ads

Maurine Willebien, Desainer Knitwear Asal Prancis Mempersembahkan Beauties

Dwi Retno - Sabtu, 25 Juli 2026
Beauties mengeksplorasi representasi perempuan, sebuah ‘female gaze’ yang menempatkan pengalaman perempuan di pusat dialog kreatif (Foto : Ist)
Beauties mengeksplorasi representasi perempuan, sebuah ‘female gaze’ yang menempatkan pengalaman perempuan di pusat dialog kreatif (Foto : Ist)
A A A

Desainer knitwear Maurine Willebien menghadirkan koleksi "Beauties" ke BRI JF3 Fashion Festival 2026. Pada usia 28 tahun, setelah menyelesaikan gelar Bachelor dalam Fashion Design di Belgia dan Master dalam Collection Design di École Duperré, Paris. Willebien menantang batas dengan mentransformasi underwear menjadi outerwear, menawarkan refleksi tentang representasi dan pembebasan tubuh perempuan.

Beauties mengeksplorasi representasi perempuan melalui perspektif Willebien sendiri, sebuah ‘female gaze’ yang menempatkan pengalaman perempuan di pusat dialog kreatif. Koleksi ini mempresentasikan visi keindahan sebagai ruang emansipasi, kepercayaan diri, dan kebebasan. Melalui Beauties, Willebien menyoroti perempuan yang merebut kembali kode-kode sosial yang mungkin dipaksakan pada mereka atau yang mungkin menjadi sumber penghakiman. Dengan menginterpretasikan kembali norma-norma ini, mereka mentransformasikannya menjadi alat ekspresi dan penegasan diri. Koleksi ini menjadi perayaan pluralitas femininitas dan persepsi pribadi Willebien tentang keindahan yang bebas, percaya diri, dan kuat.

Inspirasi Willebien berasal dari kehidupan pribadinya, pengalaman masa lalu, dan figur-figur perempuan yang mengelilinginya: teman, keluarga, dan semua perempuan yang telah membangkitkan rasa fascinasi dalam dirinya. Proses kreatifnya diperkaya melalui apa yang mengelilinginya setiap hari, pertemuan, cerita, dan objek yang melintasi jalannya.

Referensinya beragam, mulai dari buku seperti Pour Britney karya Louise Chennevière, hingga film seperti Wild Diamond karya Agathe Riedinger, korset tahun 1960-an yang ditemukan di pasar loak, bahkan karya Botticelli. Willebien terus-menerus terinspirasi oleh lingkungannya dan jalan-jalan panjangnya di Paris, di mana ia mengamati detail, sikap, siluet, dan interaksi manusia.

Pertukaran dengan orang lain menempati tempat esensial dalam pendekatan kreatifnya, ia adalah orang yang sangat perhatian yang menghabiskan waktunya menganalisis dan menginterpretasikan detail-detail yang mengelilinginya. Observasi kehidupan sehari-hari, rasa ingin tahu tentang manusia, dan cerita-cerita tersembunyi di balik setiap individu menginspirasi proses kreatifnya.

Willebien terutama bekerja melalui draping langsung di atas mannequin, memungkinkan tangannya untuk segera berinteraksi dengan material guna mengkonstruksi siluet dengan cara yang intuitif dan sensitif. Hubungan fisik dengan garmen adalah bagian esensial dari proses kreatifnya. Untuk material, ia terutama menggunakan tali dan berbagai teknik knitting yang diciptakan dengan tangan menggunakan mesin knitting domestik atau mesin industri tergantung kebutuhan setiap piece. Pendekatannya bervariasi menurut garmen, tetapi ia tetap sangat terikat pada kontak langsung dengan material, menyentuhnya, mentransformasikannya, dan membentuknya dengan tangan adalah bagian integral dari praktik kreatifnya.

Untuk siluetnya, Willebien mengembangkan kode-kode spesifik yang lahir dari imajinasinya. Ia bekerja di sekitar peningkatan tubuh, khususnya melalui pengungkapan kaki dan bermain dengan volume. Ia tertarik pada garmen yang lembut dan fleksibel yang dapat berkembang bersama tubuh pemakainya, piece yang dapat tergelincir dari bahu, mengungkapkan fragmen kulit, dan memberikan rasa kebebasan kepada yang memakainya. Proses kreatifnya juga melibatkan fokus kuat pada pengerjaan strip dan assembly, seperti terlihat pada sweater leopard.

Koleksi Willebien sangat berakar dalam pendekatan fashion yang sustainable. Hampir semua material yang ia gunakan berasal dari dead stock, khususnya benang dari fashion house yang mendonasikan material yang tidak terpakai kepada sekolah. Oleh karena itu, semua knitwear pieces dalam koleksi ini dibuat dari material existing yang bersumber dari dead stock.

Tali yang digunakan dalam kreasi-kreasi Willebien juga berasal dari upcycling dan material yang dipulihkan. Selama beberapa tahun, Willebien telah mengumpulkan elemen vintage dari toko secondhand dan pasar loak: kapan pun sebuah material, detail, atau objek menarik perhatiannya, ia menyimpannya dan memberikan kehidupan baru melalui kreasi-kreasi Willebien. Pendekatan ini membantu membatasi produksi material baru dan menjadi setiap garmen menjadi piece one-of-a-kind, dibuat dari material existing dan ditransformasi melalui teknik artisanal.

Willebien juga berkolaborasi pada tas yang dibuat dari material kulit berbasis jamur inovatif bernama Reishi, yang berasal dari mycelium. Material alternatif terhadap kulit tradisional ini adalah bagian dari proses penelitian yang mengeksplorasi material yang lebih bertanggung jawab dan melengkapi pendekatan berkelanjutan dari koleksi.

Willebien akan mempresentasikan 10 looks, masing-masing terdiri dari beberapa pieces, bersama dengan aksesori termasuk tights dan tas. Setiap siluet dirancang sebagai ensemble lengkap, di mana elemen-elemen yang berbeda berinteraksi satu sama lain untuk menciptakan identitas visual yang kohesif.

Kids Zone
Zona di mana buah hati Anda dapat menikmati kisah-kisah seru dalam bentuk cerita dan komik, mengeksplorasi artikel pengetahuan yang menyenangkan, serta permainan yang menarik untuk mengasah pemikiran buah hati.
Masuk Kids Zone
Latest Update
Selengkapnya
img
Maurine Willebien, Desainer Knitwear Asal Prancis Mempersembahkan Beauties
img
Rahasia Kebersihan Bisnis Hospitality, Ternyata Dimulai dari Urutan dan Strategi yang Tepat
img
Gaya Hidup Sat Set jadi Solusi Praktis ala SIVIA, Agatha Pricilla, dan Ify Alyssa
img
Kisah Perempuan Pantang Menyerah: Pelajaran Penting tentang Ketangguhan dan Keberanian Menentukan Arah Hidup