Sementara itu, lemon oil atau minyak lemon sendiri telah lama dimanfaatkan secara tradisional sebagai bahan alami dalam aromaterapi. Kandungan alaminya dikenal memiliki sifat pembersih dan penyegar, sehingga sering digunakan untuk membantu menciptakan sensasi tubuh yang lebih nyaman. Lemon oil kerap dikaitkan dengan manfaat antibakteri, antijamur, dan antiseptik ringan, serta berperan sebagai agen pembersih alami. Aromanya yang segar juga banyak dimanfaatkan dalam aromaterapi untuk membantu menyegarkan pikiran, mengurangi rasa eneg, dan memberi efek relaksasi ringan. Tak heran jika lemon oil sering dipilih sebagai pendamping aktivitas padat, terutama saat tubuh dan pikiran membutuhkan dorongan kesegaran.
Konsep tersebut diterjemahkan secara playful dalam Manifreshting Festival. Ribuan pengunjung diajak berkeliling berbagai zona interaktif, mulai dari Fresh Talks, Manifreshting Wishes yang berisi harapan dan afirmasi pengunjung, keseruan citrus challenge dengan memakan buah lemon, hingga momen melepas penat dengan bernyanyi bersama musisi spesial Dia dan Bilal Indrajaya. Semua aktivitas ini dirancang untuk mengingatkan satu hal sederhana: menjaga energi juga bagian dari merawat mimpi.
Arya Mohan, yang dikenal dengan jadwal syuting padat, membagikan pengalamannya menjalani proses manifestasi di tengah tuntutan pekerjaan. “Buat aku, manifestasi itu kayak maraton, bukan sprint. Konsistensi penting, tapi badan juga harus dijaga. Kalau fisik drop, semua jadi berat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa aroma lemon oil yang segar dan sensasi hangat menjadi salah satu cara praktis untuk menjaga stamina agar tetap fokus dan nggak gampang tumbang. “Aku suka banget aroma lemon oil yang bikin badan berasa rileks dan ampuh banget usir rasa eneg kalau lagi ada bau kurang enak. Selain itu, hangatnya juga tahan lama dan bikin badan nggak gampang tepar saat harus take scene berkali-kali,” ungkap Mohan.
Pada akhirnya, tren manifesting bukan lagi sekadar soal “berpikir positif”, tetapi tentang membangun rutinitas yang mendukung keseimbangan hidup. Menjaga pikiran tetap optimis, sambil memastikan tubuh tidak kehabisan energi. Karena mimpi besar, seindah apa pun, akan lebih mudah dikejar ketika kita menjalaninya dengan kondisi yang segar, luar dan dalam.