Mau Si Kecil Tumbuh Hebat? Yuk, Mulai dari Saluran Cerna yang Sehat
“Ma, kenapa langit warnanya biru?”
“Kenapa semut jalannya berbaris?”
“Kalau bulan ikut kita pergi, ya?”
Moms and Dads, pertanyaan Si Kecil yang datang bertubi-tubi, mungkin kadang bikin kita pusing. Namun, di balik rasa penasaran itu, sebenarnya ada sesuatu yang sangat penting. Ya, otak anak sedang belajar!
Kemampuan untuk memerhatikan, mengingat, berpikir, bernalar, hingga mencari solusi, berkembang sedikit demi sedikit melalui berbagai pengalaman sehari-hari. Menariknya, mendukung kemampuan tersebut, ternyata bukan hanya soal memberikan permainan edukatif atau mengajarkan anak membaca dan berhitung sejak dini.
Ada fondasi lain yang tak kalah penting, yaitu nutrisi, kesehatan saluran cerna atau gut health, kesiapan biologis, dan stimulasi yang tepat.
Hal tersebut menjadi salah satu topik yang dibahas Bebelac dalam Ideafest 2026 melalui talkshow “Growing Little Minds: The Science Behind Every Child’s Potential”. Dalam sesi ini, orang tua diajak melihat perkembangan anak secara lebih utuh, bukan sekadar dari seberapa tinggi nilai sekolahnya, tetapi dari bagaimana anak dipersiapkan untuk belajar, bereksplorasi, dan berkembang.
Ternyata, Belajar juga Dimulai dari Perut
Mungkin terdengar sederhana, tetapi kesehatan saluran cerna punya peran penting dalam perjalanan tumbuh kembang anak. Saluran cerna yang sehat, membantu tubuh menyerap nutrisi yang dibutuhkan Si Kecil.
Medical and Scientific Affairs Director Danone Indonesia, Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH, menjelaskan bahwa nutrisi, kesehatan saluran cerna, dan stimulasi merupakan bagian dari fondasi yang saling berkaitan.
“Nutrisi yang tepat, kesehatan saluran cerna yang baik, dan stimulasi yang sesuai, merupakan bagian dari fondasi yang saling mendukung untuk membantu anak lebih siap belajar, bereksplorasi, dan mengembangkan berbagai kemampuan kognitifnya,” ujar dr. Ray, Sabtu, 05 September 2026 di JICC, Senayan, Jakarta.
Ia juga menjelaskan bahwa asupan yang mengandung prebiotik dan serat pangan, seperti FOS, GOS, dan Inulin, dapat mendukung kesehatan saluran cerna dan microbial diversity. Dengan saluran cerna yang sehat, tubuh dapat lebih optimal menyerap nutrisi yang dibutuhkan untuk mendukung proses belajar dan perkembangan anak.
Temuan dalam studi yang dipublikasikan di Nutrition Reviews pada 2026 pun menunjukkan adanya hubungan positif antara pola makan dengan kemampuan kognitif serta prestasi akademik anak usia sekolah.
Tak Perlu Selalu Les, Stimulasi Bisa Dimulai dari Rumah
Kabar baiknya, orang tua tidak harus menyiapkan aktivitas yang rumit untuk memberikan stimulasi.
Membacakan buku sebelum tidur, bermain bersama, mengajak anak mengobrol, mendengarkan ceritanya, berjalan-jalan sambil mengenalkan lingkungan sekitar, atau membiarkannya mencoba sesuatu yang baru, bisa menjadi kesempatan belajar.
Cynthia, seorang Momfluencer yang turut hadir, merasakan sendiri pentingnya memberikan stimulasi melalui aktivitas sederhana.
“Saya percaya, perkembangan kognitif anak tidak hanya dibentuk dari stimulasi, tetapi juga dimulai dari kebutuhan dasar seperti nutrisi tepat yang mendukung kesehatan pencernaan Si Kecil,” ungkap Cynthia.
Bersama suami, Cynthia berusaha menerapkan pola makan seimbang serta memberikan makanan yang mengandung prebiotik dan serat. Sementara untuk stimulasi, mereka memilih aktivitas yang dekat dengan keseharian anak, seperti bermain, berinteraksi, bereksplorasi, mendengarkan cerita, dan memberikan kesempatan mencoba hal-hal baru.
“Bagi saya, nutrisi yang tepat, pencernaan yang sehat, dan stimulasi melalui pengalaman sehari-hari, menjadi bagian penting dalam membantu anak lebih siap belajar dan mendukung perkembangan kognitifnya sesuai dengan potensinya,” tambahnya.
Bukan Mengejar Anak jadi Paling Pintar
Setiap anak punya cerita tumbuh kembangnya sendiri. Ada yang cepat berbicara, ada yang lebih senang mengamati. Ada yang gemar berhitung, sementara yang lain bisa menghabiskan waktu berjam-jam menggambar atau membongkar mainan untuk mencari tahu cara kerjanya.
Karena itu, mendukung potensi anak bukan berarti membuat mereka harus selalu menjadi yang paling pintar atau paling berprestasi.
Yang lebih penting adalah memberikan fondasi agar mereka siap belajar dan menemukan kemampuannya sendiri.
Bebelac melihat tiga hal yang saling berkaitan dalam mendukung perkembangan kognitif anak, yaitu nutrisi, stimulasi, dan kesiapan biologis.
Sebagai bagian dari komitmennya dalam mendukung tumbuh kembang anak, mereka memiliki formulasi nutrisi yang dilengkapi 3 Serat Penting (FOS, GOS, dan Inulin), 2x DHA lebih tinggi, serta 0 gram sukrosa.
Sebab, perjalanan menjadi anak yang terus ingin tahu, tidak dimulai ketika mereka duduk di bangku sekolah. Perjalanan itu dimulai jauh lebih awal, dari makanan yang dikonsumsi, tubuh yang sehat, percakapan sederhana, permainan bersama, dan kesempatan untuk mencoba hal baru.
Jadi, jika lain kali Si Kecil kembali bertanya, “Kenapa?” untuk kesekian kalinya, jangan buru-buru pusing.
Bisa jadi, itulah tanda bahwa “mesin belajar” di kepalanya sedang bekerja.
Dan tugas orang tua adalah membantu menjaga fondasinya tetap kuat, yaitu saluran cerna yang sehat melalui nutrisi, stimulasi, dan kesiapan biologis.