ads

Rahasia Kebersihan Bisnis Hospitality, Ternyata Dimulai dari Urutan dan Strategi yang Tepat

Efa Trapulina - Jumat, 24 Juli 2026
Metode PDIR merupakan sistem pembersihan profesional berstandar industri yang terdiri dari empat tahapan utama, yakni Preventive, Daily, Interim, dan Restorative (Foto: dok. Karcher))
Metode PDIR merupakan sistem pembersihan profesional berstandar industri yang terdiri dari empat tahapan utama, yakni Preventive, Daily, Interim, dan Restorative (Foto: dok. Karcher))
A A A

Moms, pernah masuk ke hotel, restoran, atau kafe yang selalu terasa bersih dan nyaman, lalu  bertanya-tanya bagaimana tempat-tempat tersebut menjaga kebersihannya setiap hari? Ternyata, di balik hasil yang terlihat rapi, ada strategi yang diterapkan secara sistematis, bukan sekadar rutinitas bersih-bersih, lho!

Dalam bisnis hospitality, seperti hotel maupun industri jasa layanan, kebersihan bukan sekadar urusan operasional. Kebersihan menjadi salah satu faktor yang menentukan kenyamanan tamu, loyalitas pelanggan, hingga ulasan positif yang diberikan setelah berkunjung.

Karena itu, proses pembersihan pun tidak dilakukan secara sembarangan. Ternyata, kebersihan yang efektif dimulai dari urutan dan strategi yang tepat. Salah satu pendekatan yang diperkenalkan dalam ajang Food & Hospitality Indonesia (FHI) 2026 adalah metode PDIR yang diusung oleh Karcher, merek global asal Jerman yang dikenal sebagai pelopor teknologi pembersihan modern.

Metode PDIR ini merupakan sistem pembersihan profesional berstandar industri yang terdiri dari empat tahapan utama, yakni Preventive (Pencegahan), Daily (Harian), Interim (Berkala), dan Restorative (Pemulihan).

Sistem ini dirancang untuk memaksimalkan efisiensi pembersihan, menjaga nilai aset properti, dan juga meminimalkan risiko biaya restorasi yang besar.

Rutinitas pembersihan yang teratur dan efisien sangat penting, khususnya di sektor perhotelan dan industri jasa layanan, bahkan merupakan suatu keharusan, baik untuk area luar maupun dalam ruangan, termasuk kamar dan koridor.

Karcher PDIR
Metode PDIR diperkenalkan dalam ajang Food & Hospitality Indonesia (FHI) 2026 

Untuk melakukannya dengan tepat, perlu konsep yang matang, jadwal yang teratur, serta penggunaan mesin dan bahan pembersih yang sesuai.

Berikut ini proses pembersihan menggunakan metode PDIR:

1. Preventive (Pembersihan Pencegahan)

Tahap pertama adalah Preventive atau pembersihan pencegahan. Fokusnya membersihkan area luar dan jalur masuk sebelum kotoran terbawa ke dalam gedung. Area seperti trotoar, area parkir, pintu masuk, teras, hingga balkon menjadi perhatian utama karena merupakan sumber utama debu dan kotoran. Membersihkan area luar secara menyeluruh dapat membantu mengurangi jumlah kotoran yang terbawa masuk ke dalam bangunan hingga sekitar dua pertiganya. Dampaknya, pekerjaan membersihkan area dalam menjadi lebih ringan dan efisien.

2. Daily (Pembersihan Harian)

Ini adalah pembersihan rutin untuk menjaga tingkat kebersihan. Pembersihan dan perawatan harian merupakan bagian dari rutinitas yang membantu mencapai tingkat kebersihan yang diharapkan, sehingga memastikan tamu maupun karyawan merasa senang dan nyaman.

Kegiatan ini juga penting untuk mencegah kerusakan permanen akibat kotoran yang dibiarkan melekat pada permukaan, yang pada akhirnya memperpanjang masa pakai permukaan tersebut secara signifikan.

3. Interim (Pembersihan Berkala)

Pembersihan berkala membantu meminimalkan kebutuhan terhadap pembersihan menyeluruh yang memakan banyak waktu. Jika pembersihan dilakukan secara berkala, waktu dan tenaga yang diperlukan untuk pembersihan harian akan berkurang signifikan.

4. (Pembersihan Restoratif)

Ini adalah pembersihan menyeluruh dan memakan waktu pada pelapis lantai, untuk mengembalikannya pada kondisi awal. Terlepas dari berbagai upaya pembersihan dan perawatan lainnya, pembersihan menyeluruh pada pelapis lantai tetap tidak dapat dihindari.  Tujuannya adalah untuk mengembalikan kondisi lantai serta tingkat ketahanannya terhadap risiko tergelincir, sedekat mungkin ke keadaan semula.

Di antara keempat tahapan tersebut, restorative merupakan proses yang paling banyak membutuhkan waktu, tenaga, dan material. Namun, pelaksanaannya dapat ditunda lebih lama apabila tiga tahapan sebelumnya dilakukan secara konsisten.

Pada tahap ini, metode pembersihan juga harus disesuaikan dengan jenis material, baik pada pelapis lantai, furnitur, maupun elemen bangunan lainnya.

Lebih Efisien dan Hemat Biaya

Keunggulan metode PDIR akan terasa ketika keempat tahapan tersebut diterapkan sebagai satu sistem yang saling melengkapi. Head of Sales Professional PT Kärcher, Heru Kurniawan, mengatakan penerapan proses pembersihan yang terstruktur dapat membantu menghemat biaya operasional. “Tim Kärcher Indonesia bisa menjadi rekan para pemilik bisnis hotel ataupun operator housekeeper sebagai konsultan untuk menentukan atau mereviu alat dan metode pembersihan yang efektif," ujar Heru.

Selama sistem pembersihan ini diterapkan secara rutin, penghematan dapat dicapai dalam hal waktu, material, dan sumber daya staf yang dialokasikan untuk pemeliharaan harian, sekaligus memastikan nilai bangunan tetap terjaga dalam jangka panjang.

Kids Zone
Zona di mana buah hati Anda dapat menikmati kisah-kisah seru dalam bentuk cerita dan komik, mengeksplorasi artikel pengetahuan yang menyenangkan, serta permainan yang menarik untuk mengasah pemikiran buah hati.
Masuk Kids Zone
Latest Update
Selengkapnya
img
Rahasia Kebersihan Bisnis Hospitality, Ternyata Dimulai dari Urutan dan Strategi yang Tepat
img
Gaya Hidup Sat Set jadi Solusi Praktis ala SIVIA, Agatha Pricilla, dan Ify Alyssa
img
Kisah Perempuan Pantang Menyerah: Pelajaran Penting tentang Ketangguhan dan Keberanian Menentukan Arah Hidup
img
Mengurai Evolusi Subeng: Bagaimana Menghidupkan Kembali Perhiasan Identitas Nusantara